Prolog.

1.5K 72 33
                                        

"Lo Juga Istri gue wooyoung! Jadi lo harus nurut sama gue"

"Najis, gausah so ngatur lo, sana urusin aja istri lo si yeosang"

Yeosang menatap dua orang di depan nya yang sedang beradu mulut. Sudah satu tahun pernikahan nya dengan san.  Tapi, kedua orang tua san masih belum juga merestui hubungan nya.

Terlebih, sekarang dia harus menerima kenyataan bahwa dirinya di madu karena suaminya san, sudah di jodohkan dengan sahabat kecil nya wooyoung dan mau tak mau, terima tak terima mereka akan tetap menikah walau san sudah menjadi suaminya.

Di rumah yang besar ini, yeosang sering kali merasa kecil. Walaupun san pro dengan nya dan tetap memilih tidur dengan nya di kamar mereka, namun sering kali yeosang merasa cemburu jika san mulai memperhatikan wooyoung.

Padahal, wooyoung sendiri terasingkan di lantai bawah rumah mereka, ya—di kamar tamu.

Dengan paras sempurna wooyoung dan status keluarga nya. Yeosang semakin merasa iri dan tersaingi. Ia takut san mungkin akan berpaling darinya dan lebih memilih wooyoung nantinya.

"San, gue mau tinggal di apart"

"Gak! Lo mau kita berdua kena hajar ortu kita gara-gara lo tinggal misah?"

"Cih sial, gue bosen disini"

"Lo mau ngapain lakuin aja, pake aja semua fasilitas yang gue kasih, asal jangan balik ke apart lo"

"Gue gak butuh duit lo"

Yap, Kalo san lupa keluarga nya sudah jauh hari menjadi kolega. Itu artinya mereka setara, makanya orang tua san bersih keras menolak kehadiran yeosang di kehidupan mereka dan lebih memilih wooyoung yang sudah jelas bibit bobot nya.

Keduanya bak tom and jerry yang tak pernah akur. Jika bertemu, minimal adu mulut atau saling sikut.

San yang tak suka sifat frontal wooyoung, dan wooyoung yang tak menyukai sifat sombong san. Sangat komplex bukan?

Mereka berdua kalo sehari aja gak adu mulut kayaknya bakal demam ya, demam—rindu.

Mau seberapa keras pun keduanya menolak perasaan 'itu' pada akhirnya rasa itu akan tetap tumbuh dengan sendirinya seiring berjalan nya waktu.

Di rumah ini, wooyoung merasa seperti orang asing. Tak di anggap, tak di lihat bak pajangan usang yang tak lagi menarik. Makanan sehari-harinya adalah melihat kebucinan san dengan yeosang.

Terkadang, wooyoung merasa jengah pada san yang melarang nya melakukan ini dan itu, seperti hadirnya dianggap saja.

Padahal, tinggal di apartemen jauh lebih baik untuknya.

Atau...wooyoung nekat saja?

Lagi pula si choi san itu pasti akan berlaga layaknya suaminya kalo soal urusan mengaturnya.

..

"Wooyoung, tolong jauhin san"

Wooyoung menatap malas kearah yeosang di depan nya yang menganggu aktifitas makan nya hingga ia tak lagi bernafsu untuk kembali menyuap makanan nya.

Yeosang yang melihat wooyoung hanya diam mulai merasa kesal, siapa dia berani mengabaikan nya?

"Lo punya mulut gak sih?"

"Lo buta? Waktu gue terlalu berharga buat ladenin orang tolol kaya lo, kalo lo gamau san deket-deket gue ya lo kurung aja dia di kamar ngapain juga gue harus ikut repot"

Ya, wooyoung tak suka pada yeosang dan tak akan pernah. Menurutnya, yeosang itu naif dan manifulatif. Selalu berpura-pura polos di depan san dan keluarga nya, dan itu membuat wooyoung muak.

..

"Wooyoung, gue mau punya anak dari lo"

"apa? Lo gila?"

"Lo tau apa yang keluarga kita mau, keturunan dan cuma lo yang bisa kasih itu"

Wooyoung memutar bola matanya malas, memangnya dia boneka yang seenaknya bisa di mainkan dan di manfaatkan begitu saja. Dan apa katanya? Cuma wooyoung yang bisa memberi san keturunan? Memangnya istri kesayangan nya si yeosang itu tak bisa memberinya keturuan?

"Gak! Gue gak mau! Kalo lo mau punya anak sana sama istri lo si yeosang"

"Lo juga istri gue kalo lo lupa wooyoung"

"Sejak kapan hah? Pernikahan kita cuma status gak lebih san"

"Kalo gue bilang gue cinta sama lo?"

"Gausah gila deh, cukup dan jangan libatin gue lagi san! Cerai in gue sekarang!"

Ya, kalo soal menikah mungkin wooyoung bisa mengangap nya main-main tanpa melibatkan perasaan. Namun memiliki anak? Bukan kah itu gila?

"San, kamu gak mau punya anak sama aku?"

"Bukan gak mau sayang, tapi gak bisa"

"Gabisa kenapa san? Aku juga istri kamu! Istri pertama kamu!"

"Maaf sayang, tapi aku gabisa, kamu tau sendiri orang tua ku cuma mau punya cucu dari aku sama wooyoung"

"Kenapa sih san wooyoung, wooyoung terus? Kamu udah cinta sama si jalang itu hah?"

"Kang yeosang!"

Karena kesal san meninggikan suranya, entahlah ia tak suka ada yang mengatai wooyoung seperti itu.

"Lihatlah, aku bener kan? Kamu udah mulai jatuh cinta sama wooyoung! Ini yang aku takutin san saat kamu bawa dia kerumah kita"

"Yeosang! Ini rumah wooyoung, bukan rumah kita"

"Apa maksud kamu?"

"Rumah ini di bangun emang buat aku sama wooyoung, tapi aku dulu lebih milih nikahin kamu, pacar aku bukan dia, jadi stop bawa-bawa wooyoung di masalah hubungan kita! Dia gak salah apapun"

Ya, pada akhirnya mau kita berjuang melawan takdir sekeras apapun mereka akan kembali pada yang seharusnya.

.......TBC

Hmm...Prolog dulu yaah😁✌🏻

Marry Him When I'm Marrieded || Sanwoo || Woosan (END)Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora