prolog

127 74 50
                                        

"Rasanya seperti hal mustahil untuk dapat miliki kamu yang bukan siapa-siapa aku"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Rasanya seperti hal mustahil untuk dapat miliki kamu yang bukan siapa-siapa aku"

________________

"Lo bisa hati-hati gak! Minuman gue jadi jatuh nih gara-gara Lo" ucap Aurora dengan emosi.

"Sorry gue buru-buru karena ada pertandingan, nanti gue ganti setelah pertandingan gue berakhir" ujar Venza yang langsung pergi dari hadapan Aurora.

Aurora yang melihat sikap venza langsung kesal sambil pergi menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil kearah kamar mandi.

🏀🏀🏀

Saat sampai dikamar mandi Aurora gak berhenti menghina venza sambil menatap kaca yang ada didepannya.

"Untung yang nabrak gue itu crush gue kalau bukan udah gue lempar pakai sepatu gue, awas aja tuh orang gak tanggung jawab. Gue bikin dia jatuh dalam pesona gue" ucap Aurora kepada dirinya.

"Dih kayak berhasil aja" ujar sahabat Aurora yang tiba-tiba muncul dari arah belakang.

"Setan" kaget Aurora.

"Lo bisa gak! Gak usah ngagetin gue, jantung gue hampir mau lepas tau gak?" Sambung Aurora dengan kesal.

"Lo pms, emosi Mulu kerjaan nya" ucap sahabatnya yang satu lagi.

"Gue gak pms ya!" Emosi Aurora diujung ubun-ubun.

"Udah-udah jangan diganggu takut nanti macannya keluar" ejek sahabatnya kepada Aurora.

"Lo bilang apa ha!" Ucap Aurora sambil menatap tajam kearah kedua sahabatnya.

Kedua sahabat Aurora yang melihat Aurora emosi, perlahan-lahan mudur kearah belakang sampai keluar dari kamar mandi dan langsung lari dari hadapan Aurora sebelum mereka yang kenak getah dari amarah Aurora. Aurora yang melihat kedua sahabatnya lari dari hadapannya hanya bisa menghela nafas panjang dan banyak-banyak bersabar menghadapi kedua sifat sahabatnya.

"Tadi tiba-tiba datang dan sekarang tiba-tiba kabur, memang aneh. Gue kok bisa dapat sahabat kayak mereka?" Ucap Aurora dalam hati sambil menatap kaca yang ada didepannya.

"Mereka kayak jelangkung, datang gak diundang dan pergi gak dianter" guman Aurora sambil memijit pelipisnya, saking pusing menghadapi tingkah laku kedua sahabatnya.

___________

Penasaran akan kelanjutannya jangan lupa coment dan vote untuk apresiasi author nya, semoga suka🥰🥰.

HydrangeaStories to obsess over. Discover now