"A'an, lo kan pihak bawah nih, lo ngga pernah nganu apa?" Tanya Aldo pada Dean temannya.
Dean yang di sapa a'an pun menggeleng.
"Lo punya seme kan?" Tanya Aldo lagi.
"Padahal lo tau sendiri pacar gua si Sandi, kok masih nanya aja"
Kedua pihak bawah ini, kini tengah berada di sebuah taman. Mereka berdua bisa dibilang healing lah. Lagi pula, bosan jika seharian di rumah. Namun siapa sangka, pembahasan mereka justru seperti ini.
"Lo pernah nganu sama dia?"
"Ngga. Kan lo udah nanya itu diawal"
"Kenapa belum?. Dia ngga pernah ngajakin lo?" Tanya Aldo.
"Sering malah. Tapi, gua takut. Makanya ngga jadi-jadi ngewe" cicit Dean.
"Ah elo ngga asik. Enak tau An"
"Emang iya. Lo pernah?" Tanya Dean balik.
"Pernah lah. Gimana gua tau nya kalau gua sendiri belum coba" jawab Aldo.
"Sama Alvin?"
"Ya iyalah. Kan dia seme gua. Lo kira gua bakal ngejalang"
"Ya ngga gitu. Emang enak beneran?" Tanya Dean memastikan.
"Awal-awal emang sakit. Tapi, pas udah di pertengahan, behh nagih. Gua juga awalnya takut, gua nolak terus tiap Alvin ajak. Tapi, lama-lama gua kasian sama dia. Ya udah, akhirnya gua relain perjaka gua buat dia" jelas Aldo.
Dean tampak berfikir sejenak. Tiba-tiba dia teringat dengan Sandi. Kenapa tiba-tiba dia ngerasa bersalah begini ya
"Gua mau. Tapi gua juga takut sama Abang gua. Lo tau sendiri si Dewa marah nya kayak gimana. Gua jalan malam sama sandi aja, dia kudu ngintilin dari belakang" jelas Dean
"Owh iya, hampir lupa gua kalau lo punya Abang yang super protektif. Tapi, ngga mungkin juga kan, Abang lo ngikutin lo mulu. Milsalnya kayak hari ini. Lo bisa aja sekarang pergi kerumah sandi"
Dean kembali terdiam. Ayolah, dia masih takut.
"Saran gua, lo mending awal-awal main pake alat aja kalau takut. Coba-coba pemanasan sendiri"
"Emang ada?"
"Kudet banget kawan Gua. Ya ada lah. Sex toys udah banyak yang jual. Mau gua ajak ke toko tersembunyi nya ngga?" Aldo menaik turunkan alisnya. Teman yang patut di contoh.
Dean tampak ragu. Tapi Akhirnya dia mengangguk. Toh, dia lama-lama jadi penasaran juga.
"Ayok ikut gua"
Dean benar-benar mengikuti Aldo yang menyeret nya kesebuah gang gang kecil di belakang mall sebrang taman. Dean berharap mereka ingat jalan pulang setelah ini. Karna terlalu banyak gang yang mereka telusuri hingga.
"Ini tokonya"
Dean menatap toko mini didalam gang tersebut. Banyak pengunjung juga disana. Wahh Dean benar-benar jadul..
Dean kembali di seret. Aldo dengan sabar memperkenalkan alat-alat yang akan ia belikan untuk di coba oleh Dean. Seperti lube, vibrator, dan dildo kecil sebagai pemula. Setelah menjelaskan fungsinya, mereka benar-benar membelinya dan kembali keluar dari toko
"Ingat, olesin lube dulu yang banyak baru lo masuki ke hole lo"
"Iya-iya" Dean mengangguk paham.
"Gua harus pulang nih. Alvin mau ngajak main juga soalnya"
"Yudah. Gua juga mau pulang nih"
"Sampai jumpa besok. Ingat, ceritain rasanya setelah lo coba ok"
"Siap"
YOU ARE READING
SELAMAT MLM
General FictionKumpulan cerita pendek (MLM) tangan nya jangan nakal ya, sayang. gua ngga butuh apa-apa, yang penting lu pada, anteng aja bacanya.
