Beginning (Re-Upload)

25.8K 911 26
                                        

SMA Merah Putih---sekolah menengah atas swasta terkemuka yang ada di kota Jakarta. Sesuai dengan namanya, sekolah ini identik dengan seragamnya yang berwarna merah dan juga putih.

Hari ini cukup cerah, langit biru tampak membentang luas di atas lapangan sekolah. Suasana di lapang pun terasa begitu ramai, penuh semangat dan antusias. Sparing futsal antara kelas sebelas melawan kelas dua belas tengah berlangsung sekarang.

Sebuah bola bergulir. Para pemain terlihat saling berlari bolak-balik di lapangan, berusaha merebut bola untuk mencetak gol. Mulai dari pinggir, pindah ke tengah, begitu juga sebaliknya.

Dengan gerakan cepat dan lincah, tampak seorang pemain tengah mengelabui lawan dan melepas tembakan ke gawang. Penonton pun bersorak, tetapi bola tersebut berhasil ditangkap oleh sang kiper dari tim kelas sebelas.

Ia; Agel Christy Firmanzah, bernomor punggung satu yang menjadi kiper. Dengan perawakannya yang tinggi, membuat ia dengan sigap melompat dan menahan bola yang hendak masuk ke gawangnya. Lalu bola kembali dilempar ke tengah, kemudian langsung diterima oleh teman tim-nya.

Bola terlihat bergerak cepat dari kaki ke kaki dan suara sorakan penonton semakin terdengar memenuhi udara. Christy sebagai kiper timnya berdiri di bawah tiang gawang, matanya fokus mengikuti gerakan bola.

Sekonyong-konyong bola kembali ditembak keras ke arah gawang. Dengan refleks, Christy melompat untuk menepis bola. Namun, saat hendak mendarat, ia merasakan sakit yang menusuk di pergelangan kakinya. Ia jatuh tersungkur di lapangan, merintih kesakitan.

Bola akhirnya tergeletak begitu saja. Christy berhasil mempertahankan gawangnya, tetapi tidak berhasil mengendalikan dirinya sehingga ia mengalami cedera.

"Arrrghhh.." Christy mengaduh kesakitan memegangi sebelah kakinya, membuat mereka yang ada di sana bergegas menghampirinya.

"Chris, lo engak papa?" tanya pemain posisi bek se-timnya yang bernama Adel.

"Sini sama gue." Gita yang merupakan kapten futsal dari tim kelas dua belas turut mendekati Christy. Ia lekas menyentuh dan memeriksa pergelangan kaki adik kelasnya itu. "Kekilir doang kok, bukan apa-apa. Sakit banget?" ucap setelah membenarkan kaki Christy.

Lalu Christy menggeleng. "Udah mendingan dikit, Kak."

"Ya udah, kita lanjut nanti aja, sekarang istirahat dulu," pungkas Gita.

Kedua kubu tim menyetujuinya dan mulai berlalu meninggalkan lapang. Begitu juga Christy dengan dipapah oleh Adel dan Olla yang merupakan teman dekatnya.

"Ada-ada aja sih, lo. Makanya hati-hati," ujar Olla di sela langkah kaki mereka.

"Iya, salah sepatu gue, biasanya enggak pake yang itu," balas Christy.

"Emang lu doang yang malah nyalahin sepatu," sahut Olla lagi.

Christy terkekeh. "Beneran, sepatunya kagak enakeun."

"Ya udah dah, mau ke UKS aja kagak?" timpal Adel melerai perkara sepatu antara dua temannya tersebut.

"Mau ngapain?" tanya Christy.

"Ya ngobatin kaki lo lah, tolol!" seru Adel. Hening beberapa detik. "Sekalian kita gak usah masuk kelas," tambahnya yang seketika mendapat jitakan dari Christy di kepalanya.

"Lo yang tolol! .. Eh, tapi boleh juga."

Sementara Olla yang membersamai kedua temannya pun menggelengkan kepalanya. "Cuma gue doang yang waras," gumamnya.

***

Bel istirahat sudah terdengar berbunyi sejak tadi, namun ia masih betah duduk di bangku kelasnya. Ia; Yesheira Tasya Andira, atau orang-orang memanggilnya Chira, seorang gadis cantik dengan bola mata cokelat dan juga rambut hitamnya yang panjang.

I'M YOURS (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang