Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

1. A letter that shouldn't be there

80 37 9
                                        

Hallo welcome sebelum membaca yuk vote sama tinggalin komentar kalian yaa.
🩷💛

Unknown Letter Carrier
by. Injunieka
.

.
.
.
.

Jam di dinding berdetak perlahan

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Jam di dinding berdetak perlahan. Ruangan terasa sunyi, hanya ada suara rintikan hujan diluar sana dan suara gemerisik kertas, ketika seseorang meraih buku catatannya. Namun, sesuatu yang lain menarik perhatiannya.

Sebuah kertas putih, terlipat rapi, tergeletak di atas meja belajar.

Dahinya berkerut. Ia yakin tadi meja itu kosong. Dengan ragu, ia meraihnya, membuka lipatan kertas itu dengan perlahan.

Sebuah kalimat dengan tulisan yang agak familiar tertera di sana.

"Jangan pakai sepatu putih besok."

"Apa nih? Siapa yang naro disini?"

Ia melihat sekeliling kamar. Pintu masih terkunci, jendela tertutup rapat. Tidak ada orang lain di kamarnya kecuali dirinya.

"Ini pasti kerjaan Jisung, dasar iseng banget si Jisung," gumamnya, menyebut adik laki-lakinya yang sering menjahilinya.

Tapi, saat ia mengirim pesan bertanya, balasan yang diterimanya hanyalah, "Hah? Maksudnya??? Gue nggak ke kamar lo tuh."

Dasar Haechan padahal kamarnya dengan Jisung hanya terpisah beberapa ruangan, tapi saat ini dia malas keluar kamar. Jadi dia mengirim pesan saja.

"HAECHAN, JISUNG!! AYOO MAKANN!!" teriakan girang itu menggema ke sudut rumah dan sang pemilik suara itu adalah ibu dari kedua anak laki-laki dirumah itu.

"IYAAAAA," Haechan membalas teriakan ibunya.

Haechan memutuskan mengabaikannya. Itu hanya surat bodoh yang tidak masuk akal.

Berakhir ia membuang surat itu ke tempat sampah di pojok ruangan.

Dan berjalan keluar kamar menuju dapur untuk makan malam.

"Ma Jisung mau minta beliin sepatu dong sepatu Jisung yang biasa dipake rusak soalnya, boleh ya boleh."

"Tanya papamu sana."

"Pa, uang gajian udah kamu kirim ya?"

"Papa beliin Jisung sepatu baru dong..."

"Haechan mana deh lama banget."

Astaga berisik sekali mereka padahal keluarga ini hanya beranggotakan 4 orang, suami istri dan kedua anak laki-laki tapi hanya baru 3 sudah berisik.

Suara bising dari dapur akhirnya terdengar ketika Haechan datang menginjakkan kakinya ke lantai dapur, dan akhirnya duduk di samping Jisung yang sedang mengelap peralatan makannya.

Unknown Letter Carrier [REVISI] || Lee Haechan Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora