Aroma kopi instan murah dan bau kertas dari tumpukan buku kuliah yang biasanya menyapa indra penciumannya mendadak lenyap.
Gadis itu mengerjap lambat, menatap langit-langit kamar bernuansa minimalis dan mewah dengan lampu gantung kristal yang elegan. Ini jelas bukan kamar apartemen sempitnya di pinggiran kota.
Ia mencoba duduk, namun denyutan tajam di pelipisnya memaksa gadis itu memegangi kepala. Bersamaan dengan rasa pening itu, jutaan ingatan asing berdesakan masuk melebur secara paksa dengan memorinya sendiri.
Memori tentang status sosial tingginya, gaun-gaun high fashion, kehidupan kuliahnya yang membosankan di luar membaca novel, dan satu nama yang mendadak membuat dadanya sesak: Christian Thorne.
Dengan napas yang sedikit terengah, ia beranjak dari tempat tidur berukuran king size dan melangkah menuju cermin berdiri di sudut kamar.
Pantulan di balik kaca itu bukan lagi wajah mahasiswi biasa yang semalam tertidur lelah karena membaca novel dark romance hingga larut malam di platform online gratis. Yang berdiri di sana adalah seorang wanita berparas jelita yang tajam, bermata dingin, dan memancarkan pesona yang mahal.
Ia telah masuk ke dalam tubuh Sierra Kensington.
Gila ... bisiknya pelan. Suara yang keluar dari tenggorokannya terdengar begitu halus dan berkelas.
Otaknya bergerak cepat menyambungkan ingatan dari novel yang dibacanya dengan memori milik pemilik tubuh ini. Tadi malam ... baru tadi malam peristiwa krusial itu terjadi.
Itu masih di bab awal novel.
Dalam alur aslinya, Christian Thorne pria berkuasa dengan pengaruh bisnis yang mematikan telah mengejar Sierra secara brutal dan posesif. Sierra yang asli sangat membenci tekanan itu.
Namun, setelah terus-menerus ditolak, Christian akhirnya berada di titik jenuh. Tadi malam, pria itu secara dingin menyatakan mundur dan mengakhiri hubungan mereka. Sierra yang asli tentu saja bersorak senang dan melangkah pergi tanpa penyesalan.
Sayangnya, kegembiraan itu tak bertahan lama.
Tak lama setelah Christian mundur, krisis keuangan menghantam perusahaan orang tua Sierra hingga berada di ambang kebangkrutan. Desakan ekonomi memaksa Sierra yang asli menelan ludahnya sendiri merangkak kembali mendekati Christian.
Masalahnya, saat itu Christian mulai tertarik pada sekretaris barunya, Rachel, meski pria itu masih dalam tahap denial dan bimbang.
Sierra memanfaatkan kebimbangan tersebut hingga berhasil mengikat Christian kembali dan menyingkirkan Rachel. Namun ketika Rachel benar-benar pergi, Christian baru menyadari perasaannya yang sebenarnya.
Kemarahan dan penyesalan pria itu berujung pada penyiksaan serta pembunuhan Sierra, sebelum akhirnya Christian dan Rachel hidup bahagia di atas penderitaannya.
Gadis itu menatap tajam pantulan dirinya di cermin.
Krisis keuangan keluarga Kensington mungkin akan segera terjadi. Jika ia berdiam diri dan menunggu seperti di cerita asli, ia hanya akan menjadi wanita menyedihkan yang menjilat ludah sendiri saat Christian sudah melirik wanita lain.
Tidak. Tidak akan.
Christian berpikir permainan di antara mereka sudah berakhir hanya karena pria itu menyatakan menyerah tadi malam?
Sierra menyunggingkan senyuman tipis yang sangat dingin di depan cermin.
Ia tak akan menjadi korban, dan ia tak akan membiarkan sekretaris itu mengambil celah sedikit pun. Jika dunia novel ini menuntutnya menjadi tokoh antagonis demi menyelamatkan masa depannya, maka ia akan menjadi antagonis yang sesungguhnya.
Ia sendiri yang akan mengejar Christian Thorne mulai pagi ini.
Ya mungkin.
Mari kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan dengan sikap dinginmu itu, Mr. Thorne. Aku akan menjadi pemegang kendali disini.
ESTÁS LEYENDO
Bound by Destiny
RomanceAturan Sierra untuk bertahan hidup: 1. Pura-pura cinta mati ke Christian. 2. Amankan aset dan modal bisnis keluarga. 3. Jangan pernah jatuh cinta dengan monster itu. 4. Kabur sebelum Christian jatuh cinta dengan sekretarisnya dan membunuh Sierr...
