Prolog

30 4 0
                                        

Halo semuanya!🤍

Oops! Questa immagine non segue le nostre linee guida sui contenuti. Per continuare la pubblicazione, provare a rimuoverlo o caricare un altro.


Halo semuanya!🤍

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membuka dan membaca cerita ini.

Sebelum memulai perjalanan Kirana Adisty Andriana, aku, Gee, ingin mengucapkan selamat datang di dunia Antara Asrama dan Ndalem. Sebuah cerita yang berisi tentang keluarga, persahabatan, kehidupan pesantren, serta perjalanan seseorang dalam menemukan tempatnya di antara takdir dan pilihannya sendiri.

Cerita ini sepenuhnya merupakan karya fiksi. Nama, tokoh, tempat, maupun kejadian yang ada di dalamnya merupakan hasil imajinasi aku. Apabila terdapat kesamaan, maka itu hanyalah kebetulan semata.

Aku harap kalian bisa menikmati setiap proses, tawa, tangis, serta perjalanan yang akan dilalui oleh para tokohnya.

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol vote dan memberikan komentar. Dukungan kecil dari kalian sangat berarti dan bisa menja semangat aku untuk melanjutkan cerita ini sampai selesai. 🌷

Selamat membaca dan semoga betah mengikuti cerita ini hingga akhir.

Happy Reading! ✨


—————————————


Jika seseorang bertanya apa hal yang paling dibenci Kirana dalam hidupnya, maka jawabannya sederhana.

Diatur.

Ia tidak suka diatur kapan harus bangun

Tidak suka diatur kapan harus belajar.

Tidak suka diatur harus berteman dengan siapa.

Dan yang paling tidak ia suka...

Saat orang lain mengambil keputusan atas hidupnya.

Sayangnya, hidup Kirana justru dipenuhi oleh hal-hal yang tidak bisa ia pilih sendiri.

Termasuk hari ketika kedua orang tuanya memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah pondok pesantren di kota yang bahkan belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat itu Kirana mengira keputusan tersebut adalah akhir dari kebebasannya.

Ia mengira hari-harinya akan berubah menjadi kumpulan aturan yang membosankan.

Bangun sebelum subuh.
Mengaji.
Sekolah.
Menghafal.
Tidur.

Lalu mengulang semuanya keesokan harinya.

Membosankan.

Setidaknya begitulah yang ada di pikirannya.

Namun Kirana tidak pernah tahu bahwa di balik gerbang Pondok Pesantren Baitul Hikmah, takdir sudah menyiapkan sesuatu yang sama sekali tidak ia duga.

Sesuatu yang perlahan mengubah hidupnya.

Mengubah cara pandangnya.

Dan mungkin...

Mengubah hatinya.

Karena satu minggu setelah kedatangannya di pesantren itu, seseorang akan kembali dari tempat yang jauh.

Seseorang yang selama ini hanya menjadi nama yang sering didengar para santri.

Seseorang yang dihormati banyak orang.

Seseorang yang tidak pernah Kirana pikirkan sebelumnya.

Dan pertemuan mereka yang seharusnya biasa saja...

Justru menjadi awal dari segala kekacauan dalam hidup Kirana.

Sebab tidak semua takdir datang dengan cara yang indah.

Ada takdir yang datang melalui pertengkaran.

Ada yang datang melalui hukuman.

Ada yang datang melalui air mata.

Dan ada pula yang datang ketika seseorang sedang berusaha keras melarikan diri darinya.

Kirana tidak tahu.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di pesantren itu, ia tidak tahu apa pun.

Ia tidak tahu bahwa suatu hari dirinya akan berdiri di antara dua dunia yang berbeda.

Asrama yang telah menjadi rumah keduanya.

Dan ndalem yang perlahan mengubah jalan hidupnya.

Ia tidak tahu bahwa perjalanan itu akan membuatnya kehilangan, menemukan, jatuh, bangkit, menangis, tertawa, dan belajar menerima hal-hal yang selama ini selalu ia tolak.

Yang Kirana tahu saat ini hanya satu.

Ia ingin pulang.

Dan takdir hanya tertawa pelan mendengar keinginannya.

Karena cerita ini baru saja dimulai.



————————————




Kalau kalian suka dengan prolog ini, jangan lupa tinggalkan vote dan komentar ya.

Sekarang, mari kita mulai perjalanan Kirana di Bab 1.

Antara Asrama dan NdalemLa tua prossima ossessione. Scoprilo ora