Namaku Luna, panjangnya Luna Fatima Nasution. Aku tinggal di kota Jakarta. Kota yang panas, kamu pasti tahu. Tapi, aku cinta kota ini. Aku dilahirkan di Jakarta tepatnya di salah satu RS di Jakarta Selatan pada 21 Juli 1996. Masa kecil hingga dewasa sampai saat ini, aku habiskan di kota ini.
Aku ceritakan tentang keluargaku sedikit ya. Ibuku, Widya Marini. Dia seorang Kepala Sekolah di salah satu SMP terkenal di Jakarta Timur. Dia baru saja dipindahkan dari SMP-nya terdahulu di Jakarta Selatan. Ibuku orangnya gaul, pintar, hebat. Dia Superwoman banget deh buatku. Dia lahir di kota Yogyakarta.
Ibuku suka melukis. Ibu punya banyak kanvas yang selalu tersedia di gudang. Sebagian dari lukisan yang menghiasi dindingku adalah lukisan Ibu dan Nenek. Nenek bilang, dulu Ibu pernah menjadi Juara 1 Melukis tingkat Kota Yogyakarta. Ibu juga pintar memainkan piano. Ibu bisa memainkan Symphony No. 9 gubahan Beethoven. Mungkin menurutmu itu biasa saja, tapi menurutku itu keren. Ibu juga punya suara yang bagus. Kalau dia mandi, pasti kamu mendengar suaranya. Merdu.
Ayahku, Sofyan Nasution. Dia seorang pengusaha kayu. Dia lahir di Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Aku gak terlalu sering ketemu dia. Paling cuma 6 bulan sekali. Ya, begitu deh. Ayahku sangat sibuk. Tapi, aku mencintainya. Ayahku pernah bilang, "Jangan sia-siakan waktumu. Gunakan waktumu sebaik mungkin." Ayahku seorang yang bijak, dia penyayang keluarga, dia selalu memberiku nasihat yang terbaik.
Oh iya, aku punya 1 kakak lelaki dan 1 adik perempuan. Kakakku bernama Geraldi Putra Nasution. Dia tinggal di Amerika Serikat bersama keluarga kecilnya. Dia baru menikah 2010. Dia terakhir pulang ke Indonesia pada tahun 2013 untuk merayakan Tahun Baru.
Adikku bernama Namira Maharani Nasution. Dia sedang duduk di bangku SMP kelas 9. Dia sering bercerita kepadaku tentang pacarnya. Cerita gembira banget sampai sedih banget. Memang ya, anak SMP sekarang sudah mengenal cinta-cintaan. Hahaha.
-----
Mengenai tempat tinggalku, aku tinggal di dekat sekolahku tepatnya di Jalan Praja Dalam. Rumahku tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil. Rumah kami berasitektur minimalis. Pagarnya diwarnai dengan warna hitam. Ada 5 kamar tidur. Kamar untuk Ayah dan Ibu, Kakakku Aldi, Aku, Adikku Namira dan Mbak Salimah. Mbak Salimah itu ART-ku. Dia baik banget. Sudah bekerja di rumahku sejak aku kelas 6 SD. Oh iya, biar kamu tahu, kamar Mas Aldi kosong. Paling cuman diisi jika ada saudara yang menginap. Kamarku juga kosong sih, tapi aku sering pulang setiap Minggu.
Selain itu, di halaman depan rumah terdapat pohon dengan ukuran sedang, tanaman Jeruk, tanaman Pucuk Merah, bunga Melati, dan tanaman lain yang kurang ku ketahui namanya. Pokoknya asri deh halaman depanku. Di halaman belakang, terdapat kolam renang. Tidak terlalu besar. Ada gazebo juga, dulu aku pernah diajarkan gitar oleh Ayah disitu. Tapi aku kurang suka, jadi gak pernah diajarkan oleh Ayah lagi deh. Hehe. Disitu juga terdapat, air mancur beserta kolam ikan. Ayah yang pelihara. Katanya, untuk memperindah taman.
-----
Sekarang, aku sedang melanjutkan studiku di salah satu Universitas di Depok. Dulu, aku bersekolah di salah satu SMA Negeri yang cukup terkenal di wilayah Jakarta Selatan. Letaknya di Kebayoran Lama. Kata orang-orang, sekolah ini serem karena deket kuburan. Ah, tapi aku gak pernah ketemu hantu di sekolahku. Sekolahku kan ramai, dekat rel. Sehingga, hantunya gak jadi terus untuk menakut-nakuti orang karena terlalu berisik. Hehehe.
Menurutku, sekolah ini adalah sekolah yang menyimpan banyak sekali kenangannya. Kenangan masa SMA yang enggan untuk dilupakan karena terlalu indah. Bangunan sekolah ini sudah dicat dengan warna hijau. Dulu sekolah ini berwarna abu-abu. Jika kamu masuk ke sekolah ini, dilapangannya terdapat pohon besar yang mengelilingi halamannya. Dari lobby, terdapat tangga disebelah kiri. Ada 3 lantai terhitung mulai dari lantai dasar, lantai pertama, dan lantai kedua. Di sekolahku juga terdapat Masjid yang cukup untuk menampung siswa jika ada kegiatan rohani.
Di depan sekolahku, terdapat Pos Satpam dan pepohonan besar. Di situ juga ada Climbing Wall untuk ekstrakurikuler pencinta alam. Di seberang sekolahku terdapat Minimarket. Dulu, anak-anak kalau pas perayaan hari besar seperti Hari Guru Nasional ada yang cabut untuk membeli sesuatu di Minimarket tersebut. Di sebelah sekolahku juga terdapat tongkrongan. Banyak cerita deh di tongkrongan itu. Nanti akan kuceritakan.
-----
Aku sedang berada di kursi sambil melihat pemandangan kota Depok yang sedang diguyur hujan. Setiap aku melihat wanita yang sedang berpelukan dengan pacarnya, aku selalu teringat dengan masa SMA-ku yang indah. Indah banget sampai aku tulis setiap hari. Kamu mau kan dengar ceritaku? Cerita masa SMA yang penuh dengan kasih sayang? Masa SMA yang penuh kegembiraan? Masa SMA yang penuh kesedihan? Campur aduk, deh!
Yuk, kita mulai!
-----
ESTÁS LEYENDO
Rindu
Novela Juvenil"Aku rindu." ucap Rega di telepon. "Rindu siapa?" "Kamu. Iya, kamu. Yang sedang disana. Yang sedang aku rindui." Aku tersenyum. Rega membawa hatiku melayang di langit sana tetapi meninggalkan tubuhku di kasur. Tuhan, aku menyukainya. Bahkan bisa dib...
