1 Pertemuan

263 21 7
                                        

Roderick Hospital
***

Di rumah sakit megah milik Tn. Roderick, tampak sosok wanita cantik dan karismatik berdiri di depan gedung, menatap dengan penuh harap dan semangat. Namanya Yocheved Jesse Xochitl, biasa dipanggil Yoche atau Dr. Yoche oleh rekan-rekannya. Dengan paras yang cantik, dewasa, bahkan bisa di bilang sempurna dan memesona, dia membawa aura profesionalisme sekaligus kehangatan yang membuat semua mata tertuju padanya.

Hari itu adalah momen penting baginya. hari pertama Yoche bertugas di rumah sakit baru yang kabarnya sangat ternama dan modern. Saat hendak masuk, seorang pria paruh baya menyambutnya dengan senyum ramah. "Halo Dr. Yocheved, senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan Anda langsung," sapanya hangat.

Yoche membalas dengan senyum dan jabat tangan yang penuh rasa hormat, "Halo Mr. Jerry, senang bertemu kembali." Mr. Jerry adalah tangan kanan pemilik rumah sakit dan orang yang dipercaya untuk membantu kelancaran operasional di sini.

Mr. Jerry dengan sigap mengajak Yoche berkeliling gedung, memperkenalkannya pada tempat-tempat penting mulai dari ruang perawatan hingga ruang spesialis. Selama berjalan, ingatan dan pengetahuan Yoche seperti terekam secara alami, membuatnya tak perlu repot menghafal ulang.

Namun, ada satu hal yang mengganjal di benaknya. "Dimana Tuan Roderick? Bukankah katanya dia akan menyambut saya?" tanyanya dengan sedikit kebingungan.

Mr. Jerry tersenyum dan sedikit kikuk, "Oh, beliau sedang ada urusan penting sebentar, tapi sebentar lagi pasti datang."

Setelah puas berkeliling, mereka masuk ke ruang dokter, tempat para dokter berkumpul untuk berkonsultasi. Semua mata seketika tertuju pada Yoche, sosok baru yang datang dari Healthy Hospital. Dengan percaya diri, dia memperkenalkan diri, "Salam kenal, saya Dr. Yocheved Jesse, senang bisa bergabung di sini."

Satu per satu para dokter menyapa dan memperkenalkan diri, namun perhatian Yoche khusus tertuju pada Dr. Mara, seorang dokter senior yang memancarkan aura kebijaksanaan dan keibuan. Dengan senyum hangat, Dr. Mara mengulurkan tangan dan berkata, "Selamat datang, Nak Yoche, senang bisa bekerja sama denganmu."

Sesi perkenalan selesai, dan para dokter pun kembali ke tugas mereka. Yoche berjalan menuju ruang pribadinya yang terletak persis di sebelah kantor pemilik rumah sakit. Namun, baru saja dia akan membuka pintu, sosok lelaki berdiri di depannya, menarik seluruh perhatian.

Dexdrake Pierce Roderick, CEO sekaligus pemilik rumah sakit yang tersohor itu, berdiri dengan aura penuh wibawa. Tatapan matanya yang tajam membuat Yoche merasa terdiam sesaat. Dex berbicara tegas, "Permisi, nona Yocheved Jesse Xochitl, ada yang bisa saya bantu?"

Yoche sedikit terkejut, lalu menjawab santun, "Tidak ada, Sir."

Rasa penasaran menggelitik hatinya, lalu ia bertanya, "Dari mana Anda tahu nama saya?"

Dex tersenyum tipis, "Name tag anda terpampang jelas, nona."

Yoche tersipu dan bertanya lagi, "Anda pemilik rumah sakit ini, bukan?"

Dex mengangguk perlahan dan berkata dengan suara tegas, "Maaf atas keterlambatan menyambutmu. Apakah Mr. Jerry sudah menjelaskan semuanya?"

Dengan suara yakin, Yoche menjawab, "Mr. Jerry sangat membantu dan jelas dalam memberikan pengarahan."

Mendengar itu, Dex mengangguk dan berlalu begitu saja. Namun, Yoche masih berdiri terpaku, merasakan ada sesuatu yang berbeda setelah pertemuan itu.

Di dalam lift, Dex memejamkan mata dan mengeratkan rahangnya. Dalam hati, dia berkata dengan nada berat, "Yocheved Jesse Xochitl, kamu masih sama seperti dulu, Vee."

***




***

Hayoo, siapa yang nyari lanjutan cerita? Hehe, jangan lupa follow, vote, dan komen ya biar aku makin semangat nulis! Dukungan kalian tuh berarti banget buat aku 💗💗

By the way, gimana nih menurut kalian bagian pertama? Penasaran banget sama respon kalian, hehe! 😄

love that returnsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang