PROLOG

283 18 1
                                        

Hi! Hallo!

Biar makin akrab jangan panggil aku author ya!!

Call me Jisa!!

Kalian tau cerita ini dari mana?

ini cerita pertama aku
Semoga suka ya!

Jangan lupa ramein tiap part!

Bismillah

Tekan ⭐️ dan jangan lupa 💬

Happy Reading

~°°~

_Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan. Tak apa, biarlah aku yang salah. Biarkan aku mencintaimu sebagai sebuah keharusan_

Danzel Gamaliel Radesta

~°°~

Rintikan air yang berasal dari langit sekian lama semakin deras. Gemuruh petir kian menyambar. Angin kencang yang berhembus membuat dahan atau dedaunan sedikit bergoyang.

Cahaya yang sedikit remang - remang disebabkan oleh lampu jalan yang sedikit tamaram. Jalanan yang biasanya ramai akan kendaraan kini lenggang. Padahal waktu belum menjunjukkan larut malam.

"WOI!! BERHENTI SIALAN!!"

Teriakan itu tidak membuat lelaki dengan jaket hitam gentar. Justru ia mengendarai kuda besi itu dengan ugal - ugalan. Motor sport hitam melaju dengan kecepatan diatas rata - rata. Kini laju kendaraan itu kian cepat. Dari balik helm full facenya netra hitam itu melirik kebelakang. Merasa bahwa dirinya masih saja dikejar membuatnya lagi dan lagi menambah kecepatan motornya. Suara deruman dari motor membelah kesunyian jalanan yang ada disana.

"Mau ngejar gue, ya?" kekehan tanpa suara dengan sorot mata tajam menatap lurus ke depan.

"WOI!! BERHENTI!!"

Lagi dan lagi teriakan  itu membuatnya melirik sejenak lima orang yang berusaha mengimbangi kecepatan laju kendaraanya. Menyadari didepan ada tikungan tajam. Netra gelap itu melirik ke arah spion. Senyuman miring timbul ketika melihat mereka yang masih saja bersikeras tetap mengejarnya.

Membelokkan penuh motornya, sehingga suara gesekan ban motor dengan aspal terdengar nyaring di telinga. Tak lama kemudian suara hantaman benda yang keras terdengar membuat kekehan keluar dari mulut orang itu.

Brakk

Sesaat ia mengurangi laju kecepatannya, lalu melihat orang - orang itu yang tidak lagi mengejar. Membuatnya berhenti lalu terkekeh sinis. Mengacungkan jari tengah saat salah satu dari mereka meliriknya murka.

Namun, tiba - tiba ia teringat seseorang. Menyadari ia belum juga sampai di tempat tujuannya. Tangan itu kembali menarik pedal gas agar cepat tiba. Perasaannya tidak enak. Segala hal buruk yang mulai bermunculan di kepalanya ia enyahkan, namun tetap saja hatinya gusar. Pikirannya mulai bercabang di mana - mana. Kendati demikian pandangan lelaki itu tetap datar menatap lurus ke depan.

Sialnya, gara gara mereka ia sampai melupakan tempat yang sedari awal menjadi tujuannya. Memarkirkan motornya. Lalu kakinya mulai memasuki tempat dimana orang orang yang berjuang demi kesembuhan.

Saat memasuki tempat itu. Semua mata orang yang berada di sana tertuju kepadanya. Tidak menghiraukan tatapan mereka. Karena tujuannya kesini hanya satu. Apalagi pakaiannya yang sudah basah oleh hujan tetap tidak ia indahkan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 14, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Danzel; Eternal FlameStories to obsess over. Discover now