BUDAYAKAN UNTUK FOLLOW, VOTE DAN COMMENT‼️
Fiksi - Romance
Apa itu cinta pandangan pertama? Saat pertama kali mata ini menatapnya, tapi ada sebuah ilusi yang tercipta. Dia terlihat 'berbeda' dari pria yang aku lihat sebelumnya. Dia 'menarik' mampu m...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Hi Kelyn, gue pikir siapa tadi. Lo sama siapa kesini?" Tanya Lucas. Pria itu menyapa Kelyn yang kini hanya meliriknya sekilas.
Hingga satu menit berlalu, Kelyn terus menatap lurus dan menjawab dengan gumaman. "Sendiri," jawabnya.
Lucas ber'oh' ria seraya kepalanya mengangguk kecil. Ringtonehandphone milik Kelyn berbunyi, menghentikan langkah keduanya secara bersamaan. Kelyn menatap layar handphone dengan tatapannya yang datar, kemudian menggeser layar menjawab panggilan.
"Ada dimana, kamu?"
"Kak, aku kan sudah bilang. Aku lagi di perpustakaan, sudah izin sama Papa."
Kelyn menghela nafas dan mulai berjalan meninggalkan Lucas dan sibuk dengan panggilan dari Kakaknya yang over protective. Kakinya yang dibaluti oleh flatshoes menghantam lantai marmer, kemudian berdiri di salah satu rak besar yang isinya kumpulan novel dan sebelahnya cerpen.
"Kelyn, kamu tau kan kalau Kakak diamanati untuk jaga kamu selama Papa dan Mama pergi." "Harusnya kamu izin sama Kakak."
"Kak Revan, plis. Ini masih mau terus ribut? Aku capek, Kak. Aku ke sini mau cuci mata sekalian cari referensi, Kakak bisa kurangin sifat Kakak itu? Aku mulai risih, aku bukan lagi anak SD. Usia aku 24 tahun lima bulan lagi!"
Tut!
Rasanya saat ini juga Kelyn ingin meluapkan amarahnya, tapi raut wajah Kelyn masih sama. Dia tetap kaku dengan alis yang mengerut. Dengan helaan nafas yang terdengar berat itu, Kelyn berjalan menuju kumpulan buku komik. Dia rindu membaca buku komik untuk menghiasi waktu liburannya sebelum satu minggu dia wisuda.
"Terlalu klasik, cinta-cintaan itu terlalu membosankan." Kelyn menatap tidak minat judul komik yang dia baca satu persatu.
Percintaan itu rumit, tidak aneh jika sekarang di usianya 24 tahun itu masih menyandang status jomblo.
"Kayaknya udah sering deh gue baca cerita pembunuhan gini, atau action." ia sudah mulai bosan mencari berbagai buku yang dia temui. Tidak ada satupun yang menarik di sini. Lagi dan lagi kakinya terus berjalan hingga di pojok rak.
Rak pojok merupakan kumpulan puisi dan pantun, satu persatu Kelyn mengambil judul yang menarik. Hingga tidak sengaja tangannya menyentuh punggung tangan seseorang di sampingnya saat ingin mengambil buku itu. "Sorry, gue duluan yang ambil." Kelyn mengambilnya dan mulai menjauh, tujuh langkah dia berhasil membawa buku puisi yang sekarang dia genggam di tangan kanannya.
Badannya berbalik, menatap penasaran pada seseorang yang masih berdiri di pojok rak dengan tatapan yang tidak teralihkan itu. Dia seorang pria dengan kulit yang halus namun dingin. Tidak ada sepatah kata apapun yang pria itu ucapkan saat Kelyn membawa buku ini. Namun Kelyn tidak merasa ada perasaan bersalah yang mengganjal di dalam hatinya.
Kelyn tetaplah Kelyn, penulis yang tidak pernah menyematkan genre percintaan dalam karya tulisnya.
"Ga, udah ketemu belum buku puisinya?" Seorang pria yang usianya sama berjalan mendekati pria itu. Dari jarak jauh pandangan Kelyn hanya tertuju pada punggungnya, jaket levis berwarna Army dengan tulisan Sagara. Nama itu terukir di belakangnya dengan jelas dan Kelyn dapat menebak jika itu adalah nama pria di ujung sana.
"Sagara..."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
***
Hi! Balik lagi di cerita terbaruku. Cerita ini versi adiknya Revano Bagaskara yang ada di cerita BLOSSOM ENDING WITH PROMISE IN HEART.
Klik tanda bintang di pojok kiri dan tinggalkan komen di bawah ini ya, see u, yaa!