˚₊‧꒰ა❤︎໒꒱ ‧₊
Cahaya matahari menelisik manik hazel Maala yang sudah tiga puluh menit terkapar di hamparan padang rumput hijau yang menari-nari mengikuti arah angin. Siluet seorang laki-laki di samping kanan Maala membuat gadis itu terbangun kaget dan menjauhi laki-laki itu. Kedua mata bulat Maala terbelalak lebar ketika melihat laki-laki yang didepannya berpakaian layaknya seorang pangeran dari negeri dongeng. Maala merasa seperti putri tidur yang terbangun karena kasih sayang dari pangeran dongengnya.
"Siapa kau?! Kenapa kau hadir selalu di mimpiku?" tanya Maala spontan ketika pangeran itu mendekatinya.
Sebelum Maala terbangun dari mimpinya, ia bertemu dengan lelaki berambut hitam itu ketika ia berdansa di dunia penuh benda antik milik mendiang kakeknya. Lelaki itu mengajak Maala untuk ikut bersamanya menjelajah dunia mimpi.
Lelaki berambut hitam sedikit panjang itu tersenyum tipis dan menatap binar mata Maala, "Kau bisa memanggilku Parama. Aku menemukanmu terkapar di sini sejak matahari terbit pagi ini. Kau tidak apa-apa?"
Maala mengangguk pelan sambil mengedarkan pandangannya melihat pemandangan asing di sekitarnya. Pohon-pohon dengan daun berwarna merah muda dan kuning membuat Maala terkesima. Suara air sungai di seberang padang rumput membuatnya sedikit terlena hingga sadar bahwa dunia yang ia tempati bukanlah dunia ini.
"Tempat macam apa ini? Seingatku, aku menghadiri acara pernikahan ibuku di pesisir pantai.. apakah ini surga?!"
Parama terkekeh, "Surga lebih indah dari ini, Maala. Tempat ini bernama Radeva–tempat penuh mimpi-mimpi manusia yang berwarna warni. Di sini kau bisa melihat semua mimpi manusia di muka bumi."
Maala mengerjap tidak paham, "Hah, dunia mimpi, kau ini terus-terusan berkata dunia mimpi, apa maksudmu hah?? Dan apa maksudmu Maala? Bagaimana kau tahu namaku Maala?!"
"Sudahlah Maala, kau aman bersamaku. Bagaimana jika kau ikut saja denganku? Ikutlah denganku Maala. Akan kutunjukkan betapa indahnya mimpi-mimpi mereka."
✮✮✮✮✮
Repost story karena akun sebelumnya @annoerz lupa password T_T
YOU ARE READING
A MILLION DREAMS
Short StoryKetika jam berdenting menunjukkan pukul dua belas malam, Maala-gadis ceria berambut ikal tersesat di sebuah dunia penuh benda antik milik mendiang Kakeknya. Musik klasik mengalun menyambut kedatangan Maal dengan baik. Gadis itu berdansa mengikuti al...
