Hai selamat membaca ya
Jangan lupa pencet bintang nya😊🤭
Zena, adalah seorang gadis berusia 19 tahun yang hidup dalam kemiskinan bersama orang tuaku di sebuah desa kecil. Ayahku adalah seorang penjudi dan ibuku adalah seorang penjual ikan di pasar. Mereka berdua selalu bertengkar karena kekurangan uang.
Suatu hari, ayahku datang kepadaku dengan wajah yang serius. "Zena, aku punya rencana untuk membuat kita kaya," katanya.
Aku penasaran, apa rencana ayahku? Tapi, sebelum aku bisa bertanya, ayahku sudah melanjutkan, "Aku telah menjual mu kepada mafia, zena. Mereka akan membayar kita dengan uang yang banyak."
Aku merasa seperti disambar petir. "Tidak, Ayah! Tidak mungkin!" aku berteriak.
Tapi, ayahku tidak peduli. Dia hanya tersenyum dan berkata, "Aku tidak punya pilihan lain, zena. Aku harus melakukannya untuk menyelamatkan keluarga kita."
Aku merasa terjebak. Aku tidak bisa melarikan diri, tidak bisa melawan. Aku hanya bisa menuruti perintah ayahku dan pergi dengan mafia itu.
Aku dibawa ke sebuah rumah besar yang gelap dan menakutkan. Aku dipaksa untuk tinggal di sana, tidak bisa keluar, tidak bisa menghubungi dunia luar.
Aku merasa seperti budak, seperti barang yang bisa dijual dan dibeli. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku, tapi aku tahu bahwa aku harus melawan.
Aku mulai merencanakan pelarian, mencari cara untuk keluar dari rumah itu. Aku tidak akan menyerah, tidak akan menjadi budak mafia.
Di kamar, aku mulai memikirkan cara melarikan diri dari rumah. Aku sudah muak dengan semua penderitaan ku.
"Gimana kalau gw melarikan diri saat berbelanja bahan makanan, pasti ga akan ketahuan, " gumam ku pelan sambil berpikir lagi
Ya mungkin itu adalah salah satu jalan aku keluar, hari kamis bahan makanan pasti sisa sedikit, dan pasti aku yang akan di suruh beli ke pasar. Ini kesempatan yang bagus.
Menjelang malam, aku mulai mencuci piring yang menumpuk. Aku mendengar suara ketukan pintu, kemungkinan besar itu adalah Tuan Revan yang baru saja pulang. Aku melangkahkan menuju pintu dengan perlahan tapi pasti
Saat aku membuka pintu terdengar suara derit pintu yang panjang ,di hadapan ku tuan Revan tiba-tiba langsung memeluk ku ,seketika itu tubuhku rasanya menggigil bukan karena dingin, melainkan karena sedikit takut di peluk Tuan Revan
"Sayang, tubuh ku rasanya panas sekali, tolong siapkan air untuk aku mandi," ucapnya sambil tersenyum dan terus memelukku. " Siap tuan, akan ku laksanakan sekarang...." Aku menunduk Karena tidak berani menatapnya
"Ya sudah sana siapkan," dia mulai melepas pelukannya dari tubuh ku
Rasanya tubuh ku lega saat dia sudah tidak memeluk ku . Aku segera berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air.
Setelah menyiapkan air yang diminta oleh Tuan Revan, zena pun melangkah ke bawah untuk memberi tau Tuan Revan
"Tuan airnya sudah saya siapkan," dia menatapku dan tersenyum miring
"oke baiklah tugas mu sudah selesai, sekarang kamu tidur sana," aku tersenyum dan mengundurkan diri dari hadapannya
Tiba di kamar, aku langsung menghempaskan tubuh ku ini ke kasur, rasanya hari-hari disini sangat membosankan dan sangat lelah
",Aku rindu dengan ibu"
ESTÁS LEYENDO
Cinta Dan Kebencian Sang Mafia
RomanceZena adalah seorang gadis yang berumur 19 tahun , dia hidup dalam kemiskinan. Akhirnya orang tua Zena menjual Zena ke bos mafia yang bernama Revan Zena di bawa ke rumah bos mafia itu dan ia di jadikan babu oleh mafia tersebut Akankah Zena menjadi...
