Bertemu denganmu adalah takdir. Menjadi temanmu adalah pilihan. Tapi jatuh cinta denganmu benar-benar di luar dayaku.
Harus ku mulai dari mana? Pertemuan yang begitu mengesankan teringat saja tersipu malu dibuatnya.
Engkau di sana dan aku di sini. Jauh? Takkan pernah jadi penghalang. Tanpa disadari hati ini seakan terpaut pada dirimu. Obrolan kita sekedar menanyakan bagaimana kabarmu, bagaimana rutinitasmu?. Sederhana tapi istimewa.
Masih ingatkah kamu cinta laki-laki biasa part 1 dan 2?. Tak mungkin semudah itu kamu melupakannya dan ya... Ini kelanjutannya
Cerita ini akan ku mulai. Setelah pertemuan kita yang terakhir aku sudah tak pernah bertemu denganmu lagi. Namun komunikasi kita tidaklah putus karena kita masih berhubungan via WhatsApp. Bedanya aku tak mampu tersenyum di depanmu.
Kau sibuk dengan urusanmu dan aku sibuk dengan kegiatanku. Terkadang rindu tapi mau bagaimana? Hubungan tanpa status inilah resikonya.
Aku sadar aku telah jatuh cinta padamu. Dan aku sadar kamu selalu ada untukku. Ibaratnya menunggu waktu yang tepat.
Bulan menemani malam titik keheningan yang menenangkan. Notif WhatsApp yang mengagetkan satu pesan telah kuterima dan ya.... Aku bahagia. Tertulis "besuk aku datang".
Bersambung
YOU ARE READING
Eighteen Special
Short Story18 hari untukmu. Suatu kebetulan jika ini serupa dengan cerita kita, namun sebuah kehormatan jika kau suka akan tulisan yang ku persembahkan untukmu.
