Take Me Home

11.3K 889 39
                                    

Alexa berjalan menuju gedung sekolah dengan tertunduk. Hari ini, ia tidak ceria saat memasuki sekolah seperti biasanya. Pagi ini ada pertengkaran kecil antar dia dengan Tama, membuat Alexa terus mengejek dan memberikan sumpah serapah dalam hatinya untuk kakaknya itu.

Lagi lagi, ia tertabrak seseorang saat berjalan. "Maaf--" ucapannya terhenti saat melihat seseorang yang ia tabrak, Alex.

"Maaf! Ya ampun, lo ngga apa-apa kan?" Alex menatap intens mata Alexa, ia takut kalau Alexa akan memarahinya lagi seperti pada tempo hari.

"Ng-nggak, nggak apa-apa kok," Alexa membenarkan kaca matanya sambil mengatur tempo detak jantung nya yang tak karuan itu.

"Maaf banget ya, gue janji lain kali bakal lebih hati-hati."

"Iya ngga apa-apa kok santai aja hehe. Maaf ya waktu itu gue marah-marah, soalnya gue kira lo itu Axel."

Alex mengusap tengkuknya yang tidak gatal itu "Oalah, gue pikir lo beneran marah sama gue hehe,"

"Ngga kok hehe. Ya udah gue duluan ya,"

"Eh Alexa," langkah Alexa terhenti saat tangannya ditahan Alex.

"Di-dia tau darimana namaku?" batin Alexa. "Ya?" jawab Alexa kikuk.

"Boleh temenin gue ke ruang OSIS ngga? Gue ngga tau di mana ruang OSIS, boleh tolong anterin? Maaf ya kalo ngerepotin,"

"Boleh kok boleh." Alex tersenyum lalu mereka berjalan beriringan menuju Ruang OSIS. Tidak ada satupun yang membuka topik, mereka sangatlah canggung terhadap masing-masing lawan bicara.

Sesampainya di pintu Ruang OSIS, Alex membuka pintu beserta Alexa yang ikut-ikutan masuk karena ia selama ini penasaran dengan ruang OSIS. Belum pernah ia masuk ke Ruang OSIS walaupun kakaknya adalah ketua dari organisasi tersebut.

"Alexa?" Tama menahan tawa melihat adiknya datang ke sini bersama Alex.

"Aku cuma nganter Alex aja kok, soalnya--"

"Halah, bilang aja lagi PDKT kan lo berdua?" ejek Tama membuat anggota-anggota OSIS lainnya ceng-cengin mereka berdua.

"Apaan sih, udah ah aku ke kelas aja," ucap Alexa kesal lalu meninggalkan Ruang OSIS itu. Pertengkaran dengan Tama tadi pagi membuat Alexa tidak mood untuk berdebat dengan Tama saat ini.

"Lex, lo suka sama adek gue?" tanya Tama terang-terangan di depan anggota dan calon anggota lainnya.

"E-engga kok Kak. Tadi cuma minta tolong sama dia buat anter ke Ruang OSIS hehe," ucap Alex sopan.

"Boleh juga modus lo," Tama mengelus dagu nya dengan telunjuk dan jempol nya. "Lagian ngga apa-apa kok, gue setuju lo sama adek gue."

"Tapi--"

"Ya udah kita mulai aja rapatnya." Ucap Tama tegas membuat Alex menyusul teman-temannya yang sudah duduk di meja rapat.

Sementara, Alexa sudah dekat dengan ruang kelas nya, kebetulan Axel baru saja keluar dari toilet yang kebetulan tempatnya berdekatan dengan ruang kelas mereka. Axel menyeringai saat melihat Alexa, Alexa hanya memutar bola matanya melihat Axel.

Alexa memasuki ruang kelas diikuti dengan Axel, "Wow, kita di kelas ini cuma berdua?" ucap Axel lalu tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya dan mengedarkan pandangannya ke penjuru sudut kelas.

Alexa tidak menanggapi ucapan Axel. Ia duduk di bangkunya lalu membuka novel yang ia bawa dari rumah. "Woy," Axel berdiri di depan meja Alexa dengan gaya senganya membuat Alexa kini menatap Axel kesal, "Kacang sekarang mahal ya, Lex?"

Alexa memutar bola matanya, "Gue lagi ngga mood diajak berantem sama lo,"

"Siapa yang ngajak berantem? Yeu, GR lu,"

Alexa kini kembali membaca novel nya lalu Axel duduk di sebelah Alexa. "Novel apa tuh? Novel bokep ya?"

Alexa kini menatap tajam Axel, "Sembarangan lo kalo ngomong Xel. Baru aja tadi gue ketemu sama malaikat, eh kenapa sekarang malah ketemu sama iblis ya?" sindir Alexa.

"Malaikat? Siapa?"

"Alex lah."

Axel menahan tawa, "Oh jadi lo suka sama Alex sampe bilang dia malaikat segala? Bilangin ahh,"

Alexa membulatkan matanya, "Apaan sih, gue ngga suka kok sama Alex,"

"Buktinya lo bilang dia malaikat,"

"Itu kan cuma perumpamaan. Semua orang kalo liat Alex sama lo pasti kayak liat malaikat sama iblis,"

"Songong lo ngatain gue iblis, gini-gini gue juga baik kali," ucap Axel membanggakan dirinya.

"Cih, baik darimana? Bikin orang kesel mah iya,"

Axel hanya tertawa kecil melihat raut wajah Alexa yang kusut. Tiba-tiba pintu kelas terbuka, itu Rizka, ia menganga lebar melihat Alexa dan Axel hanya berduaan di kelas.

"Alexa?"

"Eh Riz, gue--"

"Nih duduk aja, bisa gatel-gatel gue kalo duduk deket si culun mulu." Axel langsung berdiri dari tempat duduk Rizka.

__

Pulang sekolah pun tiba, Alexa menekuk wajahnya sambil duduk di bangku taman. Siapa lagi kalau bukan ulah Tama? Keinginannya sedari tadi adalah pulang ke rumah, lalu mandi air hangat agar menyejukan pikirannya. Tapi, karena Tama sedang rapat OSIS, jadi diundur acara pulang sekolahnya.

"Alexa," suara berat itu membuat Alexa mendongakan kepala nya ke si sumber suara.

"Eh Alex hehe,"

"Kok ngga pulang?"

"Iya, ini nunggu Kak Tama rapat. Oh ya, kok lo udah keluar? Bukannya OSIS lagi rapat?" Alexa memicingkan matanya.

"Iya pengurus OSIS lama emang masih rapat, karena gue masih jadi calon, jadi udah pulang duluan." Jelas Alex lalu tersenyum.

"Ohh begitu hehe. Gue kira Kak Tama mau ngeboongin gue."

Alex terkekeh, "Ngga kok. Oh ya, daripada lo pulangnya kesorean, mending gue anter yuk."

Alexa hanya dapat mematung. Baru pertama kali, seorang lelaki tampan mau mengantarnya pulang.

****

jah alexa baper wakak.

BTW ANAKNYA LOUIS LUCU GILS. ITU ANAK DIA SAMA GUE .YA

28 Januari 2016

Alexa & AxelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang