"Elvander Jordanio Alexaverius"
••••
Elvander terbangun dari tidurnya dia menatap seluruh tubuhnya di cermin dia memegang wajahnya dia, dia kembali ke waktu dirinya diasingkan di tempat terpencil tersebut.
Pikirannya terlintas kejadian dirinya di fitnah dan dituduh oleh semua keluarga nya tangannya tergepal sangat kuat sehingga urat-urat tangannya menonjol.
"Karena ini kehidupan kedua gue, gue akan mengubah takdir gue dan membalaskan penghinaan tersebut" gumamnya dengan emosi.
"Hina di balas dengan hinaan kalo bisa dengan nyawa kalian" Senyuman smirk muncul dibibirnya dia benar-benar tidak menerima apa yang dia dapatkan dulu.
Elvander bangkit dari kasur kecil yang ada disana kecil dan sempit dia berjanji akan mengurung mereka semua di neraka buatannya sendiri.
Tidak akan ada Elvander yang mudah di tindas, tidak ada Elvander yang penurut dan tidak ada Elvander yang lemah sekarang hanya ada Elvander yang suka melawan Elvander si berandalan.
Elvander ingat bahwa hari ini keluarga nya akan berkunjung untuk menjenguknya dia akan memperlihatkan dirinya yang sebenarnya mereka memanggilnya pembunuh bukan? dia akan melakukannya sayang sekali jika benar-benar ga di lakukan karena mereka sudah mengecap dirinya pembunuh.
Yaudah Elvander lebih baik melakukan itu, menjadi pembunuh ga buruk juga pikir Elvander.
"Menjadi seorang pembunuh bagus juga" ucapnya santai.
••••
Elvander duduk di kursi kecil depan gubuk tersebut sambil menghirup secangkir teh hangat serta kue yang di buatnya sendiri dengan bahan seadanya.
"Selama bertahun-tahun gue menderita sekarang gue akan buat kalian menderita seperti kalian memperlakukan gue saat ini"
"Pembunuh ya? oke akan gue tunjukkan apa yang akan di lakukan pembunuh ini" ucapnya sambil tekekeh geli membayangkan dirinya membunuh semua keluarga nya dengan sadis.
Tapi dia ga akan melakukannya karena dia masih punya hati nurani dia hanya akan membuat keluarga nya menyesal dan menderita akibat penyesalan tersebut.
Elvander berjalan ke sungai kecil yang jernih dia sepertinya nyaman disana karena sangat nyaman dan sejuk Elvander mulai melemparkan tubuhnya ke dalam sungai itu dan wow tubuhnya sangat errr menggoda benar-benar laki-laki sempurna dibuat oleh author.
Elvander berdiri memperlihatkan tubuhnya yang sangat sempurna sambil merapikan rambutnya yang basah ke belakang menggunakan tangannya dia berjalan naik melangkah ke gubuk kecil miliknya.
Saat sampai dia tertawa sinis rupanya mereka sudah sampai mereka yang disana menatap kagum kearah Elvander, Elvander benar-benar sempurna.
"Berhenti menatap saya, seperti seorang pria yang tidak normal" ucapnya formal.
Mereka semua terdiam dia berubah? pikir mereka semua.
Elvander mengabaikan mereka lalu masuk untuk mengganti pakaiannya.
Mereka semua duduk di kursi kayu yang cukup untuk mereka semua, mereka baru sadar bahwa tempat itu benar-benar kecil untuk Elvander, apa Elvander nyaman? pikir mereka semua.
Menurut ente?
End
.....

Elvander Jordanio Alexaverius
KAMU SEDANG MEMBACA
Elvander
Teen FictionElvander kembali pada masa dirinya di asingkan ke tempat terpencil dirinya terkejut bahwa telah mengulang waktu namun dirinya akan mengubah alur ceritanya sendiri dan membalaskan dendamnya. Semua keluarga nya terkejut atas semua kelakuannya, Elvand...
