TWO BRINDS {1}

954 33 3
                                        

Di pagi hari yang cerah di panti asuhan cahaya kasih terdengar suara tertawa anak panti yang sedang bermain ria.

Sedang kan ada dua anak yang sedang menikmati angin yang berhembus kencang di tepian pantai, ya mereka adalah blaze dan ice.

Dua sahabat yang selalu bersama walaupun mereka memiliki keterbatasan tetapi mereka selalu bersama blaze dari lahir, mengalami kelumpuhan sedangkan ice ia tunanetra.

Ice: blaze Coba kamu ulur kan tangan mu ada ingin aku beri padamu

Blaze pun mengulurkan tangannya dan ice pun memberikan kan hadiah tersebut

Ice : ini untuk mu laze aku memberi mu daun semanggi berdaun 4

Blaze : aku akan menjaga nya terimakasih kasih ya ice, ice ayo kita berjanji kita akan terus bersama

Ice: baik lah ice berjanji kita akan terus bersama laze

Janji kedua anak yang berumur 8 tahun saling melingkarin jari kelingking mereka.

Hari sudah sore mereka pun pulang ke panti sesampainya di panti blaze melihat ada mobil yang terparkir di halaman panti.

Blaice: assalamualaikum

Buk indah : waalaikum salam kalian berdua sini ada yang ingin berjumpa dengan mu blaze

Mereka pun menghampiri kedua pasangan suami istri tersebut

Buk indah: jadi gini blaze kamu akan diadopsi oleh mereka

Blaze: laze mau kalau ice juga ikut diadopsi

Ice : tidak apa,apa blaze

Blaze: tapi dengan kondisi laze saat ini pasti akan merepotkan kalian

Hanum: tidak blaze ibu tidak merasa merepotkan mu

Sebetulnya ice juga gak mau harus berpisah dengan sahabatnya yaitu blaze

Ice: sudah blaze aku tidak apa,apa di panti kan Masi ada buk indah, aser ,wina dan anak panti lain nya

Blaze: Baiklah blaze mau ikut

Ice: laze sebelum kamu pergi tolong daun semanggi yang aku beri kepadamu kamu simpan ya

Blaze: iya ice aku janji ice aku janji nanti aku akan menemuinmu lagi

Ice : dah laze hati,hati di jalan ya

Blaze : iya

Bu indah: Hanum, Hendra aku titipkan blaze kepada kalian tolong jaga dia

Pak Hendra: tenang buk kami akan menjaga blaze serta menyayangi blaze seperti anak kami sendiri

Buk Hanum: kami izi pergi assalamualaikum

Buk indah: waalaikum salam

Akhirnya blaze pun mau diadopsi oleh pasangan suami istri yaitu buk Hanum dan pak Hendra, blaze pun pergi meninggalkan panti walaupun ia masih belum mau berpisah dengan ice

Setelah mobil itu pergi ice berlari mengejar mobil blaze yang menjauh dari halaman panti walaupun ice terjatuh ia pun berdiri lagi dan mengejar mobil tersebut.

Di dalam mobil buk Hanum menenangkan blaze agar tidak merasa bersedih lagi

Diluar ice pun berhenti mengejar mobil tersebut dan duduk di tepi jalan sambil berteriak

ibu panti tersebut menghampiri Ice dan menyuruh nya masuk ke rumah sesampainya di rumah panti ice masuk kedalam kamar nya

Ice: blaze katanya kamu janji tidak akan meninggalkan ku dengan suara lirinya dan tangisannya ia menutup wajah dengan bantal agar tidak ada yang mendengar kan nya

Ibu panti yang masih berada di pintu kamar ice merasa sendih karena harus memisahkan mereka berdua

Aser: buk kenapa bang ice

Ibu indah : tidak apa nak

Aser: buk dimana bang laze

Sebelum menjawab pertanyaan aser telepon buk indah berdering menampilkan nomor tidak dikenal

Buk indah pun menggakat telepon tersebut

Dah segitu aja maaf kalau ceritanya gaje ,garing ,dan maaf kalau ada penulisan kata ada yang salah

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Dah segitu aja maaf kalau ceritanya gaje ,garing ,dan maaf kalau ada penulisan kata ada yang salah

Makasih sudah mau membaca nya

Elemental Where stories live. Discover now