Jangan lupa komen dan vote nya ya temen temen😘
•
•
•
Setelah menjadi pahlawan untuk anak Bebeknya itu demam Saki yang awalnya belum turun menjadi semakin naik demamnya namun Saki masih aktif bermain dengan kedua sahabatnya.
Sembari menyenderakn kepalanya di pundak sang pujaan hati.
Saat ini mereka berempat sedang berkumpul di kamar Saki sedang bermain PS. Dhika dan Kama duduk lesehan di atas karpet berbulu dan Saki duduk di atas kasur empuknya bersama Kanara menyaksikan kerusuhan Dhika dan Kama yang sedang bermain PS.
Plester penurun panas masih menempel di keningnya.Kanara mengelus lembut belakang kepala membuat Saki semakin nyaman berada di sisi sang pujaan hati.
"Ra".
"Hm".
"Ra".
"Hm".
"Ish ham hem ham hem mulu Nisa sabyan lo". Kesal Saki saat Kanara hanya membalas panggilan yang dengan deheman saja.
Kanara terkekeh melihat raut wajah merengut Saki. "Iya apa lo mau apa?". Tanya Kanara sembari terkekeh ia menatap wajah Saki yang bersandar di bahunya begitupun dengan Saki membalas tatapan gadis cantik itu.
"Mau nikah sama lo". Jawab Saki entang. "Boleh kapan?". Balas Kanara.
"Habis magrib sekarangkan malam jum'at sekalian sunahan". Saut Saki sembari menaik turunkan halisnya.
"Aduh sakit Ra ih belom nikah udah KDRT aja lo". Keluh Daku saat Kanara memukul belakang kepala Saki kesel mendengar ucapan Saki tadi. "Lagian lo ngelantur gue kan cuma bercanda".
"Tapi gue gak bercanda Ra gue pengen nikah sama lo".
"Nikah nikah kerjaan lo aja cuma ngerengek minta duit ama bapak lo so soan mau nikahin anak orang". Cibir Kama yang sedaritadi mendengarkan obrolan dua sejoli itu.
"Ye biarin bapak gue kaya Omah Opah gue juga kaya walau gue gak kerja Kanara gak bakal jadi gelandangan kali". Sambong Saki membuat Dhika yang sedari tadi fokus dengan PSnya itu terkekeh.
Sedangkan Kama memutar bola matanya malas sombong banget tapi emang fakta Saki mau jadi pengangguran seumur hidupnya juga hartanya gak bakalan habis.
"Laper kagk ada makanan kah". Celetuk Dhika yang sudah menyudahi permainnanya ia simpan stik gamenya lalu menatap Saki.
"Cari aja di dapur biasanya juga lo ambil tanpa minta izin gue". Cibir Saki. "Oke Kam ikut kagk lo". Ajaknya pada Kama.
"Ikut lah males banget gue jadi kambing conge disini".
Setelah kepergian kedua sahabatnya hanya tertinggal Saki dan Kanara lah di kamar itu. Saki asik memainkan jemari lentik nan halus milik sang pujaan hatinya itu.
"Sak udah makan?". Tanya Kanara Saki menggelengkan kepalanya. "Kenapa belum?".
"Gak enak kalau makan suka pengen muntah". Jawabnya sembari memanyunkan bibitnya itu terlihat sangat menggemaskan.
"Makan dulu ya biar cepet sembuh". Bujuk Kanara lembut tadi saat Saki sedang berganti pakayan Adi meminta Kanara untuk membujuk putranya itu untuk makan karena Saki belum menelan nasi sedari pagi.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Alsaki Bima Arkatama
Ficção AdolescenteNamanya Alsaki Bima Arkatama lebih akrapnya Saki. Saki itu tipikal anak aktif yang kelebihan vitamin titisan Toddler selalu memiliki seribu tingkah ajaib setiap harinya yang mampu membuat semua orang menggelengkan kepala melihat kelakuan absurd nya...
