Ingatan...

15 3 0
                                        

Aku berjalan di jalan yang sunyi di tengah gelapnya malam hari dengan raut wajah yang terlihat lelah tapi aku terus berjalan. Rumah-rumah semakin sedikit dan diujung jalan aku dapat melihat sebuah rumah yang lumayan besar dengan lampu yang sudah terpasang di dalam dan di luar. Aku berdiri di depan pagar rumah itu.

Ada sedikit perasaan takut yang menyelimuti pikiran ku dikarenakan rumah yang akan ku tempati untuk sementara itu konon katanya berhantu. Tapi aku mencoba untuk tidak terlalu mengambil pusing. "Toh aku juga cuman beberapa hari disini jadi tidak ada yang perlu ku khawatirkan.... Mungkin"

Aku membuka pintu pagar yang sedikit berat itu lalu menutupnya kembali. Halaman rumahnya yang luas dan juga tidak terawat dengan rumput-rumput yang menjulang tinggi memberi kesan menyeramkan pada rumah itu. Mataku memandang sekeliling seperti mencari sesuatu dan aku menemukan sebuah patung anak kecil yang terlihat menyeramkan dengan pisau yang tertancap di perutnya dan ekspresi mukanya yang terlihat kesakitan.

"Aku seperti pernah melihatnya.... Tapi dimana ya??"

Aku terus berjalan sampai di depan pintu rumah itu yang terlihat besar. Aku menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar sebelum membuka pintu rumah itu

Krieet

terdengarlah suara pintu yang sedikit usang.

"Permisi..." Bau debu dan juga lembab yang bercampur menjadi satu menusuk hidungku. Rumah itu besar dan luas, dengan banyak kamar dan koridor yang gelap.

"Oh iya ya, kenapa aku malah bilang permisi... Kan aku sendiri.." tanyaku kepada diriku sendiri dengan bingung

Aku memutuskan untuk tidur di kamar yang paling besar. Aku membuka jendela untuk membiarkan udara segar masuk dan membuat aku merasa lebih nyaman "haaah... udaranya gak dingin-dingin amat...tapi kok aku merinding ya??" Aku merasakan sesuatu tapi aku menepis pemikiran itu jauh-jauh.

Aku berjalan ke arah kasur dan melemparkan tubuhku ke atas kasur Tapi, ketika aku akan tidur, aku mendengar suara-suara aneh. "Mungkin cuman angin" Aku mencoba untuk tidak memperhatikannya, tapi suara-suara itu semakin keras dan semakin dekat. Terdengarlah suara nafas yang berat di telingaku.

"Siapa di sana!??" Aku bertanya dengan suara yang terdengar panik dan sedikit waspada.

Aku merasa bahwa aku tidak sendirian di rumah itu. Aku mencoba untuk tidur, tapi tidak bisa. Aku terus memikirkan suara-suara aneh itu dan apa yang mungkin terjadi. Aku berpikir bahwa mungkin itu hanya suara angin atau suara hewan malam.

Tapi, suara-suara itu semakin keras dan semakin sering ku dengar setiap kali akan tidur dibarengi dengan suara ketukan di salah satu pintu di rumah itu. "Ugh aku sudah tidak tahan lagi. Aku harus melakukan sesuatu!" Aku memutuskan untuk menjelajahi rumah itu besok dan mencari tahu apa yang terjadi.

Malam itu aku berusaha untuk tidur, mengubah posisi tidurku menjadi membelakangi pintu kamar tetapi usahaku sia-sia.... Aku tidak bisa menutup mataku untuk tidur. Bisa kurasakan ada sesuatu yang memperhatikanku....

Semakin memperhatikanku.....





Semakin dekat....



CKLEK

BAAAAM


Aku langsung terduduk karena kaget bercampur takut setelah mendengar suara seperti pintu yang dibuka lalu ditutup dengan cara dibanting.

Deg  deg
Deg  deg

Jantungku berdegup kencang nafasku sedikit tersekat saat mengetahui tidak ada siapa-siapa bahkan seperti tidak ada yang terjadi.

My Happy EndingDes histoires addictives. Découvrez maintenant