Sarang hanya ingin hidup tenang.
Jungkook hanya ingin melupakan.
Tapi takdir mempertemukan mereka dan memberi pilihan:
bertahan pada masa lalu, atau berani jatuh cinta sekali lagi.
Genre : Romance, Drama, Angst, Mature
Happy Reading ARMY ❤️
"AAAAAAA SHIBAAALLLL…!!!" teriak seorang wanita dari atas tebing, suaranya pecah menyatu dengan angin laut yang berhembus kencang. Di bawah sana, lautan terbentang luas, seolah siap menampung segala keluh kesah yang dia tumpahkan.
Setelah puas berteriak, ia melangkah turun menuju bibir pantai. Duduk di atas pasir yang dingin, membiarkan waktu berjalan pelan bersama senja yang mulai menumpahkan jingga dan ungu di langit. Laut sore itu tak seramai biasanya. Hanya ada beberapa anak kecil yang berlari, menantang ombak yang datang silih berganti. Suara deburan ombak terdengar lembut, seperti melodi yang tak pernah berhenti.
Di sanalah Jungkook Lee Sarang berada. Baginya, pantai adalah satu-satunya tempat yang tidak menuntut apa pun. Tidak seperti kafe tempatnya bekerja, yang menuntut senyum manis meski tubuhnya lelah. Tidak pula seperti kontrakan sempit yang setiap malam terasa pengap. Di sini, ia bisa melepas sepatu, membiarkan pasir masuk ke sela jari-jarinya, lalu menarik napas panjang. Seolah tanpa perlu berkata, laut, angin, dan pasir sudah mengerti isi hatinya.
"Andai hidup bisa sesederhana ombak… datang, pergi, lalu kembali lagi," batinnya lirih.
Namun sore itu, ada yang berbeda. Ketenangan yang biasa menemaninya terganggu oleh kehadiran seseorang. Seorang pria duduk tak jauh darinya. Hoodie hitam dan masker menutupi sebagian wajahnya. Di pangkuannya ada sebuah buku catatan kecil. Tangannya sibuk menulis, sesekali mengetuk pena, lalu menatap laut dengan tatapan dalam—seakan sedang mencari sesuatu yang tak bisa dijelaskan.
Awalnya Sarang tak peduli. Banyak orang datang ke pantai untuk melupakan beban. Tapi saat mendengar gumaman yang mirip seperti sendandung itu, telinganya otomatis menangkap sesuatu, dia juga mendengar laki-laki itu mengeluh sambil menghela nafas panjang.
"Laut sore ini... terdengar seperti lagu yang belum selesai,"gumamnya.
Sarang menoleh sebentar. Ia tak yakin itu ditujukan padanya atau hanya ocehan untuk dirinya sendiri. Tapi tanpa sadar, bibirnya menjawab.
"Kalau lagu itu belum selesai... mungkin laut masih menunggu seseorang untuk melengkapinya."
Lelaki itu menoleh cepat. Sepasang mata hitamnya, tajam sekaligus hangat, menatapnya lama-seakan berusaha menebak siapa gadis yang berani menjawab gumamannya.
"Kamu sering ke sini?" tanya si laki-laki. Suaranya dalam, tenang, namun ada sesuatu yang tersembunyi di balik pertanyaan itu.
"Emm kadang," jawab Sarang singkat. "Tempat ini gratis. Dan laut nggak pernah marah kalau aku datang tanpa membawa apa pun."
Senyum samar terbit di balik maskernya. Tangannya kembali bergerak, menulis lebih cepat, seperti seseorang yang baru saja menemukan potongan melodi yang hilang.
Sarang memperhatikan, rasa ingin tahunya kian besar. Ada sesuatu yang berbeda dari lelaki ini. Penampilannya sederhana, tapi cara dia menatap laut... seakan sedang mendengar suara yang tak bisa didengar orang lain.
"Kamu... penulis ya?" Sarang bertanya pelan.
Ia terdiam sejenak, lalu mengangkat pandangan. "Bisa dibilang begitu. Aku menulis suara."
"Suara?" alis Sarang terangkat.
"Suara hati. Suara laut. Suara dunia." Ia tersenyum kecil. "Kadang orang menyebutnya... lagu."
Sarang tertegun mendengar jawabannya. Baginya, ia hanya lelaki asing yang bicara aneh tentang ombak dan melodi. Tanpa tahu bahwa lelaki itu sebenarnya adalah Jeon Jungkook, komposer yang lagu-lagu ciptaanya sering ia dengar dari radio kafe tempatnya bekerja. Bahkan banyak penyanyi penyanyi yang bisa langsung terkenal karena bisa menyanyikan lagu yang dibuatkan oleh Jungkook.
Matahari kian tenggelam, menyisakan semburat emas di cakrawala. Sarang berdiri, menepuk pasir dari pakaiannya. "Ehh aku pulang dulu. Kalau terlalu lama di sini nanti bisa masuk angin." Ucap sarang
Jungkook menutup bukunya, menatap punggung gadis itu. Ada sesuatu di dirinya yang ingin menahan, tapi yang keluar hanya kalimat sederhana "Mungkin... aku akan menemuimu lagi di sini."
Sarang hanya mengangkat bahu, lalu melangkah pergi.
Di belakangnya, Jungkook kembali membuka buku, menulis satu kalimat terakhir sebelum senja benar-benar menghilang..
'Di antara ombak dan cahaya senja, aku menemukan suara yang paling jujur-suara seorang gadis asing.'
Bersambung....
*
*
*
Main Cast :
Jeon Jungkook (28 y.o)
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Lee Sarang (23 y.o)
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.