Special Re-publish
Boom update susulan secara berkala
Terima kasih untuk readers setia yang menunggu work ini.
Kalian alasan utama bagiku untuk semangat menulis sampai sekarang.
---
Surai hitam panjang itu tertiup hembusan angin yang menyejukkan. Kedua kelopak mata indahnya sesekali menutup sendu tersapu lembutnya terpaan angin. Kini matanya berair. Air matanya perlahan menetes menggambarkan kesedihan yang sesungguhnya.
"Aku ingin kehidupan yang lain! Aku benci menjalani hidupku sendiri! Ibuku pergi meninggalkanku di panti asuhan untuk menjadi simpanan pria kaya raya. Lalu sekarang kekasihku juga pergi meninggalkanku demi gadis cantik kaya raya. Menyebalkan! Apa istimewanya menjadi orang kaya!" racau Isa terus-terusan terisak sembari mengelap air mata yang mengalir dari pelupuk matanya.
Seumur hidupnya ia merasakan rasa sesak aneh yang menggelenyar tiap kali melihat seorang wanita cantik yang berdandan dengan perhiasan mewah menyelimuti sekujur tubuhnya. Perasaan trauma ketika mengingat ibunya berpenampilan seperti itu lalu meninggalkannya tepat di depan pintu masuk panti asuhan lah pemicunya. Lalu sekarang? Kekasihnya datang dan memperkenalkan seorang gadis cantik kaya raya sebagai tunangannya. Takdir jahat! Apa di dalam hidup ini hanya perasaan dicampakkan dan ditinggalkan yang bisa ia rasakan?
"Sialaaannnn!!! Menjadi orang kaya memang istimewa! Aku bersumpah akan terlahir kembali menjadi orang kaya!" teriak Isa masih dengan deraian air mata yang mengalir deras.
Gelisah, frustasi, amarah, dendam. Semua berbaur menjadi satu. Jika keajaiban itu sungguh ada, Gadis ini hanya berharap terlahir menjadi orang lain. Hanya itu! Ia sungguh ingin lepas dari takdir hidupnya yang menyedihkan ini.
...
Telepon tersambung. Suara lelaki tua tertawa terdengar begitu kencang di seberang sana.
"Aa.. Jungwon-ah, apa kau sedang bersama Abeoji? Shh—kalian berdua terdengar bahagia bersama," ucap Pemuda berahang tegas itu seraya memegang perutnya kesakitan.
Jay meringis menekan pendarahan hebat dari perutnya. Sudah berapa kali ia berhasil selamat dari maut. Tapi yang satu ini benar-benar tidak dapat dielakkan. Ia hanya lengah beberapa detik dan sialnya pisau tajam dari kakek tua yang sedang menyamar menjadi pengemis itu berhasil menusuk perutnya. Untung saja Jay masih sempat melakukan perlawanan.
"Apa ia tidak merasa bersalah?" tanya pemuda bermata tajam bak elang ini.
"Aniyo. Ia bahkan sangat kecewa denganmu. Kau menyedihkan dan kau layak mendapatkan itu!" jawab pemuda disambungan telfon itu dengan datarnya.
Pangilan terputus. Jay hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Adik tirinya tadi. Benar, Adik tirinya! Anak itu sejatinya hanya anak haram. Ia hanya anak dari seorang pelacur yang berhasil menggoda lelaki bodoh tersebut. Tapi kenapa malah jadi seperti ini? Kenapa justru Jay yang dicampakkan demi anak haram itu?
"Sialan! Kau hanya parasit Jungwon-ah! Jangan pernah bermimpi menjadi pewaris murni! Aku akan membalas semua ini. Saat kau tidur di malam hari pun aku bisa merangkak ke tempat tidurmu dan menikammu dengan pisau seribu kali!" kesal Jay mengepal tangannya kuat-kuat.
Helaan nafas berat lolos begitu saja dari bibir tipis itu. "Aisshhh persetan!!! Ini benar-benar melelahkan. Terdapat miliaran manusia di bumi ini. Tapi kenapa harus aku yang bernasib menyebalkan begini!" gerutu Jay sambil mengacak rambutnya frustrasi.
YOU ARE READING
The Switch X Jongchaengie
Teen FictionMenghilang dan terlahir kembali, baik Jay dan Isa mempunyai keinginan yang sama. Namun apa jadinya jika mereka malah bertukar menjadi satu sama lain? "Kau.. jangan coba-coba menggoda gadis lain dengan tubuhku! Akan kubunuh kau!" ancam Isa pada Jay...
