Chapter 1

195 25 3
                                        

Ini hanya cerita fiksi. Kalau cocok, silakan lanjut . Kalau tidak  silahkan keluar

HARUNO SAKURA X ....

Transmigrasi kedalam novel, jadi banyak kejadian absurd tidak bisa diterima logika

.

.

.

.

.


Lenguhan pelan keluar dari bibir gadis bersurai merah muda yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit. DI sekelilingnya, beberapa pasang mata manatap penuh harap bercampur kelegaan.

Gadis itu mengerjapkan matanya, sangat silau, ia melihat samar beberapa orang yang mengelilinginya. "dimana aku" suara itu bergema dalam pikirannya sendiri,

Sakura mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba menyesuikan pandangannya hingga sebuah pelukan tiba-tiba menerjangnya tanpa aba-aba. Tubuh kecil itu menegang dan menatap sekelilingnya dengan raut penuh kebingungan

Di depannya, seorang wanita berumur tapi masih terlihat cantik memeluknya erat dengan isak, beberapa kali mengucapkan rasa syukur.

Gadis bersurai merah muda halus itu semakin bingung, ia tidak tahu siapa orang-orang ini. Ingatannya sebatas ia tenggelam karena menolong kucing yang terseret arus. Tunggu apakah orang-orang ini pemilik kucing itu? dan mereka sedang mengucapkan terimakasih kepadanya. Tapi kenapa banyak sekali

Pandangan sakura mengabsen satu persatu orang di dalam ruangan itu, wanita yang memeluknya bersurai pirang, di belakangnya pria berumur bersurai merah keungunan, di sampingnya pria muda yang tampan bersuari merah.

keningnya berkerut, kepalanya terasa nyeri seperti terhantam batu besar 'apa yang sebenarnya terjadi, siapa mereka?'

"Saki...sakiii...." suara lembut mangalun kedalam indra pendengaran sakura, wanita bersuari pirang pucat itu menatapnya penuh kekahawatiran "Apakah ada yang sakit nak?"

Mebuku, ibu dari gadis bernama sakura, putri bungsunya akhirnya sadar setelah satu pekan terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. Tidak ada yang bisa menjelaskan pasti apa yang terjadi pada anak bungsunya ini. Ia masih ingat jelas saat ia tengah di korea menemani suaminya, lalu kabar datang seperti sebuah petir di siang bolong "Sakura-san pingsan di dekat kolam rumah dan belum sadarkan diri berjam-jam".

"Si..siapa Anda?"

Kelegaan yang terpancar dari raut muka mebuki luruh, ia menatap anaknya penuh kekhawatiran "kau..kau tidak mengenali ibu sakura?"

"Siapa sakura?" Tanya gadis bersurai merah muda itu pilis,

Wajah setiap orang di ruangan itu menjadi pucat, di barengi tangisan mebuki yang pecah "Ibu...ibuu... apa yang terjadi pada anakku? Bukankah semuanya baik-baiik saja?" serunya panik menatap seorang wanita berambut pirang dengan garis kerutan sama di sisi ranjang lainnya, Tsunade ibu mebuki sekaligus nenek sakura yang menangani cucunya.

Beberapa waktu berlalu, tepat lima hari penuh ia dirawat di rumah sakit dengan berbagai pemeriksaan yang bahkan ia tidak tahu apa fungsi dan tujuannya.

Tapi dari penjelasan yang ia pahami, neneknya– tsunade mengatakan ia mengalami syok dengan penyebab belum diketahui, yang menyebabkan kerusakan saraf yang berperan dalam menyimpan memori. Seluruh ingatannya hilang dan belum ada kepastian kapan kembali.

Just NPCCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang