Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Labirin Kaca dan Mata yang Mengawasi

21 3 0
                                        

Arkana tidak pernah benar-benar tidur, namun ia selalu terasa sunyi—sebuah kesunyian yang tidak alami. Di gedung utama pusat riset Chrysalis Group, cahaya lampu neon yang putih pucat memantul di atas lantai marmer yang mengilap, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang seolah bergerak mengikuti setiap langkah kaki Elodie.

Bagi dunia luar, tempat ini adalah puncak peradaban, simbol keteraturan di mana setiap sel kehidupan dikontrol dengan presisi mutlak. Namun bagi Elodie, setiap sudut Arkana terasa seperti labirin kaca. Indah, jernih, namun setiap gerak-gerikmu terpantul dan diawasi dari ribuan sudut yang tak terlihat.

"Elodie, kau melamun lagi. Konsentrasimu yang buyar bisa merusak kalibrasi mikroskop itu, dan kau tahu siapa yang harus bertanggung jawab jika batch ini gagal."

Suara melengking itu milik Valerie, rekan satu tim Elodie yang ambisius. Valerie adalah tipe orang yang akan melaporkan kesalahan kecil rekannya demi mendapatkan poin tambahan atau sekadar kursi lebih dekat di meja rapat dewan direksi. Ia berdiri di meja seberang, sibuk dengan tumpukan sampel darah, namun matanya yang tajam tetap melirik ke arah meja kerja Elodie dengan penuh selidik.

"Aku hanya sedang memastikan pola pembelahannya, Valerie. Tidak perlu cemas," jawab Elodie tanpa menoleh, jemarinya bergerak stabil di atas tuas fokus.

"Harusnya begitu. Kau tahu sendiri, minggu depan direktur sektor akan melakukan audit besar-besaran," timpal Valerie dengan nada meremehkan yang tipis. "Jika sampel X-09 milikmu masih menunjukkan deviasi dan tidak memberikan hasil yang sesuai parameter, mereka tidak akan segan memindahkanmu ke sektor pembuangan limbah bawah tanah. Aku dengar, udara di sana tidak begitu ramah untuk paru-paru."

Elodie hanya bergumam pendek, berusaha mengabaikan racun dalam ucapan Valerie. Di kejauhan, di balik dinding kaca transparan yang memisahkan lab mereka dengan lorong utama, dua orang Enforcers berseragam hitam legam berjalan mondar-mandir dengan ritme yang mekanis. Wajah mereka tertutup helm taktis yang gelap, membuat mereka tampak seperti robot tanpa jiwa. Kehadiran mereka adalah pengingat konstan bahwa di Arkana, kau bukan hanya seorang ilmuwan berharga, tapi juga aset yang dipantau setiap detiknya.

Pintu otomatis lab bergeser terbuka dengan desisan halus yang familiar. Sosok tegap Gideon masuk ke dalam ruangan. Seketika, suasana lab yang tadinya sedikit bising oleh dengung mesin centrifuge menjadi senyap. Valerie langsung menegakkan punggungnya, membenahi jas labnya, dan pura-pura sangat sibuk dengan laporannya.

Gideon tidak berhenti di meja Valerie, meskipun Valerie sudah memberikan senyum sopan yang paling manis. Pria itu berjalan lurus ke arah Elodie.

"Data klasifikasi untuk sampel X-09 sudah selesai, Elodie?" suara beratnya bergema, menciptakan tekanan yang tak terlihat di udara.

"Sedikit lagi, Gideon," jawab Elodie, berusaha menjaga suaranya agar tetap datar meski ia bisa merasakan detak jantungnya sendiri. "Ada anomali kecil pada pola pertumbuhannya. Ia seolah menolak untuk mengikuti struktur molekul yang seharusnya kita bentuk. Ia... berbeda."

Gideon melangkah mendekat, berhenti tepat di samping Elodie. Aroma antiseptik dan kayu cendana yang dingin menguar dari tubuhnya. "Itu sebabnya kita ada di sini, Elodie. Tugas kita adalah meluruskan apa yang menyimpang. Di bawah pengawasan Chrysalis, keteraturan adalah satu-satunya cara dunia ini tetap bertahan. Alam terlalu kacau jika dibiarkan berjalan tanpa kendali. Kita adalah arsiteknya, dan arsitek tidak boleh membiarkan ada satu bata pun yang miring." Valerie melirik ke arah mereka dari balik bahunya dengan tatapan iri yang tak bisa disembunyikan.

"Aku akan mengirimkan laporannya sebelum shift malam berakhir," ucap Elodie akhirnya, mencoba mengakhiri perhatian yang tidak ia inginkan di bawah lampu lab yang terang benderang.

APETALAEECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang