PROLOG

5 2 0
                                        

Aku percaya, bahwa Tuhan mendatangkan seseorang ke hidup kita bukanlah tanpa sebuah alasan.

Aku tahu, apapun yang terjadi di hidupku, semua adalah bagian dari rencana-Nya.

Aku paham, bagaimanapun aku memaksa, jika memang seseorang itu tidak ditakdirkan untukku, maka tidak akan menjadi milikku.

Aku mengerti, ada yang datang untuk menetap, dan ada yang datang hanya untuk memberi pengalaman, atau bahkan luka.

Yang aku tidak paham, mengapa aku harus dipertemukan dengannya?

Tidak, dia tidak jahat. Bahkan, dia adalah salah satu laki-laki terbaik yang pernah hadir dan meninggalkan cerita di hidupku. Tuturnya yang lembut, sikapnya yang dingin namun diam-diam peduli, apapun yang dilakukannya berhasil membuatku jatuh sedalam-dalamnya.

Aku bahagia, sungguh sangat bahagia. Bahkan aku merasa bahwa aku sudah menemukan tujuanku ketika aku melihat dia. Kecuali, aku ingat bawa satu-satunya hambatan dalam hubungan kami hanyalah perihal iman.

Eh, hanya? Hahaha. Iman itu bukan persoalan sepele ternyata.

Awalnya aku berpikir, ini 'kan hanya soal dua kepercayaan yang berbeda. Jika salah satu memilih untuk pindah, maka solusi sudah ditemukan, bukan?

Namun ternyata aku salah.

Dia, laki-laki berpostur tinggi tegap itu ternyata lebih mencintai Tuhan-ku daripada aku. Sekarang kita sama, namun hidup-nya sudah bukan lagi untukku.

Apapun pilihanmu, aku turut bangga melihat dirimu yang sekarang. Kamu terlihat sangat bahagia dengan pilihanmu. Dan ternyata, memang aku adalah salah satu orang yang dihadirkan untuk menjadi pelajaran dan jembatan iman bagimu.

Bahagia selalu, Chandra Aditya.

Cerita ini untukmu.

With love,
Clara Adeline

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 19 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ANTARAWhere stories live. Discover now