“Kita putus!”
Pemuda mengenakan jaket hitam yang dipadukan dengan kaos oblong putih dan jeans biru berdiri di depan Natasha yang menatapnya dengan wajah sendu.
“Aku nggak mau putus!” seru Natasha.
“Lo nggak punya pilihan. Kita harus putus,” jawab pria bernama Gavin itu.
“Kenapa?” tanya Natasha.
“Karena Marissa hamil. Gua harus tanggung jawab,” ungkap Gavin enteng.
“TEGA YA LO! Kenapa lo harus hamilin dia? Gue sayang sama lo!!”
“Itu karena lo nggak bisa dipake! Makanya jangan sok suci jadi cewek! Kalo gue pengen tuh diturutin. Sekarang nyesel kan lo?” tampik Gavin.
Natasha terdiam, kepalanya menunduk. “Gue yang salah. Salah karena mikir lo tulus sama gue. Nyatanya lo sama aja kayak bokap gue,” tuturnya.
“Tuh lo tahu. Lagian anak yang papanya punya riwayat selingkuh pasti bakal dapet cowok tukang selingkuh juga. Dan satu lagi, semua cowok di muka bumi ini selingkuh,” ucap Gavin.
Natasha mendongak, matanya berlinang air mata dan tampak memerah. “Lo salah. Ada laki-laki setia tapi bukan lo maupun bokap gue.”
Natasha berbalik, membelakangi Gavin. “Semoga anak lo nanti ngerasain penderitaan yang sama,” ucapnya.
Natasha melangkah menjauh, meninggalkan Gavin yang menyeringai lebar memandangi kepergiannya.
**
Natasha berbaring di kasur, menatap langit-langit kamar dengan hati hampa. Tangannya terulur, menutupi cahaya lampu yang menyinari wajahnya.
“Di kehidupan yang panjang ini gue harus ngerasain berkali-kali dikhianati, bahkan sama papa gue sendiri.”
Natasha menghela napas, air mata menetes mengenai seprai kasur. Perlahan tubuhnya bangkit, dan melangkah menuju kaca. Dia mematung, meratapi pantulan dirinya.
Ceklek!
Pintu terbuka, seorang pemuda berwajah tampan dengan tubuh tinggi berdiri di ambang pintu.
“Dek, makan dulu. Sekalian ada yang mau diomongin sama si kakek,” ucap Damar—kakak kandung Natasha.
“Oke,” ucap Natasha singkat.
Natasha berjalan lunglai melewati Damar yang mengernyit kebingungan.
Napa tuh bocah? Tumben lesu banget.
Damar berjalan mengikuti adiknya yang tampak seperti mayat hidup.
***
“Malam ini ada yang mau kakek bicarain sama Nata,” ucap Darsono.
“Bicarain apa sih?” tanya Natasha.
Tangannya sibuk memainkan pisau daging, lalu melahap potongan kecil daging itu dengan malas.
“Kakek mau nikahin kamu sama cucunya sahabat kakek. Namanya Arga Sonohara,” jawab Darsono.
Seketika minuman soda muncrat dari mulut Damar. “NIKAH? Nata masih kecil, Kek. Damar aja belum nikah. Masa Nata disuruh nikah?” protesnya.
“Nggak sopan kamu, Damar! Emangnya kenapa kalau menikah muda? Dulu Mama kalian juga nikah muda,” ucap Darsono dengan suara meninggi.
“Tapi ujung-ujungnya cerai kan. Kakek mau nasib aku kayak Mommy? Kakek tuh kenapa kuno banget sih? Mommy jadi janda gara-gara kakek salah pilih mantu. Andai kakek nggak jodohin Mommy pasti dia nggak jadi janda dengan anak dua,” tutur Natasha.
YOU ARE READING
Suami Pilihan Kakek.
Romance"Apa? Nikah? Aku masih kelas 11 SMA, Kek!" Natasha. "Terus kenapa? Kamu masih bisa tetap sekolah biarpun udah nikah! Lagi pula calon suamimu, Arga Sonohara juga masih SMA. Kalian bisa satu sekolah," ucap kakeknya. ~~ Natasha Gandaria Wiguna, anak...
