Rumah itu selalu terasa sunyi.
Meskipun ada suara langkah kaki yang mondar-mandir di lorong, atau dentingan piring yang sesekali terdengar dari dapur, ada keheningan yang berbeda—hening yang bukan berasal dari tidak adanya suara, tapi dari kosongnya perasaan di dalamnya.
Aku sering duduk di sudut ruang tamu, memandang keluar jendela besar yang menghadap ke jalan kecil. Jalan itu selalu sepi, seperti mencerminkan apa yang kurasakan di dalam hatiku. Aku pernah berpikir, mungkinkah ini yang disebut rumah? Sebuah tempat di mana kita tinggal, tapi tidak benar-benar merasa berada di sana?
Ibu dan ayahku adalah dua orang asing yang tinggal di bawah atap yang sama. Mereka berbicara, tapi hanya tentang hal-hal kecil yang tidak penting—jadwal kerja, belanja mingguan, atau masalah pipa bocor di dapur. Tidak ada obrolan tentang perasaan, tidak ada tawa yang tulus, tidak ada pelukan hangat seperti yang kulihat di keluarga lain.
Dan kemudian ada Lydia.
Lydia adalah potongan hilang dalam hidupku, bayangan dari masa lalu yang tidak pernah benar-benar kuingat, tapi selalu kurasakan. Dia adalah saudara tiriku, seseorang yang pernah menjadi bagian dari hidup kami, sebelum semuanya hancur. Namanya jarang disebut, dan saat disebut, hanya berupa bisikan yang penuh rahasia.
"Alea," kata ibu suatu malam, suaranya hampir tak terdengar. "Ada hal-hal yang lebih baik dilupakan."
Tapi bagaimana mungkin aku melupakan sesuatu yang tidak pernah benar-benar kuketahui?
Itulah awal dari segalanya—pencarian untuk menemukan Lydia, bukan hanya sebagai seseorang yang pernah menjadi bagian dari hidup kami, tapi juga sebagai kunci untuk memahami siapa aku sebenarnya.
Aku tidak tahu apa yang akan kutemukan, atau apakah aku siap untuk menghadapi kebenarannya. Tapi satu hal yang pasti: hidupku berubah selamanya ketika aku memutuskan untuk mencari potongan-potongan yang hilang itu.
Rumah ini, keluarga ini, dan semua kenangan yang terkubur di dalamnya akan menjadi saksi dari perjalanan yang tidak hanya mengubahku, tapi juga mengubah semua orang yang terlibat.
Dan di sanalah semuanya dimulai.
YOU ARE READING
RUMAH TANPA CINTA
Teen Fictionazalea sabita biru adalah anak yang broken home dari sejak ia lahir dan ia menemukan sosok Lydia Natalia, Lydia adalah sosok dari semua kehancuran alea. ❗ DON'T COPY MY KARYA❗ ❗SEBELUM BACA DI WAJIBKAN UNTUK MENFOLLOW AKUN AUTHOR ❗
