prolog

1 1 1
                                        

Setelah sibuk menenangkan bocah kecil berusia 4 tahun itu laki laki yang sedang memangku bocah itu kini terduduk dengan sedikit tenang.

"Daddy jahat!" Bocah itu berteriak memukul lengan Daddy nya.

"Daddy kan gak sengaja mecahin nya mana Daddy tau kalo itu bisa pecah."

"Daddy gak sayang aku, aku bilangin ke momy hiks."

"Iya nanti Daddy ganti mainan dumling kamu itu."

"Aku udah nungguin itu lama daddy."

"Daddy minta maaf sayang udah ya jangan nangis lagi bentar lagi momy pulang." Laki laki itu memohon dengan sabar

Beberapa saat yang lalu dirinya membuat mainan boneka gelembung berbentuk dampling mirip putri nya itu meledak karena dia terlalu keras menekan boneka itu.

"Momy pulang."

"Momy!."

"Hati hati."

Bocah itu bergegas turun menghampiri sang momy yang sedang menaruh tas belanja nya.
Sebelum sang momy sempat berjalan ke dapur sosok kecil itu sudah memeluk pinggangnya dengan tangisan pilu.

"Sayang kenapa?" Sosok lembut itu mengendong bocah yang tengah menangis sembari mengelus punggung kecilnya.

"Daddy jahat momy hiks dia gak sayang aku."

Perempuan itu menatap suaminya yang meringis pasrah.

"Aku gak sengaja ngerusakin mainan dampling dia, aku udah pesenin yang baru tapi dia terus nangis."

"Cup cup cup, gak papa sayang Daddy gak sengaja Daddy juga udah minta maaf."

"Mainan aku rusak momy."

"Daddy bilang dia bakal ganti mainan nya udah ya jangan nangis lagi."

Dia duduk dengan bocah kecil yang masih menangis di pangkuan nya.

"Daddy sama momy gak sayang aku." Dia masih terus mengamuk.

"Itu gak bener sayang. Kamu adalah bukti kasih sayang momy sama Daddy."

"Momy benar kamu adalah bukti hadia terbaik yang Tuhan kasih buat Daddy sama momy."

"Beneran? Tapi mainan aku."

"Sayang kamu tau terkadang emosi itu gak bagus kamu boleh kesel karena mainan kamu rusak, tapi Daddy udah minta maaf Daddy juga udah beliin yang baru."

"Hiks...hiks... Iya momy."

"Kamu tau sayang orang yang mau mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf dengan layak dia pantas di berikan kesempatan kamu mau kan maafin Daddy?"

"Iya aku mau maafin Daddy, tapi Daddy janji ya gak boleh ngerusak mainan aku lagi." Jari kelingking kecilnya terulur ke arah Daddy yang dengan cepat menyambutnya dengan gembira.

"Daddy janji akan lebih hati-hati agar tidak buat kamu sama Momy terluka lagi."

"Momy aku ngantuk."

_____________________

Cekle....

"Usssttt.....dia baru aja tidur."

"Dia pasti kecewa banget sama aku." Laki laki itu mengelus lembut kepala mungil anak nya.

"Dia udah maafin kamu."

"Aku beruntung banget punya kalian berdua. makasih udah kasih aku kesempatan kedua."

"Kamu tau waktu itu aku pikir kamu udah gak mau aku lagi."

"Waktu itu aku yang salah, aku yang telat nyadar perasaan aku ke kamu. Kali ini aku bakal buktiin ke kamu, buat kamu bahagia terus sampai nanti tuhan ngambil aku."

"Kalo gitu aku akan terus di samping kamu, nemenin kamu dukung kamu agar kamu tetap kuat buat keluarga kecil kita."

"Kamu tau, saat pertama kamu datang aku sadar kalo aku udah jatuh cinta sama kamu Naira Senja."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: 5 days ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

LOVE MEStories to obsess over. Discover now