Berbaik hatilah seseorang yang berada di balik sana, kembalilah kau wahai Carmilla namun kau harus membayarnya, sebelum kau kembali ke tempat yang amat indah di sana.
.
"Carmilla ... Carmilla ..."
Bisikan itu terdengar lirih, entah darimana asalnya aku sendiri tak tahu, entah mengapa aku sampai ke sini, dan siapa Carmilla? Siapa namaku? Entah siapa pun orang bernama Carmilla itu, aku tak pedul.
Tubuh ini melayang-layang bersama tubuh-tubuh lain, gelap, namun ku lihat setitik cahaya di atas sana. Di sebelahku, aku melihat seorang gadis berambut kepang dua, dia aneh, rambutnya memiliki dua warna, hitam dan putih.
Sedari tadi aku menyadari bahwa mungkin hanya aku yang tersadar, aku sendiri heran mengapa mereka tak tersadar, di sini dingin namun, aku sadar bahwa ruangan ini juga hangat.
"Carmilla ... Carmilla ..."
Suara itu terus berdatangan, entah ditujukan untuk siapa namun, suara itu sangat menggangguku.
"Apakah kau ingin hidup ... Carmilla ...?"
Di pikiranku muncul sosok wanita, rambutnya panjang menjuntai ke pundak, ia memakai jaket abu-abu gelap.
"Siapa kau? Siapa juga yang kau panggil?" tanyaku.
"Tak perlu tahu siapa aku, Carmilla, dan Carmilla adalah namamu," jawabnya.
Namaku? Carmilla? Apa ini? Siapa aku? Apa benar namaku adalah Carmilla? Dan siapa aku sebenarnya? Aku harus tahu.
"Kau mungkin bertanya Carmilla ..." katanya pelan "tapi kau harus menjawab pertanyaanku!" lanjutnya dengan suara yang menggema.
"Iya! Aku ingin!" jawabku tergesa-gesa.
"Selamat ... tinggal!"
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa!" teriakku.
Tali bening yang mengikat tubuhku melepas tubuh ini, melayang tinggi secepat kilat ke arah setitik cahaya yang bertambah terang setiap detiknya.
"Selamat menikmati kekuatan yang baru! Carmilla!"
...
Ingatan itu muncul begitu saja ketika aku melangkah pergi ke sekolah, ketika cahaya sang mentari yang lembut membelai wajahku, angin sepoi-sepoi menerpa wajahku.
Namaku, Carmilla, usiaku 17 tahun, kekuatanku adalah telekinesis, salah satu tingkat kekuatan tertinggi di dunia ini.
Aku tinggal di sebuah asrama sihir khusus telekinesis, di dunia ini setidaknya ada sekitar delapan asrama, asrama telekinesis, kehidupan, kematian, api, air, tanaman dan tanah, angin, dan sisa-sisa cabang dari kekuatan-kekuatan itu.
Sisa-sisa cabang kekuatan adalah kekuatan yang paling lemah, apa lagi jika cabang keempat atau bahkan kelima, tapi ada beberapa cabang spesial yang memiliki kelebihan, disebut cabang campuran. Biasanya campuran dari dua bahkan tiga kekuatan sekaligus, kekuatan ini bisa mengendalikan kekuatan yang diperlukan dua atau tiga orang dengan kekuatan berbeda agar bersatu.
Aku tinggal di sebuah asrama satu-satunya di sini, asrama purple akademik, asrama paling bergengsi di kota, bahkan dunia.
Asrama purple akademik adalah salah satu dari beberapa sekolah kekuatan bergengsi yang berbentuk komplek asrama, jika ditanya apakah sekolah kami sama jika berbeda kekuatan, bisa dibilang iya, tapi tidak juga menurutku.
"Carmilla!" panggil seorang temanku.
Tau betul aku siapa dia, bahkan dari suaranya, ia adalah Grace, teman baikku yang berasal dari asrama kehidupan, kekuatan yang cukup langka di dunia ini.
YOU ARE READING
Petualangan Carmilla
Fantasy[Ini adalah sequel yang tidak ada hubungannya dengan cerita sebelumnya] Cerita berlanjut ketika akhirnya Carmilla kembali ke dunia sebagai orang yang berbeda, di dunia yang sudah berubah pula. Namun, dunia itu tidak menjadi lebih maju, tetapi mundur...
