Bab 71

12 2 0
                                        

"Joe, lo serius mau ngelakuin rencana yang gue omongin waktu itu?" Nando menatap tidak percaya Joe yang sedang duduk berhadapan dengannya di single sofa, "Sejujurnya, gue waktu itu ngomongnya bercanda doang. Gak ada maksud apa-apa. Serius."

Nando mengangkat jari tengah dan jari telunjuk membentuk huruf v di samping wajahnya. Menatap cemas Joe yang daritadi diam saja setelah mengatakan bahwa lelaki itu mau melakukan rencana yang pernah Nando utarakan.

"Aku serius, Nando," ucap tegas Joe yang mendongak, menatap serius Nando yang duduk berhadapan dengannya, "Cuman ini cara satu-satunya buat tahu perasaan Alissa yang sebenarnya."

"Tapi, apa alasannya, Joe? Soalnya waktu gue ngomong itu lo malah kelihatan banget gak setuju. Terus kenapa sekarang tiba-tiba mau?" Nando semakin cemas, "Kasih tahu gue, biar jelas."

"Karena Om Gunawan." Joe menatap ponselnya yang ada di atas meja kaca, melihat notifikasi masuk dari Alissa sambil teringat obrolan dengan Gunawan beberapa hari lalu, "Dia mempercayakan Alissa buat aku jaga."

"Jadi, karena itu lo merasa bertanggung jawab untuk menjaga Alissa, dan buat meyakinkan hal tersebut, lo perlu tahu pasti perasaan Alissa yang sebenarnya," simpul Nando yang dibalas mengangguk oleh Joe, "Terus gue harus gimana? Kalau misalnya lo beneran mau ngejalanin rencana gue itu."

Setelah sekian menit menatap ponselnya yang kini menampilkan deretan chat masuk dari grup, Joe kembali menatap serius Nando untuk memberitahu rencananya.

"Aku berencana buat mundur sebagai host Ayo Indonesia Sehat dengan alasan urusan rumah sakit, dan kamu yang menggantikan aku sambil mengawasi Alissa selama aku gak ada nanti," Joe memberikan tab miliknya kepada Nando untuk membaca proposal di dalamnya

"Hah?" Nando terkejut mendengarnya, tapi ia kembali membaca proposal yang ada di tab tersebut dengan seksama, "Lo yakin pilih gue buat ngegantiin lo jadi host? Masalahnya gue gak pernah ngomong di depan kamera."

"Karena kamu yang kasih ide rencana itu, jadi kamu yang harus bertanggung jawab."

Nando menggaruk kepala dengan wajah masam, "Iya sih, tapi..."

Nando tidak melanjutkan ucapannya dan kembali membaca proposal tersebut yang membuat kepalanya pening daripada baca jurnal.

"Jadi, rencana itu bakal aku lakukan waktu kegiatan sosial rumah sakit di Ujung Genteng nanti," kata Joe memberitahu Nando soal rencananya," Aku sudah bilang sama Andra kalau untuk syuting episode nanti bakal sekalian sama kegiatan sosial di Ujung Genteng. Di sana, aku bakal kasih momen untuk Garash mengungkapkan perasaannya dan minta maaf pada Alissa, dan dari situ aku bakal tahu reaksi Alissa seperti apa."

"Berarti rencana lo ini bakal ada kemungkinan gagal dong," ujar Nando usai mendengar rencana Joe, "Kalau misalnya Alissa ternyata lebih milih Garash setelah tahu perasaannya dan minta maaf."

Joe mengangguk, "Iya, tapi dari situ aku tahu bahwa amanat Om Gunawan gak bisa aku laksanakan."

"Terus, gunanya gue jagain Alissa nanti apa? Kalau dia pilih Garash," Nando bingung, "Ya, kan, percuma. Masa gue harus laporin soal hubungan mereka sih."

"Gak percuma." Joe menggeleng yang kemudian menyeringai, "Karena justru saat itulah kamu bakal tahu perasaan Alissa."

Nando mengernyit tidak paham, "Maksudnya?"

Joe menyeringai tipis, "Hilang. Seperti yang kamu katakan. Kalau aku menghilang dari kehidupan Alissa nanti di situ kita bakal tahu perasaan Alissa seperti apa nantinya. Apa dia bakal mencari aku atau tidak."

Nando menganga, lalu menjentrikkan jari begitu paham, "Gue paham. Karena lo yang biasanya yang selalu ada buat dia, tiba-tiba menghilang pasti bakal bikin dia ngerasain perasaan aneh yang mungkin mengarah kalau dia tuh ada rasa atau gak sama lo."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 25 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Love, MaybeStories to obsess over. Discover now