Bab 1

161 18 12
                                        

"Kamu huang renjun? Apa benar ini tes nya? Kau lebih mirip omega dari pada beta” tanya penjaga asrama yang curiga. Jelas dia curiga, tubuh renjun yang ramping serta mempunyai wajah yang cantik walaupun pria, pas sekali untuk ukuran omega.

"Tes ini benar, kurang kerjaan sekali aku mengubahnya" jawab renjun ketus.

"Yahh untuk berjaga-jaga saja, kau akan sekamar dengan para alpha jadi berhati-hati"

"Berisik sekali! Cepat beritahu aku dapat kamar yang mana?!"

"Kamar 201"

"Dasar anak muda sama semua" renjun merebut kunci kamar dengan kasar dan pergi tanpa pamit.

Renjun berjalan sekaligus mencari kamar asrama nya.

Puk!

"Hei!" Bahu renjun di tepuk membuat renjun berjengkit kaget.

"Hah? Kenapa?"

"Ini topi lo jatuh" ucapnya memberi topi yang dia temukan.

"Oh, thanks"

"Santai aja, btw nama lo siapa? Nama gua haechan" Haechan mengulurkan tangannya.

"Huang renjun" Dan renjun dengan cepat membalas jabatannya, ingin cepat-cepat selesai.

"Gua duluan ya renjun, ditunggu temen soalnya" ucapnya tersenyum, dan melambaikan tangannya.

"Oh oke" renjun tersenyum canggung.


•••

"Jadi takut sama ucapan penjaga tadi"

"Huh cerewet banget sih penjaga nya, kan jadi takut" rengut renjun.

"Kira-kira aku sekamar dengan siapa? Semoga sesama beta" doa renjun.

"Tapi ini yang aku mau, dan aku harus terima resiko nya"

Renjun bicara aku-kamu pada dirinya sendiri atau juga ke orang yang lebih tua, jadi janga heran.

Hari sudah gelap, dan renjun belum menemukan kamar asrama nya.

"Kamar 170, 189, mana sih kamar nya?! Jauh sekali" keluhnya.

Kamar 201

Mata renjun melihat stiker itu langsung merasa lega, ia sudah benar-benar lelah dan ingin beristirahat di kasur.

Renjun membuka pintu kamar nya, yang ternyata sudah ada yang datang lebih dulu, terlihat ada tas di atas kasur.

Satu kamar bisa untuk beberapa orang, sebab ada 6 kasur di setiap kamar. Dan renjun sudah menaruh tas dan koper di samping kasur yang paling pojok, dan segera merebahkan diri dengan lega.

Terdengar suara air di kamar mandi membuat renjun berpikir kalau teman sekamarnya sedang mandi.

"Lega banget bisa tiduran, ngantuk tapi belum mandi ishh" ucapnya, sebab renjun tipikal yang tidak suka keringatan.

Renjun duduk di kasur, dan membuka sweater nya yang menyisahkan kaus lengan pendek.

"Ahh gerah banget" renjun mengambil peralatan mandi dan baju ganti.

"Lama banget sih tuh orang, udah gerah banget ihh"

Cklek!

Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan pria yang telanjang dengan handuk kecil di bahunya.

HAH TELANJANG?

What??

TELANJANG?

Renjun menerjapkan matanya dan-

Omega or Beta?Où les histoires vivent. Découvrez maintenant