PROLOG

6.4K 124 7
                                        

Hai guys, ini cerita pertama aku
Semoga kalian suka dan enjoy♥️

Kalau suka ceritanya jangan lupa vote and komen supaya aku makin semangat

Buat info update
Follow akun wattpad ini atau follow ig : starly_xy

Happy reading🤓

Happy reading🤓

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Akh!!!"

Malam itu sunyi ketika sebuah teriakan dari seorang pria terdengar jelas di tengah hutan antah berantah. Sekelompok remaja yang kebetulan memang berada di sekitar sana menghentikan langkah mereka begitu mendengar suara itu.

Sekelompok remaja yang kira kira berjumlah 5 orang itu itu adalah sekumpulan murid-murid dari "Arcade Boarding Schol".

Arcade Boarding School bukanlah sekolah biasa, sekolah ini adalah sekolah asrama yang berada di tengah hutan. Di mana sekolah ini terisolasi dari dunia luar dan para siswanya tidak diizinkan untuk keluar sebelum mereka lulus.

Sekolah yang tidak biasa ini memiliki siswa siswa yang sangat luar biasa, siswa yang berada di sekolah ini adalah anak anak nakal dan bermasalah yang tidak lagi diterima di masyarakat atau sekolah sekolah normal, karena itu orang tua mereka mengirimkan mereka ke sekolah ini dengan biaya yang tidak murah.

Mereka yakin, anak mereka bisa terdidik kembali jika hidup di sebuah sekolah yang ketat dan terisolasi dari dunia luar. Namun faktanya, saat ini sekelompok siswa siswa itu malah berada di tengah hutan setelah upaya mereka untuk keluar dari sekolah berhasil.

Sekedar informasi, mereka bukan sekelompok siswa biasa, melainkan sekelompok siswa yang bergabung dalam organisasi rahasia "Inferno", organisasi yang dibuat untuk para siswa yang memang ingin keluar dari sekolah itu. Organisasi itu dipimpin oleh Alexa Admaja, dengan total anggota 7 orang termasuk ia dan saudara tirinya.

Sekarang, setelah mereka berhasil kabur dari sekolah, rencana berikutnya adalah mencegat bis lalu pergi ke pusat kota.

Namun bisa dibilang rencana itu akan segera gagal dalam waktu dekat karena sebenarnya saat ini mereka sudah ketahuan dan sedang dalam kondisi dikejar. Karena itulah mereka berpencar.

Sekarang, suara teriakan misterius itu malah muncul dan membuat mereka harus berkumpul dan mencari sumber suara. Mereka yakin bahwa itu adalah suara salah satu dari teman mereka. Keyakinan itu semakin kuat saat Alexa dan Jonathan tidak ada di sana.

Akhirnya mereka mancari sumber suara itu. Selama proses pencarian mereka tetap berhati hati agar tidak membuat suara.

Setelah beberapa menit, mereka sampai di sumber suara, betapa terkejutnya mereka melihat Alexa, gadis yang memimpin mereka kabur dari sana sedang memegang pisau yang penuh darah.

Sedangkan di sisi yang lain, Jonathan, kakak Alexa sekaligus salah satu anggota inferno sudah terbaring tak berdaya di tanah dalam kondisi yang sudah tidak sadarkan diri.

Kelima orang itu menatap satu sama lain dengan kebingungan. Sementara, Shenna yang adalah pacar Jonathan langsung menghampiri pria itu dan berusaha menghentikan pendarahannya, air matanya tidak berhenti membasahi pipinya.

"Alexa, sebenarnya apa yang lo lakuin? Dia kakak lo sendiri Alexa!" kesedihan dan kemarahan bercampur menjadi satu dan itu tercermin dalam mata Shenna.

"Kita udah percaya sama lo buat mimpin kita keluar dari sini, tapi jangankan keluar, lo malah bunuh kakak lo sendiri." Cleo, salah satu gadis di sana ikut berkomentar.

"Jahat lo Alexa!" William dan Rudeth menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.

"Guys, stop!" Leon yang merupakan teman dekat Alexa mendekati gadis itu dan bertanya dengan lembut, "Did you kill him?"

Alexa, pemimpin mereka, hanya terdiam di tempatnya. Sementara suara derap kaki yang mengejar mereka semakin terdengar jelas.

Dalam beberapa detik, orang orang dengan pakaian polisi mengerumuni mereka sambil menodongkan senjata berupa pistol. Di belakang polisi itu terdapat beberapa penjaga sekolah yang mengikuti dan bahkan juga terdapat kepala sekolah.

Mereka terdiam terkejut, tidak menyangka bahwa pengejaran itu akan melibatkan polisi.

"Angkat tangan kalian atau kami tembak!!"

Mereka mengangkat tangannya, termasuk Alexa. Polisi dengan cepat memborgol sekelompok siswa itu dan membawa mereka kembali ke sekolah.

Sedangkan Jonathan yang terluka dibawa ke rumah sakit dengan kondisi tangan yang diborgol. Shenna menangis dan meminta mengikutinya namun mereka tentu saja menolak permintaan itu karena takut Shenna akan kabur.

Kini mereka hanya tersisa 6 orang yang terduduk di mobil polisi yang sama.

Mereka semua diam dan tertunduk, tidak mengatakan sepatah kata apapun, bahkan tidak berani untuk menatap satu sama lain.

***

***

Di sekolah, mereka dikumpulkan dalam suatu ruangan gelap yang desainnya seperti penjara, hanya saja ruangan itu benar benar pengap, tanpa pencahayaan maupun jendela. Hanya sebuah pintu besar dengan lubang kecil yang memberikan mereka udara dan cahaya.

Para guru di sana mengatakan bahwa ruangan itu adalah tingkat hukuman tertinggi bagi para siswa dan kini mereka dikumpulkan di sana dan menunggu hukuman.

Saat mereka semua terdiam, pintu ruangan itu tiba tiba dibuka dari luar. Kepala sekolah muncul dengan polisi di belakangnya.

"Saya benar benar kecewa dengan kalian, namun saya lebih kecewa karena harus menyampaikan kabar ini." Kepala sekolah membuka suara kemudian menatap polisi di sebelahnya.

"Kami datang untuk memberi tahu kondisi teman kalian yang berada di rumah sakit," jelas polisi itu.

Mereka langsung berdiri, kecuali Alexa. Ia hanya melirik tidak tertarik ke arah polisi itu lalu lanjut menyenderkan badannya dan memejamkan mata.

"Bagaimana kondisinya?" tanya Shenna terburu buru. Ia tentu saja khawatir dengan kondisi kekasihnya.

"Dia meninggal dan kami menemukan sidik jari Alexa Admaja dalam pisau yang digunakan untuk menusuk saudara Jonathan."

Shenna terjatuh dan meraung raung penuh pilu, sementara polisi itu langsung memborgol tangan Alexa dan membawanya pergi dari sana.

Kelima orang yang tersisa kini menatap kepergian polisi beserta Alexa sambil berpikir, sebenarnya dari mana mimpi buruk ini berawal?

Kelima orang yang tersisa kini menatap kepergian polisi beserta Alexa sambil berpikir, sebenarnya dari mana mimpi buruk ini berawal?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gimana?


Udah mulai penasaran sama cerita ini?

LAST INFERNOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang