Guntur menggelegar, semburat kilat petir membuat langit bercahaya dalam beberapa detik, hujan deras terus mengguyur kota. Sementara itu, deru suara motor usang terus dipacu si pengemudi ditengah alam yang sedang menumpahkan tangis. Motor berbelok dijejeran ruko, dimatikannya mesin motor itu. Sejenak, dia melihat wajah di pantulan spion, diusapnya air hujan yang membasahi muka. Lantas dia berlari kencang memasuki gang sempit, menerjang hujan kembali.
Dia bisa menunggu sampai mereda, namun ada seseorang yang harus dia lihat keadaannya. Kaki itu berhenti pada pagar yang menjulang, tangan terulur membuka, buru-buru masuk dan melepas jas hujan yang ia kenakan untuk menghalau badan dari dinginnya air hujan.
Pintu diketuk, tak berselang lama si pemilik membuka. Tampak keterkejutan diraut wajah itu.
"Kok kesini Zee? Ngapain? Hujan deras, naik motorkan kamu?"
"Ya kalau angkot gak ada Sha jam segini." Kantong keresek putih berlogo supermarket disodorkan "Nih, buat kamu."
"Apa?"
"Rumput laut, potato chips, coklat, sama yogurt biar datang bulan kamu enggak terlalu sakit."
"Ihh... Makasiiiiih, Peduli banget sih."
"Sama-sama... Enggak disuruh masuk nih?"
"Eh! Iya, sini masuk."
"Kebiasaan." Zee menarik kursi meja makan. Kebetulan dia masuk dari pintu belakang.
"Biasanya langsung masuk." Memberikan handuk kering untuk rambut Zee "Repot-repot banget, padahal hujan, maksain sih kamu jadikan basah kuyupkan."
"Siapa suruh ngomel-ngomel gak jelas diroom chat. Padahalkan tugasnya dikumpulin besok lusa, gak harus sekarang dikerjain. Terus kamu juga datang bulan, naik turun mood-nya."
"Ya kamu aneh. Mana ada Dinosaurus yang masih hidup di zaman sekarang Zee. Udah tahu temennya lagi datang bulan, malah diajak berfilosofi, ya kesel lah aku."
"Akukan bilang seandainya. Seandainya kan berarti berandai-andai. Bukan betulan kalau Dinosaurus masih ada sampai sekarang, kita disini bagaimana."
"Di Hap!" Seru Marsha.
Zee merotasi mata "Tapi Dinosaurus ada yang Herbivora, mana mungkin kita diHap."
"Zee cukuuuuupppp." Rengek Marsha "Aku beneran kesel sama kamu sumpah demi Tuhan."
"Ngeselin begini kalau aku enggak ada kamu pasti kangen." Menaik turunkan alis.
Marsha mendengus sementara Azizi tertawa dengan respon Marsha yang menggelitik perut.
"Om ayah sama Tante Mama kemana? Kok sepi?" Celingukan mencari keberadaan kedua orang tua Marsha yang tidak ada.
"Belum pulang, kejebak macet."
"Owh, sendirian kamu?"
"Sama Teh Ira." Dia lihat Zee yang sudah berdiri seakan bersiap-siap pergi "Kemana?"
"Pulanglah, kamu kira?"
"Hujan kok, tunggu reda."
"Sudah reda kawan, makanya aku pulang. Buru-buru nih, tadi pamitnya cuma sebentar sama Bapak."
"Aku kira bakalan nginep." Ujar Marsha, keluar kembali dan memperhatikan Zee yang sedang mengenakan jas hujan.
"Nginep gimana? Besokkan sekolah. Kapan-kapan deh." Janji Zee sembari sibuk berkutat dengan celana jas hujan yang sulit dipakai.
"Masih gerimis, tunggu bentar lagi." Tahan Marsha, tatkala tangan terulur menadah hujan yang belum reda, tersisa gerimis tipis.
"Kelamaan. Dah, aku pulang ya. Haid nya cepet selesai biar enggak morang-maring marahin aku." Jalan Zee mundur melambai-lambaikan tangan pada Marsha yang juga melakukan hal serupa.
Saat tubuh Azizi tertutup oleh pagar dan hilang dari pandangan Marsha buru-buru masuk, menutup pintu. Tutup yogurt langsung dibuka, dia menikmati asam ciri khas yogurt sambil melihat sosial media. Tapi tak berselang lama pintu terbuka, dia lantas melihat, kening berkerut manakala wajah Zee menyebul di tengah-tengah pintu yang terbuka sedikit.
"Apa?" Bingung, bukankah teman nya ini akan pulang? Tapi malah kembali lagi.
"Kunci motor, hehe, ketinggalan."
<( ̄︶ ̄)↗<( ̄︶ ̄)↗
ANANTARA (DISERUPAMU)
Cerita baruku, Yeay!!! enggak akan kompleks kok. Ini tuh kisah anak remaja biasa, enggak akan berat kaya cerita-cerita sebelumnya.
GxG ya... Alias Girl x Girl.
Santai-santai kok ini~ pembukaan nya pun sesantai itu...
Jangan trust issue...
Akan dilanjutkan lagi kalau lapak Tulisan Terakhir tamat.
Dadah selamat bertemu di part selanjutnya!!!!!!
03.08.25
22:34
ANANTARA.
YOU ARE READING
ANANTARA [ZeeSha]
Teen FictionDiantara kenyataan dan realita. Ada sesuatu yang muncul. Merambat menjadi benalu. Utuh, namun tak semestinya tumbuh. ⛔DISCLAIMER THIS IS GXG⛔
![ANANTARA [ZeeSha]](https://img.wattpad.com/cover/401678949-64-k868554.jpg)