Tanpa disengaja

22 0 0
                                        

Hallo semuanya, sebelumnya terimakasih karena udah membaca cerita ini. Cerita ini aku buat dengan pengalaman aku pribadi yang di campur dengan imajinasi ku sendiri, di cerita ini ga semua tentang pengalamanku karena peran-peran penting dari cerita ini hanya dua orang saja selebihnya aku buat karakter baru hanya untuk peran pendamping dan untuk mengekspresikan hasil imajinasi sendiri. Aku juga ga berani bilang kalau ini real cerita pribadi karena di dalamnya akan banyak tambahan adegan-adegan yang aku buat sendiri. Intinya aku buat cerita ini sebagai rasa pengungkapan aku aja. Itu aja yang mau aku bilang selebihnya mohon maaf bila ada kata-kata yang bikin kalian bingung, jangan di pikirin nikmati aja cerita nya xixixi.

Aku juga cuma mau bilang kalian cukup bantu aku banyakin vote aja yaa :) kalau ada yang kurang tinggal komen aja tenang aku terima komen dari kalian xixixi, itung-itung buat pelajaran aku juga.

Itu aja sih yang mau aku bilang. Selamat membaca semoga kalian suka sm ceritanya.




•|•



Pertemuan yang tanpa di sengaja berhasil membuat aku tertarik pada dirinya, sialnya lagi ia satu unit dengan ku. Hari-hari yang biasa ku jalani kini berubah ketika kedatangannya, aku merasa bahwa ia mampu untuk ku genggam dan berulang kali aku meyakin diri bahwa aku pantas untuknya. Alih-alih ingin mendekati nya, justru ia sendiri yang datang kepadaku dengan meminta bantuan padaku. Malam itu entah bagaimana rasanya aku merasa senang dan bingung, senang karena aku tidak perlu untuk mendekatinya lebih awal, dan bingung karena ia meminta bantuan ku? Aku tau bahwa dia mempunyai banyak teman tapi kenapa harus aku yang di mintai tolong? Ahhh sudah lahh intinya pada malam itu aku merasa senang.

"Hai Grace, boleh aku meminta bantuanmu?" Itulah  saat pertama kami saling mengobrol, aku terpana sejenak sebelum akhirnya aku menjawab.

"O-ohh, hai juga" sial ada apa dengan diriku? kenapa aku menjadi gugup seperti ini. Lihat lah sekarang bagaimana pria itu tertawa melihat ku.

"Grace boleh ku meminta bantuanmu?" ucapnya lagi dan aku hanya memberi anggukan kepala sebagai jawabannya.

"Aku sedang ada tugas dari kampus dan aku mau meminta bantuanmu untuk mengerjakan beberapa tugas yang tidak bisa ku handel sendiri. Bisakah kau menolongku, Grace?" ucapnya dengan memilik mata ku agar ia segera mendapatkan jawaban.

Saat itu aku ingin menolaknya namun, melihat ia yang sepertinya memang membutuhkan bantuan ku. Aku pun mengiyakan ucapannya. "Ohh tentu, aku akan membantu mengerjakan tugas ini" sepertinya aku saat ini sedang gila bagaimana bisa dengan mudahnya aku menerima tugas yang dia berikan? sedangkan tugas ku saja belum semua terselesaikan. Ohh tuhan tolong lahh.

"Ini tugasnya hanya satu tugas doang Grace" ia langsung memberikan tugas itu.

Doang? dia pikir kata doang itu sangat mudah? Ahh sudah lah Grace terima saja lagipula kau sendiri yang ingin. Itung-itung kau bisa berdekatan dengan dia. itu suara hati kecil Grace saat ini.

Belum sempat Grace menjawab, dia sudah kembali berbicara. "Grace, tugas ini harus segera dikumpulkan. Aku harap kau bisa menyelesaikan nya malam ini mengingat besok sudah waktunya, jika kau tidak sanggup kau bisa menolak aku sekarang" ujar dia. Grace ternganga kaget mendengarnya, bagiamana bisa harus selesai malam ini. Dengan tampang bodoh nya ia tersenyum.

Terlambat terlukaWhere stories live. Discover now