beli siomay

4 0 0
                                        

Pagi itu, jam sudah menunjukan pukul 06.30. Tetapi nampak dua gadis masih asik bergelung nyaman dibalik selimut

"Astaghfirullah haladzim Indah! Wulan! Ini udah jam berapa? Kalian ga mau berangkat sekolah?!" Tanya perempuan usia sekitar 40 tahun itu, Bunda mereka

Perempuan itu menjewer telinga kedua putrinya sampai dua putri kesayangan-nya memekik kencang

"ADUH BUNDA SAKIT SAKIT AMPUN!"

Mereka pun akhirnya terbangun sebari mengusap telinga mereka yang terasa panas

"Udah sekarang pergi mandi sana! Jam setengah tujuh ini!"

"HAH APA!" Kini, giliran mereka yang memekik. Mereka langsung gedebak gedebuk untuk mandi dan turun ke bawah

"Bunda, Ayah kita berangkat dulu ya! Bekalnya udah kami ambil!" Teriak mereka serempak karena sepuluh menit lagi pagar sekolah pasti akan ditutup

Ayah mereka hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua putrinya

"Anakku bukan?"















































Mereka sampai di parkiran dengan nafas ngos-ngosan itupun setelah nego dengan pak satpam.

"Dek,nanti istirahat ke kantin ya makan sama mbak"

"Hah oke mbak, siap"

Mereka pun berpisah kelas, Indah di IPS kelas 2 dan Wulan di IPA kelas 3

Tetapi belum saja sampai di kelas, Indah sudah dibuat terjatuh lagi oleh sosok jangkung dengan raut datar

Indah berdiri dengan wajah yang sudah kesal tak terbendung" Lo kenapa sih?! Jalan masih banyak! Masih luas! Gue udah telat ini minggir!" Setelah mengomel ia langsung saja pergi dari sana sebari komat kamit menyerapahi laki-laki jangkung itu

Wajah laki-laki itu masih tetap datar,ia masukan kedua tangan-nya di saku celana

"Eh dia marah tuh, lo ga mau minta maaf?"tegur salah satu teman laki-laki itu, sama jangkungnya

"Biarin, dia masih bisa berdiri" setelah mengatakan kalimat itu ia pun melangkah begitu saja membuat teman-nya melongo tak percaya

"Tu orang sedeng kali ya"














.

Mungkin hari ini adalah hari sial bagi seorang Indah Permatasari. Buktinya hari ini ia sudah telat bersama kakaknya, terjatuh akibat ditubruk oleh laki-laki sok keren, dan yang terakhir mapelnya sangat tidak masuk akal sehingga membuat kepalanya berdenyut kencang

"Kenapa dek? Kok lemes gitu" Tanya Wulan, Wulandari Permatasari.

Indah menoleh ke kakaknya "mbak huee Indah sial banget hari ini"

"Tadi waktu Indah mau ke kelas Indah ketubruk sama cowok sok keren sombong gamau minta maaf sama Indah, terus pas sampai kelas indah di hukum sebentar, terus terus materinya tadi bikin Indah pusing huee"

Wulan terkikik geli"ululu sini sini mbak peluk dulu"

Wulan mengusap kepala adiknya yang nampak kelelahan walaupun baru setengah hari. "Udah udah, makan dulu ya nanti kalau kelamaan malah ga sempet makannya"

Indah menurut, Ia mulai menyuap nasi ke mulutnya masih dengan raut wajah yang tampak lelah

Wulan yang melihat itu hanya bisa mengelengkan kepalanya

siomay pembawa cintaStories to obsess over. Discover now