ANNOUNCEMENTS!
Ini adalah AU versi wattpad ya, ceritanya lengkap ditulis disini!
Tapi, untuk AU versi fakechat/Twitternya bisa cek akun tiktok dan Twitter aku ya! {Lebih lengkap di tiktok soalnya gak jadi publish semua di Twitter}
tiktok: @nhf.z_
Twitter: @Norhfizzh__
Kalau gak ketemu, bisa cek link di bio aku ya!
SEMOGA SUKA DENGAN VERSI WATTPADNYA:)
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN!
JIKA ADA TYPO MOHON BANTU KOREKSI!
Thank you so much <3
======================
Seorang gadis cantik turun dari sebuah mobil. Mata hazelnya yang indah sedang menatap sekelilingnya dengan tatapan berbinar.
"Bang, gue kayaknya bakal betah deh sekolah disini," ucap gadis itu pada seorang cowok bertubuh jangkung yang baru saja keluar dari mobil.
"Terserah, Ra," ucap cowok itu dengan ogah-ogahan.
"Ish, Lo mah gitu," kesal gadis itu
Ia adalah Nara Kylla seorang gadis manis dan cantik. Ia baru saja pindah ke sekolah SMA Bhayangkara hari ini karena keluarganya tidak mau Nara tinggal jauh. Selama ini Nara tinggal di rumah neneknya di Bandung dan ia juga bersekolah di sana sampai kenaikan kelas ia pun disuruh pindah ke Jakarta.
Dan cowok yang sedang berbicara dengan Nara adalah Zico.
Zico Mahendra, ia adalah kakak kandung Nara yang berbeda satu tahun umurnya dari Nara. Mempunyai tubuh jangkung dan wajah yang tampan. Ia adalah orang yang sangat menyayangi adik perempuannya, baik dan humoris merupakan kepribadian yang tak lepas darinya.
"Ikut gue ke ruang guru," suruh Zico pada Nara.
"Bang, disini banyak pembullyan?" tanya Nara sembari mengikuti langkah Zico yang lebar.
"Enggak, Ra Lo tenang aja," ucap Zico. "Anak-anak disini baik kok, Ra. Paling sebagian yang punya sifat buruk, tapi gak bakal nge-bully soalnya malu-maluin aja kalau ada orang kayak gitu."
Nara pun bernafas lega mendengar ucapan Zico. Ia sempat berpikir bahwa saat pindah sekolah mungkin saja ada murid-murid lain yang bakal sirik melihatnya dan berakhir membully-nya. Sepertinya Nara harus mengurangi untuk membaca novel-novel atau menonton drama.
"Luas banget," keluh Nara karena sedari tadi ia merasa sudah berjalan sangat jauh.
"Sekolah dulu Lo aja yang kekecilan," sindir Zico.
"Apasih, bang. Gak boleh gitu tau!" kesal Nara.
"Zico!" panggil seseorang yang berada di lapangan.
"Apa?!" respon Zico.
"Dia Nara kan?!" ucap orang itu sembari menatap ke arah Nara.
YOU ARE READING
JENARA
Teen FictionJefan Erlangga anak basket sekaligus ketua basket. Ia terlahir dari keluarga berkecukupan namun minim kehangatan. Jefan pernah berjanji pada seseorang semasa kecil dan berjanji akan selalu mengingatnya bahkan sampai ia dewasa. "Janji ya, kak buat se...
