prolog

32 7 11
                                        

HAI, HAI, HAI..
SELAMAT DATANG DI CERITA KETIGA KU🥳
1) FAHRA
2)AWAL PERTEMUAN RAINAH
3) KKN[KELVIN KINAN NURANGGA]

HEHEHE.....

SELAMAT MEMBACA SEMUA...

MAAF KALAU ADA TYPO BERSERAKAN 🙏🏻

**************

"Kalau bisa waktu diulang mungkin saya bisa jelaskan semua. Namun, apa lah Daya tidak seorang pun percaya apa yang saya ucapkan"
~kelvin kinan nurangga~
***************

**************

**************

Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.

**************

Awan yang bergemuruh hebat di langit yang luas akan keindahannya. Sesekali petir menyambarkan keindahan di langit yang gelap gulita menjadi ciri khas-nya itu sendiri.

Seorang remaja sedang berdiam diri di taman yang diterangi lampu jalanan yang berkelap-kelip. Melihat banyaknya bunga yang biasanya cantik manjadi layu karena basah oleh air hujan yang menetes dari permukaan langit turun ke bumi.

Remaja laki-laki itu hanya diam dengan pandangan kosong ke depan, merasa enggan pergi dari sana Untuk melindungi diri dari guyuran hujan yang jatuh.

Seolah-olah hujan tidak bisa menutupi jiwanya yang sedang tidak baik-baik saja. Yang maha kuasa, bagaikan tahu apa yang dirasakan anak laki-laki itu saat ini.

Remaja laki-laki itu hanya bisa pasrah akan takdir yang menimpa dirinya. Dia bagaikan permainan bagi orang terdekatnya untuk bahan pelampiasan saja. Tanpa mereka sadari remaja laki-laki itu hanya ingin di anggap bukan diolok-olok.

Pikirannya terus berkecamuk, akan memori yang terlintas dibenak. Hati, pikiran dan jiwa nya yang mulai terkikis dan roboh.

Remaja laki-laki itu terduduk di bangku kayu yang berada di taman sana. Kepalanya tertunduk dengan tangan menaut satu-sama lain. Dadanya terasa sesak tapi masih bisa tertahan. Kepalanya mendongak ke langit membiarkan air hujan menetes mengenai wajahnya dengan mata terpejam menikmati air hujan turun satu demi satu. Menerpa wajahnya.

Mata-nya mulai terbuka saat merasakan air hujan tidak lagi mengenai wajahnya. Dan terlihatlah seorang remaja laki-laki sedang menutupi wajahnya mengunakan payung, itulah yang membuat dirinya tidak terkena air hujan.

Remaja laki-laki yang memberi payung menatap dirinya datar. Laki-laki itu menarik nafas panjang berdiri dibelakang remaja laki-laki yang terduduk di bangku kayu disana.

"Lo mau sakit duduk disini?, Lebih baik lompat dari gedung saja sekalian. Rasa sakitnya hanya sementara dari pada lo begini!!, Hanya menyiksa tubuh lo yang sudah hancur begitu. Apa lo nggak kasihan sama diri sendiri??!"gerutu laki-laki itu kesal. Walaupun ada rasa iba yang dia rasakan melihat temannya, duduk seorang diri di taman yang lagi diguyur hujan.

Remaja laki-laki yang terduduk itu hanya bisa diam, termenung mendengar setiap kata yang diucapkan temannya. Mulutnya terasa keluh untuk bicara sedikit pun. Yang dibutuhkan, remaja itu hanya ketenangan dengan duduk di taman yang diguyur hujan.

Hening. Tidak ada percakapan dari dua remaja laki-laki itu, mereka pada sibuk akan pemikiran masing-masing.

Remaja laki-laki yang memegang payung mulai merasa bosan dengan keheningan terjadi. Remaja itu mengusap wajahnya kasar, wajah yang mulai mendingin karena suasana yang semakin malam ditambah hujan yang masih turun dari langit. Kuku tangan mulai memutih dan kulit tangan terasa menggigil serta keriput, karena dingin yang menusuk kulit tubuh remaja itu.

Aneh-nya, remaja laki-laki yang terduduk di bangku kayu berasa baik-baik saja. Padahal baju yang dia kenakan sudah basah dari tadi kerna hujan. Air hujan yang menyentuh kulitnya seakan-akan hujan tidak ada rasanya dikulit remaja laki-laki itu.

"Kelvin, lo nggak mau pulang? Cuacanya semakin dingin dan menusuk kulit lo. Jangan menyiksa tubuh lo!!. Mari pulang?! Biar gue antar lo!" Remaja laki-laki itu menepuk bahu temannya yang sedang duduk di bangku kayu.

"Saya masih mau disini.... Kamu duluan saja pulang. Hari juga semakin malam." Ucap remaja laki-laki yang duduk di bangku kayu.

Nama remaja laki-laki yang duduk itu. Yang tidak lain adalah Kelvin kinan nurangga.
Dan temannya bernama Kenzo alexandria.

Kenzo menatap sini Kelvin, enak saja menyuruh dirinya pulang ke rumah sedangkan dirinya masih duduk disini!. Teman macam apa dirinya saat temannya sedang baik-baik saja malah pergi? Meninggalkan sendirian!?.

"Gue akan pulang! Tapi bersama lo juga"ujarnya.

Kelvin hanya diam, lalu menjawab."lebih baik kamu pulang Kenzo. Biarkan saya disini sendiri. Nanti juga saya pulang kerumah kalau sudah lebih tenang"Kenzo hanya bisa menarik nafas kasar, kalau itu yang diinginkan Kelvin. Baiklah dia akan pulang dan nggak maksa Kelvin yang ada malah membuat Kelvin merasa tidak lebih baik.

"Janji?.. lo akan pulang nanti?!"Kelvin mengangguk.

Kenzo memberikan payung yang dipegangnya  itu kepada Kelvin. Kelvin menerimanya supaya Kenzo cepat pulang. Kalau misalnya Kelvin menolak yang ada pasti Kenzo tak akan pulang dan memaksa dirinya ikut bersama.

"Gue pulang... Jangan sempat lo nggak pulang, dan nggak pergi ke sekolah kerna sakit Vin." Kelvin lagi dan lagi menggaguk.  Meyakinkan Kenzo.

Kenzo pun pulang dari sana meninggalkan Kelvin sendiri lagi dengan payung berada ditangannya, pemberian dari Kenzo tadi.

"Saya ingin menyerah boleh?"suara lirih itu keluar dari mulut Kelvin.

************

Haiiii teman-teman? Macam mana dengan prolog ini?

Apa Kenzo itu jahat ya? Apa Kenzo hanya memanfaatkan Kelvin aja ya? HM..

Kalau suka dengan prolog dan cerita ini Jangan lupa di vote dan komen ya teman-teman.. supaya lebih semangat mempublikasikan ini cerita...

Komen geys... Kalau rame aku lanjut deh
Kalau nggak rame.. mikir-mikir dulu deh untuk lanjut cerita ini..

Kalau ada typo tandai 😁

Byeee assalamualaikum..

Vote dan komen dong 😭😭

Maaf maksa 😭😅

kKN [Kelvin Kinan Nurangga]Des histoires addictives. Découvrez maintenant