Prolog

951 74 20
                                        


























Seorang wanita dengan tubuh tertatih memasuki sebuah gedung yang berada di pinggiran kota seoul. Bayi mungil yang ada di dekapannya terlihat tersenyum manis ke arahnya sementara sang wanita menitikkan air matanya.

Beberapa kali wanita itu menggedor pintu gerbang tapi belum ada yang membukakan pintu gerbang itu. Kepalanya menoleh ke belakang seraya tangannya masih menggedor pintu gerbang dengan keras. Darah mengucur deras dari lengannya. Wajahnya terlihat panik sekali.

"Tolong siapapun buka gerbangnya"teriak sang wanita seraya menatap bayi yang ada di dalam dekapannya. Sesekali kepalanya menoleh ke belakang lagi. Sampai seseorang membuka pintu gerbang itu. Seorang wanita paruh baya menatap wanita yang ada di depannya saat ini dengan tatapan kagetnya. Lalu tatapannya beralih ke bayi yang ada di dekapan wanita itu.

"Bibi...tolong bawa masuk bayi ini. Saya janji beberapa hari ke depan saya akan kembali ke sini untuk menjenguk anak saya"ucap wanita itu dengan bibir bergetar dan kembali menitikkan air matanya. Tanpa menunggu jawaban dari wanita paruh baya yang ada di depannya,wanita itu langsung memberikan bayi mungil itu.


"Tolong jaga anak saya bi. Kalau saya tidak ke sini tolong rawat dan jaga anak saya" sedetik kemudian pintu gerbang langsung di tutup paksa wanita itu. Tanpa menunggu waktu wanita itu langsung melesat pergi dari sana




Dengan nafas terengah-engah wanita itu berlari menjauh dari panti itu. Nafasnya memburu ketika melihat segerombolan orang membawa senjata menatapnya. Wanita itu sudah tidak bisa berpikir apa-apa. Dia hanya mengingat wajah sang suami dan bayi mungil yang merupakan anaknya,yang baru saja dia titipkan di panti asuhan.


"Tembak wanita itu"titah salah seorang pimpinan gerombolan itu.

Suara senjata menggema di irungi riuh suara hujan. Wanita itu terkapar di jalan. Tangannya menggenggam erat kalung yang dia pakai.


"Maafkan aku tidak bisa menjaga anak kita oppa"suara lirih nan pilu di iringi dengan isak tangis. Sementara gerombolan itu langsung pergi dari sana setelah melihat sebuah mobil mewah dari lawan arah.




"Oppa,lihat orang itu. Sepertinya dia baru di serang sama gerombolan itu. Kita harus menolongnya"ucap seorang wanita yang duduk di kursi samping kemudi. Tanpa pikir panjang dua orang itu langsung turun dari mobil dan mendekat ke arah wanita itu.


"Dia tertembak"lirih wanita lainnya.




















Vsoo kambek nih...

Huhuhu

You Never KnowStories to obsess over. Discover now