Bekerja di pelayanan masyarakat membuat kamu bertemu dengan banyak orang, tapi dari 1-50 orang yang di temui per harinya bahkan di luar tempat kerja, kenapa kita harus di pertemukan dengan orang jahat?
Inara seorang gadis dengan tinggi 150 cm berha...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Emang kenapa kalau milih buat tinggal sendiri ma? Inara udah gede kok, tenang aja!"
Suara ocehan seorang gadis dengan baju serba hitam dan rambut panjang yang di ikat seperti ekor kuda itu menggema di kost baru nya, sambil menarik koper dan bawaan lain nya dia berbicara dengan ibunya lewat telepon pintar yang sekarang suaranya sudah di sambungkan ke True Wireless Stereo alias TWS warna merah muda miliknya.
"Iya aman, udah bilang sama papa juga tadi, emang siapa yang bakal tahan di rumah gede tapi orangnya pada gada?"
Percakapan demi percakapan tetap mengalir membuat Inara gadis 24 tahun yang baru tamat Profesi Keperawatan sedikit kewalahan karena harus membagi fokus menyeret tas tas besar nya dengan percakapan bersama mamanya yang semakin terasa, menyebalkan.
"Iya siapa suruh mama dan papa cerai? Anak-anak nya kan jadi kemana-mana juga, yaudah deh ma, Inara tutup dulu, bye!"
Klik
Inara segera merasakan sedih dan amarah begitu sambungan telepon dengan mamanya itu berakhir, percakapan itu tidak akan pernah terasa menyenangkan kalau sudah menyinggung soal keluarga,
"Mereka yang berantem, anak anak yang terlantar," Gumam Inara sambil membaringkan tubuhnya di kasur empuk yang disediakan pemilik kost.
"Capek,"
Inara menghembuskan nafasnya perlahan sambil mengamati sekitar kamar baru nya yang akan segera di penuhi barang-barang berharga miliknya, iya walaupun tidak sebesar kamar di rumahnya tapi kost yang memiliki jarak paling dekat ke tempat dia kerja ini sudah cukup layak disebut nyaman sih sepertinya.
Bagi Inara hari ini adalah hari melelahkan sekaligus melegakan, mengapa? Ya lelah karena harus pindah ke kost sudut kota sendirian dan hanya di bantu supir mobil pick-up yang dia sewa untuk membawa barang-barang nya dan melegakan karena dia tidak akan lagi bertemu dengan papa nya yang setiap hari hanya bisa marah-marah, karena masalah perceraian dengan mamanya yang sekarang sudah pindah ke luar kota, tapi apa adiknya akan baik-baik saja? Inara terpikir adiknya Irsyad yang baru kelas tiga SMA itu, semoga anak itu tidak terlalu terpengaruh dengan masalah di rumahnya.
"Maafin kakak ya Chad, pergi duluan, soalnya mumpung ada yang terima kerja dan bisa pergi dari rumah," Bisik Inara perlahan, sambil menata sedikit demi sedikit barang bawaannya, sebelum akhirnya dia di serang rasa kantuk yang aman berat, dia terlelap.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.