Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Kenapa Enak ( 21+)

9 0 0
                                        


"Kenapa sangat enak?" herannya. Padahal ia sudah meyakinkan diri sendiri untuk tidak gila seperti sahabatnya tapi nampaknya Anastasya sudah termakan oleh ucapannya sendiri di mana dirinya yang semalam kenikmatan dengan penyatuan tubuh bersama dengan Atlas.

"Memperhatikan apa hm?" pertanyaan dengan suara berat khas bangun tidur itu membuat Anastasya tersadar, ia dengan cepat menjauhkan tangannya dan kembali menatap pada langit-langit kamar.

Atlas tersenyum, ia menarik pelan tubuh Anastasya ke dalam pelukannya. "Morning honey," bisik Atlas mengecup sekilas pipi Anastasya.

Anastasya tidak menjawab, ia hanya diam membiarkan aja Atlas berbicara.

"Kenapa tidak membalas sapaan ku hm? Sebelumnya kamu menatapku terkagum, kenapa sekarang menjadi diam?" pertanyaan Atlas membuat Anastasya semakin kaku.

"Lepaskan, aku perlu membersihkan diri sekarang," ia berusaha melepaskan pelukan Atlas pada pinggangnya. Saat inj Anastasya perlu ruang untuk menarik napas dengan lega. Karena berada di dekat Atlas ia hanya bisa merasakan ke canggungan dan juga sesak yang membuatnya kesulitan bernapas.

Atlas mengulas senyuman manisnya. "Aku akan ikut membersihkan diri dengan mu," ucapnya yang mana membuat Anastasya menoleh dan terkejut.

"Kita bisa membersihkan diri secara bergantian, atau kamu lebih baik kembali ke unit apartemen milik mu sendiri, Atlas." Tegas Anastasya seraya menolak ajakan Atlas.

Atlas mengulas senyuman manisnya. "Dan aku tidak akan menerima penolakan dalam bentuk apapun honey." Ia dengan cepat membawa tubuh Anastasya ke dalam gendongannya dan membawa menuju ke dalam kamar mandi.

Anastasya terkejut, kedua tangannya refleks mengalung pada leher jenjang Atlas. "Atlas! Apa yang kau lakukan!" teriak Anastasya terkejut.

Atlas tersenyum, "tidak ada, aku hanya ingin membantu mu ke kamar mandi saja karena aku tau kamu akan kesulitan berjalan setelah semalaman kita becinta," jawaban yang sangat membuat Anastasya kesal. Laki-laki yang bersamanya ini sangat tidak tau malu.

"Stop mengatakan itu, Atlas. Aku tidak ingin mendengarnya lagi," kesal Anastasya.

Atlas mendudukkan Anastasya di atas kloset, tubuh Anastasya masih membelit selimut tebal ia sama sekali tidak mengenakan apapun setelah percintaan dahsyat mereka, Anastasya langsung terlelap sehingga ia tidak sempat menggunakan pakaian kembali. "Tidak ingin mendengar, tapi kamu ingin mencoba lagi bukan?" ia menatap lekat wajah Anastasya.

Anastasya terdiam, ia menahan napas karena jarak antara wajahnya dengan wajah Atlas sangat dekat, bahkan ia bisa merasakan deru napas hangat Atlas.

Cup!

Atlas mengecup bibir Anastasya dan menyesapnya dengan lembut. "Morning kiss honey," bisik Atlas. Setelah itu ia melangkah menuju bathtub mengabaikan Anastasya yang semakin terkejut dengan perlakuan tiba-tiba Atlas.

Atlas tau saat ini wanitanya itu tengah ngefrees karena perlakuan dirinya. Dan dengan wajah yang tidak berdosa, Atlas kini sibuk mempersiapkan air di dalam bathtub untuk merendam tubuh dirinya dan Anastasya.

Anastasya mengedipkan matanya berkali-kali sampai akhirnya ia menghela napas panjang, Atlas terlalu berhasil menyita waktu dan degup jantungnya semakin berpacu sangat cepat. Ia tidak pernah merasakan ini sebelumnya, tapi dalam waktu yang singkat Atlas berhasil membuat Anastasya tidak bisa berkata-kata. Bukan seperti Anastasya yang selama ini selalu melawan dan berani pada siapapun.

Anastasya bukan tidak berani melawan Atlas, hanya saja dirinya terlalu gugup ketika berdekatan dengan laki-laki itu. Terlebih ketika ingat bagaimana dirinya semalam meminta Atlas untuk terus menghujam tubuhnya hingga sangat nikmat yang tak bisa terelakkan.

Badgirl VS Crazy Mafia ( 21+) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang