Pagi hari di rumah keluarga Armstrong.
Cup
"Good morning" bisik Deepika lalu mencium pipi anak kesayangan nya yang baru saja pulang setelah menyelesaikan pendidikan di Prancis
"Emmm Good morning mama" jawab becky
"Sayang mama tidak tega membangunkan mu tetapi ini sudah siang kau harus makan setelah itu istirahat dan nanti lanjut tidur lagi" ucap Deepika
"iya mama sayang tidak apa apa terimakasih sudah membangunkanku" jawab becky melihat ibunya
"Mama aku melihat seseorang di luar tadi dia masih terlihat muda siapa dia" tanya becky hal itu membuat Deepika mengerutkan kening berpikir siapa yang anaknya bicarakan karena memang di rumah nya rata rata pegawai masih muda hampir seumuran dengan anak nya juga
"mama tidak tau sayang siapa memang karena ada banyak termasuk pria yang membersihkan halaman rumah kita" ucap Deepika
"dia memiliki rambut sampai bahu terlihat cantik tapi tampan juga kulit nya putih" ucap becky
"owhh hahaha itu freen sayang" jawab Deepika
"freen ohhh" ucap becky
"Dia dan ibunya memang kerja di rumah kita freen juga kerja ya dia memasak membersihkan dapur apapun dia bisa" jawab Deepika
"sungguh hebat dia sama sekali tidak malu melakukan itu" ucap becky
"kenapa harus malu ini pekerjaan yang tidak kriminal atau merugikan negara di jaman sekarang rasanya lebih baik kita melakukan pekerjaan apapun daripada hidup dengan ekonomi yang sulit sayang" ucap Deepika
"iya mama benar itu artinya sekarang freen ada di bawah dia masak kan" ucap becky
"iya sayang tugas nya sekarang cukup banyak karena ibunya mama kirim ke rumah sepupu mu dia kecelakaan jadi mama ingin agar ajuma berada di sana selama. Beberapa hari untuk menjaga sepupu mu" ucap Deepika
"dia selalu merepotkan kita" ucap becky
"hahah jangan begitu dia sepupu mu ya sudah turun ke bawah ya mama tunggu kalau nanti mama tidak ada mungkin mama pergi keluar sebentar ada barang yang harus mama ambil sekalian mau lihat perkembangan restoran kita" ucap Deepika
"oke mama" jawab becky
Cup
"Mama mencintaimu" ucap Deepika lalu pergi setelah mencium bibir anaknya
"aku juga" jawab becky
becky melihat langit langit kamar dia baru tiga hari di rumah dan orang itu selalu saja mencuri perhatian nya mungkin karena freen itu berbeda
"aku harus keluar untuk melihat nya" ucap becky
sementara itu di dapur freen sedang memotong buah agar nanti ketika bos nya ingin makan itu sudah di potong agar mereka tidak perlu memotong nya sendiri, freen memang di kenal sebagai orang yang rajin mengerjakan pekerjaan rumah bahkan Deepika begitu menyukai nya
Freen anak yang jujur bahkan ketika menemukan uang atau perhiasan yang tidak sengaja dia temukan freen selalu memberikan nya
"kapan aku berhenti menjadi pembantu ya tuhan apakah seumur hidup tapi meski aku sudah memiliki rumah dari hasil kerja ini rasanya aku akan terus menjadi pembantu karena inilah pekerjaan yang memberikan ku gaji besar belum tentu di luar sana aku mendapatkan gaji seperti ini apalagi dengan pendidikan yang rendah akan sulit mencari pekerjaan" ucap freen
Plakk
"tidak freen kau harus banyak bersyukur" ucap freen menampar wajahnya sendiri agar tidak terlalu sering mengeluh meratapi nasib nya sendiri
"emm kenapa kau menampar dirimu sendiri" ucap becky yang sedari tadi memperhatikan freen dia tidak mendengar apa yang freen katakan hanya saja melihat freen menampar wajahnya sendiri itu membuat becky kebingungan
"nona emm tidak hehe ada nyamuk" jawab freen yang malu tiba-tiba terpergok bertingkah aneh
"nyamuk hmmm rumah ini ada nyamuk panggil orang untuk membasmi nya" ucap becky menghampiri freen lalu duduk di kursi meja makan
"hehe aku akan memanggilnya nanti emm nona mau apa biar saya buatkan" ucap freen
"aku mau buah yang kau potong itu" jawab becky
"baik nona sebentar" ucap freen lalu membawakan nya becky hanya tersenyum saja sambil berpikir apakah freen stress karena pekerjaan di rumah ini sampai mempengaruhi mental nya
"ini nona" ucap freen
"terimakasih" ucap becky lalu memakan nya
"sama sama kalau mau sesuatu katakan saja" jawab freen lalu kembali membersihkan dapur bekas dia memasak tadi karena nyonya Deepika tidak suka ketika dapur ini kotor meski sedikitpun
"nama mu freen" ucap becky
"iya nona" jawab freen sambil membersihkan meja
"kau masih muda berapa usia mu" ucap becky
"saya baru 25 tahun" jawab freen
"masih muda tapi kau lebih tua diriku karena aku berusia 22 tahun" ucap becky sementara freen hanya tersenyum saja kepada becky lalu kembali membersihkan dapur
"nona mau makan apa" tanya freen
"tidak nanti saja" jawab becky
"ngomong ngomong freen apa cita cita mu jika kau di beri kesempatan untuk mewujudkan keinginan terbesar mu" ucap becky
"emmm haha saya tidak tau harus menjawab apa tapi saya ingin duduk di kursi kebesaran memakai kemeja pulang dengan mobil meeting tapi itu hanya cita cita saat kecil setelah dewasa ternyata tidak semudah itu" ucap freen
"wow kau ingin menjadi pengusaha itu hebat semoga suatu saat nanti kau bisa menjadi pengusaha freen tidak ada yang tidak mungkin" ucap becky
"hahaha itu tidak mungkin nona bahkan pendidikan saya hanya sampai sekolah dasar" ucap freen
"tunggu ya setelah aku mendirikan perusahaan sendiri kau akan berkerja di sana kau tidak perlu harus kuliah s1 s2 tidak usah" ucap becky
"bagaimana caranya saya kan tidak mengerti apa apa nona" tanya freen
"aku yang akan menjadi guru mu aku akan mengajari mu untuk sekarang bersabar lah apalagi kau masih muda kan" ucap becky dia sengaja mengatakan ini agar freen lebih semangat lagi dan tentu saja becky juga akan mewujudkan itu
"iya nona terimakasih" ucap freen
"nona baik sekali" ucap freen
"terimakasih aku tidak baik, aku hanya tau bagaimana caranya memperlakukan seseorang yang menarik perhatianku" ucap becky
"nona bilang apa barusan" tanya freen
"apa? tidak aku tidak mengatakan apapun" ucap becky untung saja freen tidak mendengar nya
"owh iya nona" jawab freen
becky tersenyum lagi dan lagi melihat freen yang begitu menggemaskan lalu melahap buah nya
selama menempuh pendidikan becky memang beberapa kali menjalani hubungan dengan pria ataupun wanita dan karena pergaulan bebas becky sering kali mabuk tapi setelah di ketahui oleh saudara laki-laki nya yaitu Richard, becky memutuskan untuk berhenti melakukan kenakalan
untung saja Richard melindungi nama baik becky jadi sampai saat ini itu hanya menjadi rahasia becky bersama saudara nya saja sementara di depan keluarga dan kedua orang tuanya becky adalah anak baik dan anak perempuan kebanggaan
TBC
