Bab 1 - Hujan Penghenti Waktu

17 3 0
                                        

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, disusul suara riuh siswa yang berhamburan keluar kelas.

Koridor SMA Black Moon Academy langsung dipenuhi obrolan, tawa, dan langkah kaki yang saling bersahutan.

Di kelas XI-2, tersisa beberapa siswa termasuk lima gadis bersahabat yang masih sibuk merapikan barang masing-masing.

Aurelisse Prysca masih sibuk menutup ritsleting tasnya yang terlihat jauh lebih banyak barangnya dibandingkan teman-temannya.

Revantia melirik sekilas. "Buset, Rel. Tas lo isinya apaan sih? Rumah pindah?"

Aurelisse mendengus. "Daripada nanti butuh malah gak ada."

Jessara langsung menyambar. "Gue penasaran deh."

Tanpa izin, Jessara membuka sedikit tas Aurelisse.

"..."

"..."

"Lah?"

"Lo bawa payung dua."

"Iya."

"Ada obat-obatan juga."

"Iya."

"Powerbank."

"Iya."

Revantia langsung tertawa keras.

"Anjir... besok jangan-jangan lo bawa kompor."

"Gak mungkin dong."

"Siapa tahu gitu"

Jessara memegang bahu Aurelisse.

"Rel..."

"Iya?"

"Lo manusia apa survival kit?"

Tawa mereka pecah memenuhi kelas.

Di sudut ruangan, Yenaris hanya menggeleng pelan sambil tersenyum kecil.

"Kalian emang gak ada obat."

Adelyne yang sejak tadi masih membaca buku menutup bukunya perlahan.

"Secara statistik, kemungkinan barang yang dibawa Aurell bakal terpakai. Buktinya kan kita suka pinjam"

Revantia mengangguk setuju.

"Nah kan."

"Tapi kalau suatu saat benar-benar dibutuhkan dan gak ada orang lain yang bawa..."

Adelyne menatap Aurelisse. "...dia yang paling siap."

Aurelisse tersenyum bangga. "Tuh. Dengerin kata Adel"

Revantia menghela napas. "Yaudah deh, kali ini gue kalah debat."

Jessara tiba-tiba menepuk meja.

"Eh, pulang yuk! Gue laper."

"Kaget tahu Jess..." gumam Yenaris.

Mereka pun berjalan keluar kelas bersama seperti biasa.

────────

Di halaman sekolah...

Revantia berjalan paling depan.

Jessara sibuk menceritakan video misteri yang baru ditontonnya semalam.

"Terus katanya ada pintu ke dunia lain."

Revantia langsung menyahut. "Lo percaya begituan?"

"Seru aja. Lagian lo kan bisa lihat hantu"

"Ya bisa. Tapi kalau ada beneran?"

"Gue masuk."

"Gila lo."

The Five Chosen : Chronicles of EldoriaStories to obsess over. Discover now