Stalker ( 2 )!!

9.2K 576 4
                                    

"Jadi gitu ceritanya ? Jadi lo pernah dianterin Brian pulang" aku menggangguk mantap.

Aku dan Thata menunggu Brian keluar dari sekolah. Kita menunggu di mobil Thata supaya tidak ketahuan. Keren kan ideku !!

Sepuluh menit tlah berlalu, tidak ada tanda tanda Brian keluar dari gerbang sekolah. Thata sudah bosen menunggu di dalam mobil. Begitupun aku. Kita mengamati dari kaca mobil. Untung saja kaca mobil Thata filmnya gelap. Jadi gak keliatan deh dari luar.

"Tuh Brian Ve!" Thata memekik pelan. "Kok dia jalan sih gak bawa mobil" Thata heran.

"Tadi dia naik bis, ketemu tadi pagi sama gue" seruku tanpa memalingkan mataku ke Thata. Saat ini aku harus fokus ke Brian.

Brian terlihat menunggu seseorang di depan gerbang. Ternyata dia menunggu taksi. Brian masuk kedalam taksi dan pergi.

Thata mengkode supirnya untuk segera membuntuti. Mobil Thata beegerak pelan mengikuti taksi.

Setelah beberapa kali belok, akhirnya taksi itu berhenti. Tepat depan toko bunga. Brian keluar kemudian masuk ke toko. Kita hanya menunggu di dalam mobil dengan was was.

"Menurut lo dia beliin bunga siapa Ve ?" Thata mulai bertanya penasaran.

"Pacarnya mungkin" jawabku ngasal.

"Aaah~ cuek cuek gitu ternyata dia romantis juga ya Ve" Thata mulai alay. Ku jitak kepalanya biar dia sadar.

"Fokuuuss!!" Tegasku ke Thata
Thata mengangguk paham.

Brian keluar dari toko bunga membawa sebucket mawar merah. Lalu masuk ke taksi lagi. Dan tentunya kita membuntuti.

"Mawar merah Ve... " bisik Thata. "Beruntung banget cewek itu"

Aku hanya mendengus mendengar omongan Thata. Bagaimana bisa dia bilang seperti itu.

Taksi Brian berhenti di depan gang sebuah komplek. Bukan perumahan elit seperti kompleks rumahnya. Lebih tepat di katakan kelas menengah cenderung kebawah.

Brian keluar dari taksi kemudian berjalan memasuki gang tersebut. Aku kemudian ikut keluar dari mobil.

"Gue mau buntutin dia, lo disini aja, awasin itu taksi, kabarin kalo ada sesuatu. Oke ?" Instruksiku pada Thata. Thata mengangguk paham.

Aku segera berlari masuk ke gang dimana Brian masuk. Aku menemukan Brian ! Dia berjalan santai menuju suatu tempat. Entah tempat apa itu. Yang pasti dia akaan menemui seseorang. Dan memberikan sebucket mawar merah. Aku sampai ingin muntah memikirkannya.

Brian masuk ke TPU yah makam. Aku sampai terkejut dibuatnya.

Makam ? Makam siapa yang dia kunjungi ?

Aku mengendap endap mengikuti Brian ke makam. Aku sembunyi di balik pohon besar. Ku lihat dia sedang berjongkok di sebuah makam. Dia mengatakan sesuatu yang tak bisa kutebak itu apa. Tempatku terlalu jauh untuk mendengar.

Sekitar 5 menit Brian mengelus nisan makam yang entah siapa yang terkubur disana. Kemudian dia berdiri. Aku kembali sembunyi.

Kulihat Brian keluar dari makam. Ini saat yang aman untuk keluar dari persembunyian. Aku melangkah menuju makam tadi.

Julia Arfani

Nama itu tertulis di batu nisannya. Empat tahun yang lalu dia meninggal. Dia sudah berusia sekitar 34 tahun. Setidaknya itu perhitunganku menurut tanggal di nisannya.

Aku melihat ke makam itu, banyak sekali bucket mawar merah layu, mungkin itu sisa pemberian Brian. Banyak sekali pertanyaan di otakku.

"siapa sebenarnya wanita ini? Apa hubungannya dengan Brian? Jika dia keluarganya. Kenapa dia di makamkan di kompleks biasa seperti ini. Siapa dia, sampai Brian selalu mengunjunginya?? "

Dream CatcherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang