Prolog

15 3 0
                                        

Saat itu, pemuda itu mengira hidupnya sedang dipermainkan.

Sekelompok orang asing datang menjemputnya, memanggilnya dengan sebutan yang bahkan terdengar konyol di telinganya.

"Yang Mulia Pangeran."

Ia tertawa, mengira ini semua hanyalah lelucon belaka.

Sampai sebuah kalimat membuat tawanya berhenti.

"Mari pulang Pangeran, keluarga Anda sudah sangat khawatir menunggu Anda."

Pulang? Ke mana?
Keluarga? Apalagi ini, kata asing yang tak pernah sanggup ia impikan.

Sebab, sejauh yang pemuda itu tahu...

"Dia tidak pernah memiliki rumah untuk pulang dan keluarga yang menunggunya."


Hai guys, ini cerita pertama aku. Mohon dukungannya ya, jangan lupa vote dan komen. Kalo suka sama ceritanya jangan lupa rekomendasiin cerita aku ya.
Happy reading semuanya 💕

Crown Between the WorldsHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora