Prolog

6 0 0
                                        

VORTEX bukan sekadar geng.
Mereka... adalah pusat gravitasi.

Bukan karena mereka berisik.
Bukan karena mereka cari masalah.
Tapi karena kehadiran mereka saja sudah cukup mengubah tekanan udara di sekitar.

Saat lima sosok itu berjalan menyusuri koridor.
Langkah mereka santai.
Tidak terburu-buru.
Seolah dunia di sekitar mereka bergerak lambat.
Dan justru itulah yang membuat semua orang otomatis menyingkir.

Koridor yang tadinya riuh... perlahan menjadi hening.
Obrolan terhenti di tengah kalimat.
Tatapan berubah waspada.
Seolah ada garis tak terlihat yang melindungi mereka garis yang tidak boleh dilangkahi sembarangan.


ARKAEL MAHENDRA

The Undisputed Leader

Arkael selalu berada di garis depan.
Tingginya menjulang di atas rata-rata, bahu lebar yang tegap, dan cara berjalannya tenang namun memancarkan kendali mutlak.

Seragamnya tidak pernah terlihat "sempurna"
Dasi selalu sedikit longgar, lengan kemeja digulung rapi hingga menampakkan urat lengannya yang tegas.
Tapi justru ketidakrapian itulah yang menambah kesan... berbahaya dan liar.

Tatapannya dingin, tajam, menusuk.
Seolah bisa membaca isi kepala siapa saja tanpa perlu mengeluarkan sepatah kata pun.
Dia jarang tersenyum.
Dan ironisnya... saat dia diam mematung seperti itu, semua orang justru merasa lebih takut daripada saat dia marah.


RAVINDRA "RAVI"

The Mastermind

Berjalan sedikit di belakang bahu kanan Arkael.
Ekspresinya selalu santai, sering dihiasi senyum tipis yang sulit ditebak maknanya-entah ramah, atau justru ancaman.

Ravi adalah tipe yang terlihat paling mudah didekati...
sampai kamu menyadari bahwa matanya yang tenang itu sebenarnya sedang menghitung setiap gerakan.
Dia bukan yang paling bersuara keras,
tapi jelas dia yang paling sulit dibaca pikirannya.


DAVIN PRATAMA

The Charmer

Selalu terlihat paling "hidup" di antara yang lain.
Rambutnya tertata rapi dengan gaya effortless, seragam pas di badan, dan auranya memancarkan kepercayaan diri yang berlebihan.

Dia tahu dia ganteng, dan dia memanfaatkannya.
Sering tersenyum, sering bercanda, menjadi pusat perhatian di mana pun dia berada.
Tapi jangan pernah tertipu oleh wajah rupawannya-
tatapan teduh itu bisa berubah menjadi sangat serius dan tajam hanya dalam hitungan sepersekian detik.


KEANO WIJAYA

The Silent Watcher

Paling pendiam.
Paling jarang bicara.
Tapi justru kehadirannya yang paling terasa mengintimidasi.

Tatapannya datar, dingin, tanpa emosi. Sulit ditebak apa yang sedang dia pikirkan.
Dia tidak banyak bergerak, tidak banyak bereaksi, seolah menyatu dengan bayangan.
Tapi semua orang tahu-
dia selalu ada.
Selalu mengawasi.
Dan saat dia bergerak, itu artinya masalah sudah datang.


ZIDAN ALFAREZ

The Wildcard

Yang paling berbeda dari yang lain.
Ekspresinya santai, sering terlihat tidak serius, senyumnya lebar dan suaranya paling nyaring.

Banyak orang salah paham menganggapnya lemah karena sikapnya yang receh.
Tapi mereka lupa satu hal penting.
Di balik sikap asik dan bercandanya,
dia tetaplah bagian dari VORTEX.
Dan status itu saja sudah cukup membuat siapa saja berpikir dua kali sebelum berurusan dengannya.

Yang membuat VORTEX begitu menakutkan bukan hanya karena ada Arkael di sana.
Tapi cara mereka bergerak sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tidak perlu kode tangan.
Tidak perlu bicara banyak.
Cukup satu tatapan mata semua mengerti.

Mereka bukan geng yang harus berteriak agar didengar.
Perhatian... selalu datang dengan sendirinya kepada mereka.

Dan di SMA Pradipta Arkananta,
hanya ada satu hukum yang berlaku mutlak
Selama VORTEX ada... mereka tetap di atas.



Semoga kehadiran VORTEX bisa bikin
hari-hari kalian lebih seru dan heart racing ya!

Dukungan kalian bikin semangat nulisnya nambah seratus persen.

Sampai jumpa di update selanjutnya!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 14 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Milik ArkaelStories to obsess over. Discover now