00. Prolog

43 3 0
                                        

*****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*****

"Aku nggak tau, aku bisa bertahan sampai kapan. Semesta seolah mempermainkan, seolah aku adalah sebuah mainan. Yang aku butuhkan bukanlah seorang pasangan, melainkan sebuah kebahagiaan yang tertelan bak makanan." Luna memejamkan matanya, menikmati embusan angin yang menerpa wajahnya. Rambutnya dicepol asal, dengan anak rambut yang mengikuti arah embusan angin.

Terdengar langkah kaki yang mendekat. Dari langkah kaki yang terdengar tegas tersebut, dapat dipastikan bahwa ia adalah seorang lelaki. "Manusia diciptakan berpasangan, untuk berbagi beban dan saling berpegangan. Kita tak selamanya dapat bertahan sendirian, oleh sebab itu manusia diciptakan berpasangan untuk saling menguatkan. Sebelum sampai kebahagiaan ada rintangan, yang pastinya tak dapat kamu lalui sendirian."

*****

Sejak kecil, Luna tak tertarik dengan yang namanya percintaan. Sangat berbeda dengan lingkungannya yang hampir rata-rata memiliki kisah cinta. Menurutnya, cinta itu hanya membuang-buang waktu, tidak berguna dan menyakiti diri sendiri.

*****

Jangan lupa vote dan komen!See you next chapter!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa vote dan komen!
See you next chapter!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 10, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AetheraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang