Seorang eksekutif termuda sepanjang sejarah yang sangat ditakuti. Jika ia berjalan dibawah sinar bulan, dan wajahnya tak terlihat itu sudah cukup untuk membuat musuh atau bahkan bawahannya bergidik ngeri. Seorang eksekutif muda yang tampan namun dib...
Sekali lagi, para pembaca mohon bijak dalam memilih bacaan. Jangan asal report.
Mungkin ini bakalan mirip sama bsd, tapi di sini ga bakalan ada ADA. Ceritanya fokus sama Bonten.
Happy Readings~
....
Suara langkah kaki di lorong yang sunyi, terdengar sangat nyaring. Seorang pemuda dengan tubuh pendek untuk anak seumurannya yang mengenakan pakaian formal serta perban yang membaluti tangan, leher, hingga mata kanannya. Entah luka apa yang di dapat pemuda itu, tapi kecantikannya tak tertutupi walau mengenakan perban.
Semua orang pasti tak menyangka, jika pemuda ini adalah salah satu eksekutif termuda sepanjang sejarah. Ia adalah eksekutif dari organisasi kriminal yang bernama Port Mafia. Organisasi itu terletak di Yokohama yang mengklaim pelabuhan adalah markas pusatnya.
Tingginya hanya 155 cm, dan umurnya sudah 15 tahun. Ia pendek dan mungil karena sebelum masuk ke organisasi ini ia sempat terkena stunting pertumbuhan linear dan malnutrisi. Tak heran jika tubuhnya sedikit kurus, namun ini lebih baik darinya yang dulu.
Pemuda itu bernama Dazai Osamu. Seorang pemuda cantik yang memiliki surai cokelat dan juga kedua manik karamelnya yang kosong, seolah hanya ada kekosongan tanpa batas di sana. Tak ada binar kehidupan sama sekali.
Walau begitu, Dazai adalah pemuda yang cerdas. Bahkan terkadang ia menggunakan kecerdasannya untuk kepentingan pribadinya.
Dalam Port Mafia, ia disebut The Demon Prodigy.
Dazai membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu, lalu ia langsung masuk ke dalam. Dengan sorot matanya yang terlihat kosong, ia menatap pria dihadapannya yang sedang duduk di atas kursi.
"Ah, kamu sudah datang Dazai-kun."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mori Ougai, adalah pria yang menyelamatkan Dazai saat ingin melakukan upaya bunuh diri. Dan akhirnya Dazai berakhir di sini.
Dahulu pria itu adalah seorang dokter yang menyelamatkan ribuan nyawa, namun sekarang ia menjadi pemimpin Port Mafia yang membunuh ribuan nyawa.
"Aku memanggilmu kesini, karena aku ingin memindah tugaskan kamu ke Tokyo. Aku yakin, kamu pasti sudah tahu apa misimu di sana. Yaitu mencari informasi organisasi kriminal di sana. Ingat, jangan bunuh eksekutif dan bosnya. Tapi buatlah mereka tunduk pada kita."
Dazai hanya diam, namun terus mendengar apa yang pria itu katakan. Sejujurnya, ia membenci bosnya sendiri karena perlakuannya padanya. Namun, di sisi lain ia terkadang merindukan bosnya yang sudah seperti ayahnya sendiri. Membingungkan memang.
Dazai meletakkan jarinya yang lentik di sudut bibirnya, seolah ia sedang berpikir. Lalu kemudian pemuda itu bertanya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.