PROLOG : Orion

50 5 0
                                        

Malam di Melbourne selalu terasa lebih tenang setelah tengah malam

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Malam di Melbourne selalu terasa lebih tenang setelah tengah malam. 

Kampus University of Melbourne hampir kosong.

Lampu-lampu gedung tua menyala lembut. 

Serena duduk di meja kecil di kamarnya.

Laptop terbuka.

Model bangunan kecil dari karton putih memenuhi meja kerjanya. 

Ia sudah menatap desain itu selama hampir dua jam.

Masih ada sesuatu yang terasa salah. 

Serena membuka browser.

Situs yang sama seperti biasanya muncul di layar. 

Forum arsitektur.

Tempat orang-orang dari berbagai negara berdiskusi tentang ruang, struktur, dan kota.

Serena tidak pernah menggunakan nama aslinya di sana. 

Usernamenya sederhana.

Orion.

Serena mengetik sesuatu. 

Ia berhenti beberapa detik. 

Lalu menekan tombol post. Tulisan itu muncul di forum...

Architecture is the only art people are forced to live inside.

Which means every building is an argument about how people should exist.

Serena bersandar di kursinya.

Biasanya tidak ada yang membalas dengan cepat. 

Namun malam itu... notifikasi muncul hampir segera. 

Satu balasan baru.

Username...

Astra.

Serena membuka balasan itu. 

Tulisan singkat.

Namun cukup untuk membuat Serena tersenyum kecil.

Or architecture is simply mathematics pretending to be empathy.

Serena mengangkat alis. 

Menarik.

Ia mulai mengetik lagi.

Mathematics doesn't explain why some spaces make people stay longer.

Beberapa detik kemudian balasan datang lagi.

Actually it does.

You're solving the wrong variable.

Serena tertawa kecil.

Ia menatap layar laptop.

Orang ini sangat menyebalkan. 

Dan sangat cerdas.

Serena mengetik...

And what variable am I missing, Astra?

Balasan datang. 

Cepat.

Movement.

You're designing space like people stand still. They don't.

Serena menatap layar beberapa detik. 

Kemudian ia berdiri.

Ia berjalan ke meja modelnya. 

Serena memutar model kecil itu.

Mengubah satu bagian kecil dari desainnya. 

Tiba-tiba... semuanya terasa lebih masuk akal. 

Serena kembali ke kursinya.

Ia mengetik satu kalimat terakhir.

You're annoyingly correct. 

Balasan muncul hampir langsung. 

Statistically likely.

Serena tersenyum kecil. 

Ia tidak tahu siapa Astra.

Ia tidak tahu di negara mana orang ini berada.

Ia bahkan tidak tahu apakah Astra seorang mahasiswa, profesor, atau hanya seseorang yang terlalu banyak membaca.

Namun malam itu Serena menyadari satu hal.

Percakapan ini... jauh lebih menarik daripada desain yang ia kerjakan selama dua jam terakhir.

Serena menutup laptopnya perlahan. 

Ia mematikan lampu meja.

Di luar jendela, kampus Melbourne tetap sunyi.

Serena tidak tahu bahwa orang yang baru saja ia ajak berdebat secara online... akan menjadi seseorang yang suatu hari akan ia temui di dunia nyata.

Seseorang yang akan memahami pikirannya lebih cepat daripada siapa pun.

Seseorang yang akan membuat hidupnya jauh lebih rumit daripada yang pernah ia rencanakan.

Dan seseorang yang suatu hari nanti... akan menghancurkan hatinya sebelum akhirnya menemukan jalan kembali.

 akan menghancurkan hatinya sebelum akhirnya menemukan jalan kembali

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Orion & AstraStories to obsess over. Discover now