Part 7 - Dark Hell

10.4K 878 31
                                        

Ini VERSI CETAK
UNTUK ORDER BUKU, HUB : DANIELLA_DL
.
.

Author : Aphrodite_Themis / Anya

Genre : Action

Rate : 21 +

Warning : Full kekerasan / Penculikan / Pembunuhan / Sugar Daddy / BoyLove

.
.

Never Dare Leave Me, My Witness

.

VIETNAM

Dark Hell, itu sebutan yang diam-diam sering diberikan para trainer yang tidak pernah menginjakkan kaki di istana angkar berwarna suram tempat tinggal ketua Black Dragon yang sangat misterius dan merasa penasaran seperti apa bagian dalam tempat yang berukuran super luas itu karena bagian luar istana besar itu tampak begitu mengerikan dengan sepasang patung naga yang seperti menyeringai kejam dengan lidah yang terjulur. Sepanjang usia mereka, kedua namja yang sedang menyusuri lorong panjang dengan obor yang menyala terang disisi kiri dan kanan itu tidak pernah sekalipun diizinkan masuk ke tempat ini walaupun appa Chansung, Hwang Min merupakan salah satu orang kepercayaan sang ketua. Penjagaan selalu ketat dengan CCTV diseluruh area terlarang itu.

Changmin melihat sekeliling lorong itu dengan sebersit rasa takut, mungkin karena suasana mencekam tempat ini. Sejak dari pintu depan yang dijaga oleh sejumlah pengawal asing bersenjata lengkap hingga lorong yang terasa tak berujung ini, tidak satupun suara yang dikeluarkan oleh namja berekspresi datar yang sedang memimpin langkah mereka. "Sebenarnya mau dibawa kemana kita?"bisik Changmin hampir tak terdengar, ujung mata namja bertubuh tinggi kurus itu melirik sahabatnya yang juga terlihat gamang.

Hampir tak terlihat Chansung mengangkat bahunya,"Tidak tahu."bisiknya pelan. Suasana mencekam dan udara dingin yang berhembus dari celah dinding membuatnya bergedik. Tempat ini sangat berbeda dengan tempat dirinya dan Changmin tumbuh besar bersama para trainer lain. Dia sudah mencoba bertanya pada appa-nya tujuan dari kedatangan tangan kanan ketua Black Dragon sebelum mengikuti tangan kanan ketua Jung itu.

.

"Kami mau dibawa kemana appa? Kenapa mendadak sekali? Kami bahkan belum berumur 21 tahun!"

Mata tajam Hwang Min menatap sekilas pada wajah putranya yang terlihat tegang dan masih penuh keringat karena pertarungan dengan Ok Taecyeon beberapa saat yang lalu. Dirinya merasa bangga pada putra semata wayangnya ini. Pilihannya untuk ikut organisasi Jung's ternyata tidaklah sepenuhnya salah. Putranya tumbuh menjadi namja kuat dan sekarang terpilih untuk tugas penting.

"Lakukan saja apa yang diperintahkan tuan Ok! Mulai saat ini kau dan juga Changmin harus belajar mengendalikan emosi dan sifat kekanakkan kalian. Jadilah namja yang bisa kubanggakan. Kalian berdua adalah orang yang terpilih bahkan sebelum saatnya, hargai itu!"namja ahli bela diri itu melayangkan tatapan tajam pada sahabat putranya yang sedang bersandar dipintu kamar yang mereka tempati sejak kecil.

Changmin mendesah pelan seraya mengusap rambutnya yang basah karena keringat, banyak yang ingin dia tanyakan pada namja Hwang yang sudah berjasa membesarkannya setelah sang appa tewas dalam menjalankan tugas Jung's. "Haruskah kami pergi sekarang? Ahjussi tidak akan mendampingi kami?" Chansung mengangguk cepat menyetujui pertanyaan sahabatnya, namun hanya mendapat gelengan tegas dari Hwang Min.

"Tapi appa....Setidaknya jelaskan padaku, kenapa ketua membutuhkan pengawal berusia remaja? Kenapa aku dan Chwang harus mampu melawan banyak musuh?"tanya Chansung lagi yang tidak puas dengan jawaban berbelit sang appa. "Ini aneh dan tidak pernah terjadi, appa!"

Changmin mengangguk pelan menyetujui pertanyaan sahabatnya itu. Dia juga merasa aneh, ini memang tidak pernah terjadi sebelumnya. "Apa kami akan dijual? Sebagai tentara bayaran, mungkin?"tebak Changmin asal, tidak peduli pada wajah Chansung yang sudah memucat.

"Appa.."jerit Chansung nyaring.

Tawa Hwang Min memenuhi ruangan itu, apalagi saat dilihatnya wajah putranya itu sudah berubah pucat. "Kalian berdua terlalu banyak membaca komik tak berguna itu!"ujarnya seraya meninggalkan kamar itu, langkah namja yang masih gagah diusia 40 tahun terhenti diambang pintu,"Jangan bertingkah seperti anak kecil lagi! Mulai saat ini kalian harus belajar bertanggung jawab dan bekerja sebaik mungkin untuk Jung's."

"Appa!!! Jelaskan dulu pada kami!"

.

Lamunan Chansung terhenti bersamaan dengan derap langkah kaki tegas Ok Taecyeon didepan sebuah dinding yang sama persis dengan dinding lainnya. 'Kenapa dia berhenti? Tidak ada apapun di lorong ini selain dinding berwarna abu dan bau aneh.'pikir Chansung dalam hati. Bulu kuduknya berdiri dan tanpa sadar dia meremas kuat tangan Changmin yang ada disampingnya, bisa dirasakannya tangan sahabatnya itu juga begitu dingin. 'Apa kami akan dibunuh? Tidakkkkk...Aku bahkan belum sempat ke Jepang atau ke Amerika! Aku masih ingin nonton NBA!'panik Chansung dalam hati.

Apa yang mereka lihat setelahnya benar-benar mengejutkan kedua remaja bertubuh tinggi yang saling meremas tangan untuk berbagi kekuatan dan ketakutan itu. Ok Taecyeon memasukkan jari telunjuknya pada salah satu tulisan aneh didinding dan seketika dinding itu bergeser keatas. Lorong panjang lain kembali terlihat!

Kali ini sepanjang lorong itu dipenuhi anak panah yang siap menembus tubuh siapa pun yang melaluinya tanpa izin. Mereka melihat Ok Taecyeon kembali menekan tombol kecil yang hampir tak terlihat disalah satu dinding sebelah kiri dan otomatis panah-panah itu menghilang dan jalan itu siap dilalui.

"Ingat baik-baik jalan yang kalian lalui tadi dan jika kalian mengatakan pada siapa pun tempat ini, maka aku tidak menjamin kalian akan melihat matahari esok hari!"suara berat Ok Taecyeon membuyarkan semua rasa takjub kedua remaja itu yang langsung mengangguk cepat, tanda mereka mengerti.

Tanpa berkata apapun lagi, Taecyeon kembali melanjutkan langkahnya diikuti kedua remaja itu dan pintu dibelakangnya kembali tertutup. Setelah beberapa menit, Taecyeon kembali berhenti dan memasukkan sederetan kode pada pintu besi yang tampak sangat kokoh.

BIPP...BIPP...

Setelah bunyi kecil itu, pintu terbuka. "Masuklah, ketua sudah menunggu kalian!"perintahnya pada kedua remaja tangguh yang hampir mengalahkannya itu. Taecyeon tahu ketakutan membayangi kedua remaja itu, terlihat jelas dari raut tegang yang mewarnai wajah tampan mereka. Ini pertama kali kedua remaja itu menginjakkan kaki di rumah utama Jung's dan langsung harus menemui Jung Yunho, sang ketua Black Dragon!

.

.

.

.

TBC ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Note Author : Lazy Monday 😴😴😴

Mampir ya kalian ke Love Trap ( sebelum gw hapus story itu 😉 ) yang kepo sama action Jung pasti suka sih 😍

MY LOVELY WITNESSTahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon