00

1.5K 38 2
                                        

"Stetoskop cinta" adalah alat metaforis untuk memahami dan merasakan emosi cinta yang mendalam.

🍁🍁🍁🍁
🍁🍁🍁
🍁🍁
🍁

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

🍁
🍁🍁
🍁🍁🍁
🍁🍁🍁🍁

Happy Reading ....

Menjadi dokter, apalagi spesialis gawat darurat, adalah sebuah maraton panjang yang menguras Waktu, tenaga, mental, dan materi. Tidak semua orang punya kesempatan untuk menempuh pendidikan di fakultas kedokteran terbaik dan meraih gelar dokter.

Alya Lyra Seraphina, gadis cantik dengan senyum menawan itu, adalah salah satu yang berhasil menyelesaikan maraton tersebut. Ia menaklukkan masa praklinik, koas, ujian profesi, dan internship dalam waktu yang bisa dibilang singkat.

Namun, Alya tidak berhenti di situ. Setelah internship selesai, ia memilih untuk mengambil pendidikan spesialis pengobatan emergency. Entah apa yang ada di benaknya, yang jelas, keputusan itu semakin menyita waktu dan tenaganya.

Kini, Alya bekerja sebagai dokter IGD di sebuah rumah sakit pusat Angkatan Laut. Ia sadar betul, ia bukan PNS ataupun tentara yang bisa mendapat kemudahan bekerja di sana. Namun, ia mengikuti nasihat profesornya dan berjuang mati-matian untuk mendapatkan tempat di rumah sakit ini.

Sebagai dokter spesialis emergency, Alya harus mengorbankan lebih banyak waktu dan tenaganya dibandingkan dokter spesialis lainnya. Tidak ada pilihan, hanya itu yang bisa ia raih saat ini.

Sebenarnya, ia mampu untuk melanjutkan pendidikan dan meraih dua gelar spesialis sekaligus. Namun, ada sesuatu yang mengurungkan niatnya. Yang akhirnya membuatnya memilih untuk tetap fokus pada pekerjaannya saat ini.

Dering ponsel Alya membangunkan di waktu istirahatnya. Dengan mata masih terpejam, Alya mengangkat telepon yang masuk.

"Iya, ada apa? Saya Alya," jawabnya dengan suara serak.

"Selamat malam, Dokter Alya. Saya Rizal, Dok. Mohon izin, ada pasien datang ke IGD, seorang wanita berusia 64 tahun dengan keluhan sakit kepala hebat selama beberapa bulan, Dok. Tekanan darahnya 160/90, dan detak jantungnya 90 per menit, Dok. Ada pembesaran pupil sekitar 0,4-0,5 milimeter, Dok. Kesadaran di nilai 11, Dok. Apakah dokter masih di IGD?"

"Segera bawa pasien untuk CT scan. Setelah itu, bawa ke zona kuning dan beri cairan. Kabari saya jika hasilnya sudah keluar, saya akan segera ke sana," kata Alya dengan nada khawatir.

"Baik, Dok. Terima kasih."

Setelah menutup telepon, Alya menarik napas berat. Baru mendapatkan istirahat 10 menit, ia harus kembali dengan rutinitasnya. Pandangannya terfokus pada jam digital yang menempel di dinding sudah menunjukkan pukul 21:20, Waktu jaganya sudah lebih 20 menit, ke mana dokter Oki ini?

Stetoskop CintaWhere stories live. Discover now