Bagi Sabian Dewantara, langit adalah ambisi yang berhasil ia taklukkan. Namun bagi Melati Eider, langit hanyalah sebuah hamparan sepi yang perlahan merenggut pria yang pernah dicintainya.
Bukan sekadar jarak ribuan kaki di atas permukaan laut, melainkan jarak hati yang kian tak teraba. Kesetiaan Melati yang tulus dibalas dengan pengkhianatan yang senyap namun menghancurkan.
Sabian adalah anak seorang pengusaha terkenal di negaranya hingga ia bisa mendapatkan semua fasilitas terbaik dan juga penuh dengan kemewahan untuk menempuh pendidikan penerbangan. Di sisi lain, Melati Eider juga bukanlah gadis sembarangan, ia adalah putri dari pemilik rumah sakit swasta terkemuka dan bukan hal baru jika Melati memilih untuk berkarir di bidang yang sama dengan sang ayah.
Hubungan antara Sabian dan Melati telah direstui oleh kedua keluarga, bukan tentang perjodohan tapi memang hati mereka yang memilih satu sama lain. Bahkan sebuah rencana janji sakral telah terukir di antara kedua keluarga, sebuah pertunangan resmi akan digelar segera setelah impian Sabian menjadi seorang Pilot in Command tercapai.
Perkenalan mereka adalah sebuah hal yang tidak direncanakan dimana saat itu Sabian dan Melati hanya sebatas senior dan junior di sebuah Sekolah Menengah Atas. Karena orang tua mereka bersahabat sehingga orang tua Melati menitipkan nya kepada Sabian untuk di awasi pada saat di Sekolah. Sabian awalnya keberatan takut jika Melati seperti siswi-siswi lain yang manja karena merasa 'berpunya' dan memanfaatkan kedekatan orang tua mereka untuk sebuah ketenaran. Maklum Sabian saat itu termasuk most wanted disekolah tersebut. Namun setelah satu semester di lewati semua hal negatif yang pernah singgah dipikirkan Sabian saat itu sirna tergantikan dengan image seorang siswi yang di kenal berprestasi dan Ramah di sekolah tersebut.
Terlalu sering mendengarkan pujian dan kekaguman dari para siswa lain di sekolahnya terhadap Melati, membuat Sabian penasaran hingga mencoba untuk mendekati Melati dengan dalih jika ia telah di amanahkan oleh Dokter Pramono (Ayah Melati) untuk menjaganya di sekolah. Di mulai dengan pergi istirahat bersama saat di sekolah, mengantar Melati pulang ke rumah, hingga menemani melati yang hanya sekedar ingin membeli buku membuat Sabian mempunyai kegiatan dan kebiasaan baru yang pelan-pelan menumbuhkan rasa. Melati yang ramah dan baik membuat Sabian dengan cepat menyukainya. Melati berbeda dengan wanita lain yang pernah ada di kehidupannya selain cantik, bagi Sabian Melati adalah Wanita pintar yang memiliki attitude sempurna membuat Sabian jatuh hati padanya.
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk meresmikan hubungan menjadi sepasang kekasih, hingga kala itu disekolah mereka di juluki perfect couple. Mendengar Sabian yang akan memilih untuk menjadi pilot setela lulus nanti. Melati merespon dengan senang meskipun ada sedikit rasa kehilangan mengingat fakta jika ia masih harus dua tahun lagi berada di sekolah ini dan hubungan LDR pasti akan mereka rasakan.
Namun bagi Melati, suatu kebahagiaan bisa mendampingi Sabian berproses melewati ujian-ujian simulator yang menegangkan, mendengarkan keluh kesahnya tentang jam terbang, dan menjadi sistem pendukung nomor satu bagi pria itu sekaligus menjadi wujud kesetiaannya. Ia rela meluangkan waktunya demi memastikan Sabian fokus menggapai mimpi, sembari ia juga belajar untuk mengejar cita-citanya sebagai dokter.
Di bawah langit senja bandara tempat Sabian berlatih, lelaki itu sering menggenggam tangannya erat dan berbisik,
"Tunggu aku turun dari langit, Mel. Begitu bar ini lengkap, aku akan langsung mengikatmu dalam pertunangan kita."
Namun, janji-janji yang dulu diucapkan di bawah langit senja itu kini menguap begitu saja bersama asap pesawat yang menghilang di balik awan.
Lima Tahun Kemudian...
Puncak kejayaan ternyata menjadi tempat yang paling rawan untuk membuat seseorang melupakan daratan. Setelah resmi menyandang gelar Kapten Pilot dengan reputasi gemilang, Sabian mulai menganggap kesetiaan Melati sebagai sesuatu yang monoton. Dunianya kini dipenuhi gemerlap kru kabin, hotel-hotel mewah antar-negara, dan sanjungan.
YOU ARE READING
Melati (END)
RomanceBagi Sabian Dewantara, langit adalah ambisi yang berhasil ia taklukkan. Namun bagi Melati Eider, langit hanyalah sebuah hamparan sepi yang perlahan merenggut pria yang pernah dicintainya . Bukan sekadar jarak ribuan kaki di atas permukaan laut, mela...
